{"id":140321,"date":"2015-11-11T15:55:03","date_gmt":"2015-11-11T08:55:03","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=140321"},"modified":"2015-11-11T15:55:03","modified_gmt":"2015-11-11T08:55:03","slug":"kesetaraan-gender-di-level-eksekutif-akan-menjadi-faktor-kompetitif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/11\/11\/kesetaraan-gender-di-level-eksekutif-akan-menjadi-faktor-kompetitif\/","title":{"rendered":"Kesetaraan Gender di Level Eksekutif akan Menjadi Faktor Kompetitif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge Journal &#8211; Manage Your Business) Sebuah survei yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit (EIU) dalam sebuah riset berjudul &#8220;Gender Equality in the Executive Ranks: A Paradox \u2014 The Journey to 2030&#8221; menyimpulkan bahwa kesetaraan gender merupakan <em>emerging driver <\/em>bagi reputasi perusahaan dan akan menjadi lebih <em>powerful <\/em>pada tahun-tahun mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut penelitian yang dilakukan pada 327 eksekutif dari 55 pasar global ini maka hampir tiga perempat dari eksekutif global (73%) percaya bahwa kesetaraan gender pada level senior eksekutif akan dicapai pada tahun 2030. Namun, sebagian besar senior eksekutif (56%) melaporkan bahwa perusahaan mereka tidak memiliki tujuan secara spesifik untuk mencapai kesetaraan gender, dan hanya 39% dari senior eksekutif tersebut melaporkan keragaman gender dalam senior manajemen sebagai prioritas bisnis yang tinggi, berada pada peringkat ketujuh di antara 10 prioritas.<\/p>\n<p>&#8220;Gender Equality in the Executive Ranks: A Paradox \u2014 The Journey to 2030&#8221; mengidentifikasi bahwa adanya dorongan untuk kesetaraan gender akan menjadikan hal ini sebagai agenda kepemimpinan perusahaan dan membawa perusahaan untuk mencapai keseimbangan gender. Survei ini juga meneliti peran kelompok perusahaan dan pemimpin serta memberikan pedoman untuk mencapai kesetaraan gender, sebuah kerangka yang dapat ditindaklanjuti untuk membangun reputasi kesetaraan gender.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Riset ini pun tidak hanya mengkonfirmasikan bahwa perusahaan dengan lebih banyak perempuan pada posisi senior eksekutif\u00a0 melaporkan kinerja keuangan yang lebih kuat, tetapi juga reputasi dan keuntungan merek yang signifikan. Namun, meskipun tujuh dari 10 eksekutif global baik lai-laki maupun perempuan berpikir bahwa sangat penting bahwa CEO dapat juga dipegang oleh seorang wanita, tetapi jumlah CEO wanita masih terhitung sangat kecil. Hanya 5% dari perusahaan yang termasuk pada US FORTUNE 500 dan 4% dari perusahaan FTSE yang dipimpin oleh seorang perempuan. Secara global, hanya 9% dari CEO dan <em>managing directors<\/em>\u00a0 adalah perempuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Riset ini pun memberikan langkah-langkah untuk dapat mencapai kesetaraan gender.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mentaati Pemimpin.<\/strong><br \/>\nAdanya kemajuan dalam kesetaraan gender oleh para pimpinan akan diikuti oleh semua lapisan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diperlukan dukungan CEO.<\/strong><br \/>\nSeorang CEO yang mendukung kesetaraan gender pada level senior akan membuat adanya komitmen seluruh organisasi. Sebaliknya, CEO yang tidak aktif mendukung hal ini akan mengirimkan pesan bahwa kesetaraan gender bukanlah prioritas. Oleh karena itu penting untuk mengkomunikasikan hal ini secara internal. Pada saat mempersiapkan suksesi para pejabat tinggi maka CEO harus juga membuka kesempatan bagi para wanita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Nilailah para talent yang Anda miliki.<\/strong><br \/>\nPerang talent itu nyata dan perusahaan tidak lagi dapat bersikap memihak salah satu gender jika ingin lebih kompetitif. Pertama, organisasi harus mengenali dengan cara apa mereka dapat dianggap mengucilkan wanita. Kedua, eksekutif laki-laki perlu lebih memahami alasan yang <em>tangible<\/em> dan <em>intangible<\/em> untuk membawa lebih banyak perempuan pada tim eksekutif dan mempertahankan mereka. Ketiga, organisasi perlu menanggapi hal ini dengan menerapkan <em>equal pay for equal work<\/em>. Hal yang terakhir adalah mengatasi ketidaksetaraan gender.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Media untuk melakukan akselerasi. Abaikan risiko Anda sendiri.<\/strong><br \/>\nWalaupun kesetaraan gender mungkin tidak ada pada bagian atas agenda perusahaan pada tahun ini, para pemimpin disarankan untuk memperhatikan bagaimana opini publik sedang berubah dan bagaimana media mencatat setiap argumen untuk perubahan. Perusahaan yang cerdas akan mengangkap hal ini dan ikut memberikan suara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lakukan komunikasi dan jangan berdalih.<\/strong><br \/>\nHal ini akan terus dibicarakan media. Terlepas dari apakah perusahaan pada spektrum keragaman gener, maka pesaing akan selalu berupaya mengambil keuntungan dari prestasi mereka sendiri dan berupaya untuk menjadi penggerak pertama. Karena itu cobalah untuk mengkomunikasikan nilai-nilai perusahaan dan komitmen baik secara internal dan eksternal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengembangkan kepemimpinan perempuan.<\/strong><br \/>\nHanya melihat wajah perempuan ada pada halaman web tim eksekutif dapat memberikan image yang berbeda. Pengaruh Visual memainkan peran penting dalam <em>branding. <\/em>Karena itu lakukanlah pengembangakan kepemimpinan para wanita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Buatlah scorecard yang mendukung kesetaraan gender.<\/strong><br \/>\nKesetaraan gender memiliki semua tanda-tanda akan menjadi faktor mendorong yang populer pada masa yang akan datang. Hal ini dapat disamakan dengan bagaimana populernya \u201c<em>best place to wor<\/em>k\u201d. Hal ini tentu saja akan menimbulkan sebuah persaingan yang sengit yang harus diantisipasi sejak sekarang dalam bentuk Scorecard. Bilama ekonomi global membaik maka perang <em>talent <\/em>akan meluas ke negara-negara di seluruh dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gunakan metode <em>storytelling.<\/em><\/strong><br \/>\nOrganisasi perlu membuat kasus yang jelas dan menarik untuk mendukung kesetaraan gender.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge Journal &#8211; Manage Your Business) Sebuah survei yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit (EIU) dalam sebuah riset berjudul &#8220;Gender Equality in the Executive Ranks: A Paradox \u2014 The Journey to 2030&#8221; menyimpulkan bahwa kesetaraan gender merupakan emerging driver bagi reputasi perusahaan dan akan menjadi lebih powerful pada tahun-tahun mendatang. Menurut penelitian yang dilakukan pada 327 eksekutif dari 55 pasar global ini maka hampir tiga perempat dari eksekutif global (73%) percaya bahwa kesetaraan gender pada level senior eksekutif akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":124523,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927,7469],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140321"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140321"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140329,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140321\/revisions\/140329"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}