{"id":140595,"date":"2015-11-12T15:52:36","date_gmt":"2015-11-12T08:52:36","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=140595"},"modified":"2015-11-12T15:52:36","modified_gmt":"2015-11-12T08:52:36","slug":"gelas-merah-polos-starbucks-menuai-protes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/11\/12\/gelas-merah-polos-starbucks-menuai-protes\/","title":{"rendered":"Gelas Merah Polos Starbucks Menuai Protes"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Global News) Natal selalu identik dengan warna merah. Warna ini jugalah yang sering kali dipakai perusahaan pada brand-nya pada bulan terakhir setiap tahunnya. Begitu juga yang dilakukan oleh Starbucks setiap tahunnya. Sejak tahun 1997, biasanya Starbucks akan mengeluarkan gelas kertas yang berbeda pada beberapa waktu menjelang hari Natal setiap tahunnya. Apakah itu warna merah yang disertai dengan gambar ornamen-ornamen natal seperti kepingan salju, rusa, atau ornamen lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Starbucks-Merah.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-140601\" src=\"http:\/\/blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Starbucks-Merah.jpg\" alt=\"Starbucks Merah\" width=\"750\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Starbucks-Merah.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Starbucks-Merah-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"Yet Starbucks' stark new holiday coffee cup has set off complaints that the chain is making war on Christmas.\n\n\">Namun tahun ini, Starbucks sedikit berbeda dengan mengeluarkan gelas merahnya namun\u00a0 tanpa ornamen natal. Bukan tanpa alasan Starbucks memilih desain ini, yaitu dengan memegang desain minimalis, warna merah nan cerah dengan logo Starbucks yang berwarna hijau.<\/span><span title=\"The outcry - which gained in intensity after Donald Trump suggested boycotting the coffee chain - illustrates the fine line companies must walk during the all-important holiday season: They want to stand out from their competitors, but not go so far as to offend or unsettle\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eksekutif Starbucks juga mengatakan bagaimana mereka ingin merangkul &#8220;kesederhanaan dan ketenangan&#8221; serta menunjukkan bagaimana &#8216;warung kopi&#8217; juga memberikan dukungan selama musim liburan. Perusahaan juga mengingatkan pelanggan bahwa perusahaan menjual kopi Christmas Blend seperti biasa pada tahun ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun siapa sangka, bahwa kemunculan gelas merah polos ini malah menuai kontra. Para pelanggan Starbucks berlomba-lomba menumpahkan isi hatinya pada media sosial oleh karena mereka tidak dapat menemukan satu ornamen natal pun pada gelas merah yang telah dinantikannya selama satu tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi Starbucks oleh karena pada saat semua bran melakukan hal yang sama yaitu mengeluarkan semua yang berbau natal, Starbucks melakukannya dengan cara yang berbeda. Walaupun tetap ada juga mereka yang tidak mempermasalahkan penampilan polos gelas Starbucks kali ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"If you push too far with distinctiveness, you might end up ruffling feathers.''\n\n\">Memang tidak semua Starbucks mengalami yang demikian, salah satunya sebuah cabang Starbucks di pusat kota Los Angeles yang telah memajang berbagai dekorasi natal, maka penampilan gelas merah polos milik Starbucks tidak terlalu dipermasalahkan, demikian seperti dilansir oleh VOAnews. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun demikian sangat penting untuk dapat menggarisbawahi pentingnya sebuah bran di mata seluruh pelanggan. Walaupun belum terbukti apakah penampilan gelas Starbucks kali ini akan mempengaruhi angka penjualannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : flickr &#8211; <a class=\"owner-name truncate\" title=\"Go to Chris Jones's photostream\" href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/chrisjones\/5259191205\/\" data-rapid_p=\"44\" data-track=\"attributionNameClick\">Chris Jones, <\/a><a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/schoeters\/3155577183\/\">Simon Schoeters<\/a><\/p>\n<div id=\"yui_3_16_0_1_1447316268684_725\" class=\"view follow-view clear-float photo-attribution\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_16_0_1_1447316268684_724\" class=\"view attribution-view requiredToShowOnServer clear-float photo-attribution\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Global News) Natal selalu identik dengan warna merah. Warna ini jugalah yang sering kali dipakai perusahaan pada brand-nya pada bulan terakhir setiap tahunnya. Begitu juga yang dilakukan oleh Starbucks setiap tahunnya. Sejak tahun 1997, biasanya Starbucks akan mengeluarkan gelas kertas yang berbeda pada beberapa waktu menjelang hari Natal setiap tahunnya. Apakah itu warna merah yang disertai dengan gambar ornamen-ornamen natal seperti kepingan salju, rusa, atau ornamen lainnya. Namun tahun ini, Starbucks sedikit berbeda dengan mengeluarkan gelas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":140609,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1049],"tags":[1669],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140595"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140595"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140611,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140595\/revisions\/140611"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/140609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}