{"id":140597,"date":"2015-11-12T15:20:20","date_gmt":"2015-11-12T08:20:20","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=140597"},"modified":"2015-11-12T15:20:20","modified_gmt":"2015-11-12T08:20:20","slug":"attitude-dan-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/11\/12\/attitude-dan-mental\/","title":{"rendered":"Attitude dan Mental"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Empower People) Setiap orang yang mendengar tentang <em>attitude<\/em> berpikir bahwa <em>attitude<\/em> adalah sikap. Hal ini tidaklah salah sebab jika dicari di kamus, memang demikian definisi dari <em>attitude<\/em>. Sikap yang baik sering diartikan kebanyakan orang sebagai kesopansantunan. Namun <em>attitude <\/em>itu sendiri sebenarnya adalah cerminan dari pikiran, merupakan ekspresi, dan reaksi terhadap sesuatu yang terjadi yang melintas di pikiran kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi orang-orang yang \u201c<em>flat<\/em>\u201d, pendiam, dan cenderung tidak apa adanya, mungkin akan sangat sulit memperlihatkan ekspresinya. Sedangkan bagi orang-orang ekspresif, pikirannya seolah-olah terbaca oleh orang lain dengan mudah karena sangat langsung bertindak dan seringkali tanpa disaring.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Attitude<\/em> sendiri terdiri dari <em>attitude <\/em>yang negatif dan positif. Keduanya harus diteliti apakah ada pada diri seseorang. Seringkali tidak mudah untuk mengenal diri sendiri apakah memiliki yang positif atau yang negatif. Seseorang harus belajar mengenali dirinya sendiri agar dapat mengetahui apakah hal yang menjadi kekuatannya dan apa yang menjadi kekurangannya. Hal ini sangat penting karena apabila mereka tidak mengenali dirinya sendiri, mereka akan dapat terus menyimpan <em>attitude <\/em>negatif dan tidak membuangnya karena tidak mengenalinya sebagai <em>attitude<\/em> yang negatif. Sebaliknya, <em>attitude<\/em> positif dapat menjadi kekuatan yang luarbiasa untuk menapaki kesuksesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Attitude<\/em> tidak dapat berdiri sendiri, karena merupakan cerminan dari pikiran, maka <em>attitude<\/em> sangat bergantung pada mental seseorang. Mental sebenarnya adalah kekuatan pikiran kita. Jika kekuatan pikiran Anda adalah positif maka <em>attitude y<\/em>ang muncul ke permukaan akan positif sebaliknya bila kekuatan pikiran Anda negatif maka <em>attitude <\/em>Anda akan menjadi negatif. Anda harus benar-benar memperhatikan bahwa apa pun yang manusia lakukan bergantung pada apa yang ada di pikirannya, pada apa yang ada di otaknya. Itu sebabnya sangat penting untuk memperhatikan apa yang Anda masukkan ke pikiran Anda setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda sangat ingin untuk menjadi orang yang positif, masukkanlah hal-hal yang baik dalam pikiran Anda. Hal ini tertentu sangat bergantung pada beberapa hal seperti:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Lingkungan Anda, disini termasuk keluarga, tetangga, teman-teman pergaulan sehari-hari, teman kantor dan semua yang berinteraksi dengan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Pendidikan. Semakin Anda teredukasi yang baik maka akan menentukan <em>attitude<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Latar belakang keyakinan\/agama. Poin ini sangat penting dan sangat kuat membangun kekuatan pikiran Anda dan menentukan perbuatan Anda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Apa yang Anda baca, lihat, tonton, dengar. Semua yang Anda dapatkan melalui panca indera Anda akan membentuk Anda. Karena itu waspada dengan bacaan di internet, berita, dan lainnya yang dapat membentuk dan mempengaruhi pola pikir Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya hindari lingkungan yang negatif, teman yang suka bergosip, orang-orang yang memberontak, memiliki kebiasaan-kebiasaaan buruk dan sebagainya. Pilihlah baik-baik dengan siapa Anda berteman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda mau sukses, mulailah dengan memiliki <em>attitude <\/em>yang baik dan sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-49296\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg\" alt=\"Vera Herlina\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Vera-Herlina-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><\/em><em>Vera Herlina\/VMN\/BL\/<\/em><em>CEO of Management Soft Skill Academies Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Empower People) Setiap orang yang mendengar tentang attitude berpikir bahwa attitude adalah sikap. Hal ini tidaklah salah sebab jika dicari di kamus, memang demikian definisi dari attitude. Sikap yang baik sering diartikan kebanyakan orang sebagai kesopansantunan. Namun attitude itu sendiri sebenarnya adalah cerminan dari pikiran, merupakan ekspresi, dan reaksi terhadap sesuatu yang terjadi yang melintas di pikiran kita. Bagi orang-orang yang \u201cflat\u201d, pendiam, dan cenderung tidak apa adanya, mungkin akan sangat sulit memperlihatkan ekspresinya. Sedangkan bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":86813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140597"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140597"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140599,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140597\/revisions\/140599"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}