{"id":14152,"date":"2013-07-22T16:43:06","date_gmt":"2013-07-22T09:43:06","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=14152"},"modified":"2013-07-22T16:43:06","modified_gmt":"2013-07-22T09:43:06","slug":"salah-satu-situs-apple-inc-dibajak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/07\/22\/salah-satu-situs-apple-inc-dibajak\/","title":{"rendered":"Salah Satu Situs Apple Inc Dibajak"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) &#8211; Apple Inc mengatakan bahwa sebuah situs milik mereka telah diretas. Beberapa informasi telah dicuri dari situs yang khusus melayani pengembang peranti lunak tersebut.<\/p>\n<p>Guna merespons serangan yang terjadi Kamis minggu lalu tersebut, Apple menyatakan tengah merombak sistem pengembangnya, dengan memperbarui <em>software<\/em> dan membangun kembali <em>database<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cMeski demikian, kami tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa nama pengembang, alamat surat menyurat, dan\/atau alamat <em>email<\/em> telah mereka dapatkan,\u201d tulis Apple.<\/p>\n<p>Apple mengatakan telah menutup situs tersebut pada Kamis dan terus merombaknya guna merespons serangan. \u201cAtas nama transparansi, kami ingin memberi tahu Anda masalah ini,\u201d ujar Apple.<\/p>\n<p>Perusahaan itu tidak mengatakan berapa banyak pengembang yang mungkin terkena peretasan. Jumlah pengembang yang telah terdaftar untuk membuat <em>software<\/em> bagi iPhone, iPad, dan komputer Mac rilisan Apple tercatat cukup banyak. Perusahaan mengatakan terdapat 275 ribu pengembang terdaftar bagi perangkat <em>mobile<\/em> buatannya.<\/p>\n<p>Situs khusus pengembang itu menyimpan <em>software<\/em> baru yang belum dirilis, teknologi untuk uji coba program baru, dan informasi seputar pembuatan aplikasi untuk sejumlah produk Apple. Kini Apple tengah menyelesaikan versi baru sistem operasi <em>mobile<\/em> iOS dan sistem operasi Mac.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Apple tidak menjelaskan kenapa situsnya tidak dapat diakses pada Kamis. Beberapa situs berita <em>online<\/em> melaporkan bahwa pengembang Apple mengatakan <em>password<\/em> mereka telah di-<em>reset<\/em>.<\/p>\n<p>Apple sebelum ini beruntung dapat menghindari peretasan yang belakangan banyak merugikan perusahaan lain. Contohnya Sony yang diserang pada 2011 oleh peretas yang berhasil mengakses lebih dari 100 juta akun pelanggannya. Kelompok peretas, seperti kelompok politik Internet bernama Anonymous, telah menyerang sistem sejumlah perusahaan lain seperti Nintendo dan situs milik pemerintah atau lembaga negara.<\/p>\n<p>Guna mencegah ancaman keamanan seperti ini terulang lagi, Apple menyatakan tengah \u201cmerombak sistem pengembang kami secara menyeluruh, memperbarui server <em>software<\/em>, dan membangun kembali seluruh <em>database<\/em>. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan karena penutupan situs ini dan kami berharap situs pengembang dapat beroperasi secepatnya.\u201d<\/p>\n<p>Apple menolak menyebutkan siapa penyerang mereka. Perusahaan itu pun tidak berkomentar mengenai apakah Apple telah bekerja sama dengan lembaga pemerintah atau tim investigasi eksternal.<\/p>\n<p>\u201cSitus yang diretas sama sekali tidak terkait dengan informasi pelanggan,\u201d ujar Tom Neumayr, humas Apple. \u201cLagi pula, informasi pelanggan terenkripsi dengan aman.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(FJ\/FJ-BL, WSJ)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) &#8211; Apple Inc mengatakan bahwa sebuah situs milik mereka telah diretas. Beberapa informasi telah dicuri dari situs yang khusus melayani pengembang peranti lunak tersebut. Guna merespons serangan yang terjadi Kamis minggu lalu tersebut, Apple menyatakan tengah merombak sistem pengembangnya, dengan memperbarui software dan membangun kembali database. \u201cMeski demikian, kami tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa nama pengembang, alamat surat menyurat, dan\/atau alamat email telah mereka dapatkan,\u201d tulis Apple. Apple mengatakan telah menutup situs tersebut pada Kamis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}