{"id":142369,"date":"2015-11-26T07:56:33","date_gmt":"2015-11-26T00:56:33","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=142369"},"modified":"2015-11-26T07:56:33","modified_gmt":"2015-11-26T00:56:33","slug":"financial-tips-stop-membeli-hal-hal-yang-tidak-perlu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/11\/26\/financial-tips-stop-membeli-hal-hal-yang-tidak-perlu\/","title":{"rendered":"Financial Tips: Stop Membeli Hal-hal yang Tidak Perlu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Manage Your Finances) Pernahkah Anda sepulang dari pusat perbelanjaan merasa menyesal karena membelanjakan hal-hal yang sebenarnya tidak Anda perlukan? Atau, pernahkah Anda pergi untuk mencari sebuah buku dan pulang dengan membawa peralatan tulis tambahan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sering kali apa yang banyak orang sebutkan sebagai &#8220;lapar mata&#8221; membuat keuangan menjadi terganggu. Bahkan tidak hanya terganggu, melainkan dapat menjadi pemicu ketegangan dalam keluarga. Namun bukan berarti hal ini tidak dapat dihindari, asalkan Anda memang memiliki sebuah kontrol diri. Coba Anda pikirkan ke depan, keuntungan bilamana Anda berhenti untuk membeli hal-hal yang tidak perlu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menghindari <em>Over Budget<\/em><\/strong><br \/>\nJika Anda termasuk orang yang rapi dalam hal membuat <em>budget<\/em> dan Anda sudah memiliki perencanaan untuk keuangan Anda, maka sudah dapat dipastikan bahwa apa yang Anda rencanakan akan dapat terealisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menghindari Perselisihan<\/strong><br \/>\nJika Anda tidak seorang diri yang membuat <em>budget<\/em> maka sudah dapat dipastikan bahwa salah satu hal yang dapat menjadi pemicu ketegangan dalam keluarga akan dapat dihindari.<br \/>\n<br style=\"text-align: justify;\" \/><strong>Memiliki Lebih Banyak Dana Cadangan <\/strong><br \/>\nPenting untuk memiliki cadangan yang kemudian pada akhir bulan atau akhir tahun dapat Anda alokasikan untuk sebuah keperluan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Memiliki Lebih Banyak Dana Untuk Berinvestasi<\/strong><br \/>\nJika Anda belum terpikir untuk berinvestasi, maka cobalah untuk mulai memikirkannya. Saya pernah bertemu dengan seorang ibu yang membeli saham sebuah perusahaan dengan uang sisa belanjanya yang selalu ia sisihkan. Kedengarannya sederhana, namun seiring berjalannya waktu, hal ini malah memberikan keuntungan di kemudian hari. Selain membeli saham, Anda pun dapat berinvestasi dalam hal lain, misalnya dalam pendidikan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan atau dalam membaca buku..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menjadi Lebih Apresiatif<\/strong><br \/>\nKetika Anda berhenti membeli barang-barang yang tidak perlu Anda akan belajar untuk menjadi lebih menghargai hal-hal yang tidak memerlukan uang. Kebahagiaan tidak berputar di sekitar harta benda. Ada begitu banyak hal yang indah yang dapat diperoleh tanpa menggunakan uang yang banyak. Mislanya bertamasya ke pantai umum, pergi ke taman, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Anda Menjadi Lebih Menghargai Hal-hal yang Kecil<\/strong><br \/>\nKetika Anda belajar untuk tidak mengeluarkan uang dengan sembarangan, maka Anda pun akan memiliki penghargaan pada seberapa yang Anda peroleh dan tidak mau menghambur-hamburkannya dengan sembarangan. Selain itu Anda pun akan menjadi orang yang tahu untuk menghargai dan berterimakasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlepas dari penghasilan Anda yang mungkin memiliki angka yang cukup besar, namun menghargai apa yang Anda peroleh akan membuat Anda tidak semena-mena dengan kehidupan Anda sendiri. Jika dalam hal-hal yang sederhana Anda dapat mengendalikan diri, maka Anda pun akan dapat diandalkan untuk mengelola keuangan yang lebih besar lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulailah untuk membuat <em>budget <\/em>yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan jalanilah dengan kontrol yang baik. Bukan berarti Anda tidak dapat membeli hal-hal di luar kebutuhan pokok Anda, namun apabila Anda memang ingin membelinya maka lakukanlah perencanaan dan tepatilah sesuai dengan perencanaan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-38337\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/<\/em><em>MP Human Capital Development, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group<br \/>\n<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Manage Your Finances) Pernahkah Anda sepulang dari pusat perbelanjaan merasa menyesal karena membelanjakan hal-hal yang sebenarnya tidak Anda perlukan? Atau, pernahkah Anda pergi untuk mencari sebuah buku dan pulang dengan membawa peralatan tulis tambahan? Sering kali apa yang banyak orang sebutkan sebagai &#8220;lapar mata&#8221; membuat keuangan menjadi terganggu. Bahkan tidak hanya terganggu, melainkan dapat menjadi pemicu ketegangan dalam keluarga. Namun bukan berarti hal ini tidak dapat dihindari, asalkan Anda memang memiliki sebuah kontrol diri. Coba Anda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":141633,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,5,1051],"tags":[7341],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142369"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":142371,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142369\/revisions\/142371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}