{"id":135187,"date":"2015-10-08T19:43:24","date_gmt":"2015-10-08T12:43:24","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=135187"},"modified":"2015-10-08T19:43:24","modified_gmt":"2015-10-08T12:43:24","slug":"penemuan-perbaikan-dna-dapatkan-hadiah-nobel-kimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/10\/08\/penemuan-perbaikan-dna-dapatkan-hadiah-nobel-kimia\/","title":{"rendered":"Penemuan Perbaikan DNA Dapatkan Hadiah Nobel Kimia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) <span title=\"Over the last decade, the Nobel Prize in Chemistry has often gone to biochemistry, which to chemists is only sort-of real science.\">Selama dekade terakhir, Penghargaan Nobel dalam ilmu Kimia sering kali jatuh pada biokimia, sedangkan kimia hanya semacam-ilmu nyata. Begitu juga dengan pengumuman yang baru saja diberikan sebagai pemenang penghargaan Nobel pada tahun ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span title=\"The winners: three scientists who parsed the molecular mechanisms that drive the repair of damaged DNA.\">Tiga orang ilmuwan yang menguraikan mekanisme molekuler yang telah mendorong perbaikan DNA yang rusak atau asam deoksiribosa nukleat yang merupakan tempat penyimpanan informasi genetik. Dalam hal ini, ketiga ilmuwan telah berkontribusi menambah pengetahuan manusia terkait bagaimana mempelajari fungsi sel hidup. Mereka adalah ilmuwan yang berasal dari Swedia (Tomas Lindahl), Amerika Serikat (Paul Modrich), dan Turki (Aziz Sancar). Mereka juga memperoleh hadiah Nobel senilai delapan juta kronor Swedia atau sekitar 960 ribu dolar AS, demikian seperti dilansir oleh Reuters.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pemenang Nobel Kimia 2015 ini memang telah dikenal dengan komitmennya dalam melakukan studi soal DNA. Dari ketiga peneliti ini, Tomas Lindahl (77) adalah yang paling senior, ia adalah pemimpin Institut<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Francis Crick dan juga direktur kehormatan lembaga penelitian kanker di Balai Laboratorium Clare, Inggris. Sedangkan Paul Modrich (69) asal AS, merupakan peneliti di Institut Kedokteran Howard Hughes dan juga guru besar di Duke University School of Medicine, Durham, North Carolina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Aziz Sancar (69 tahun) yang memiliki dua kewarganegaraan yaitu AS dan Turki itu, dikenal sebagai guru besar di Sekolah Kedokteran University of North Carolina, Chapel Hill, North Carolina, AS.<span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"> <span title=\"Time for a new classification scheme, Stockholm?\">Sancar mengatakan\u00a0 ilmu tentang perbaikan DNA sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan kanker akibat matahari, asap rokok dan polusi industrial, atau semua hal yang menyebabkan kanker dengan merusak DNA.<br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Selama dekade terakhir, Penghargaan Nobel dalam ilmu Kimia sering kali jatuh pada biokimia, sedangkan kimia hanya semacam-ilmu nyata. Begitu juga dengan pengumuman yang baru saja diberikan sebagai pemenang penghargaan Nobel pada tahun ini. Tiga orang ilmuwan yang menguraikan mekanisme molekuler yang telah mendorong perbaikan DNA yang rusak atau asam deoksiribosa nukleat yang merupakan tempat penyimpanan informasi genetik. Dalam hal ini, ketiga ilmuwan telah berkontribusi menambah pengetahuan manusia terkait bagaimana mempelajari fungsi sel hidup. Mereka adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":64540,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[5787,7289],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135187"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135187"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":135193,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135187\/revisions\/135193"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}