{"id":134622,"date":"2015-10-06T15:15:39","date_gmt":"2015-10-06T08:15:39","guid":{"rendered":"http:\/\/blj.co.id\/?p=134622"},"modified":"2015-10-06T15:15:39","modified_gmt":"2015-10-06T08:15:39","slug":"entrepreneur-tips-kesalahan-fatal-para-startup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/10\/06\/entrepreneur-tips-kesalahan-fatal-para-startup\/","title":{"rendered":"Entrepreneur Tips: Kesalahan Fatal para Startup"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Bagi para <em>startup, <\/em>melakukan kesalahan adalah hal yang biasa, bahkan demikianlah kecenderungannya. Oleh karena pengalaman yang minim maka kesalahan pun dapat saja terjadi. Prinsipnya adalah bagaimaan para <em>startup <\/em>dapat belajar dari kesalahan yang pernah dilakukannya dan bagaimana untuk tidak melakukannya untuk kali yang kedua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun walau demikian, adalah penting apabila para <em>startup<\/em> dapat mengidentifikasi hal-hal apa dan kesalahan yang bagaimana yang pada umumnya terjadi, sehingga akan meminimalkan kesalahan yang dapat terjadi. Coba pelajari kesalahan-kesalahan fatal di bawah ini supaya Anda dapat menghindarinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Selalu mempertanyakan apakah keputusan Anda adalah keputusan yang tepat.<br \/>\nMerasa takut dan gentar saat memulai bisnis merupakan hal yang sering terjadi. Takut untuk gagal, takut untuk melakukan kesalahan, takut keliru untuk memilih, dan banyak variabel lainnya yang juga dapat dirasakan mereka yang sudah memiliki pengalaman berbisnis namun sedang akan melakukan terobosan-terobosan yang baru. Tetapi perlu sekali untuk merasa PD (percaya diri) dengan keputusan yang Anda ambil. Bukankah Anda sudah memikirkannya matang-matang sebelum memutuskan untuk berbisnis bukan? Jika Anda sendiri merasa tidak PD, lalu apalagi mereka yang akan berbisnis dengan Anda, atau para investor, pelanggan, atau karyawan Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mensiasatinya, maka katakanlah kepada diri Anda, jika mereka yang telah mendahului Anda memasuki dunia bisnis dapat berhasil, maka berarti Anda juga dapat berhasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Bermimpi lebih dari kenyataan seorang <em>startup.<\/em><br \/>\nAnda tentu merasakan perasaan yang luar biasa saat pertama kali mendapatkan klien apalagi ini merupakan klien yang besar. Ini momen yang spesial dan mungkin Anda ingin merayakannya. Tidak ada yang salah. Namun sering kali hal ini membuat banyak <em>startup <\/em>bermimpi untuk segera menjadi besar seperti Facebook atau nama-nama besar lainnya. Tidak ada salahnya memiliki mimpi yang besar, namun adalah penting untuk memiliki rencana yang konkret, target yang terukur. Penting untuk menjadi realistis sesuai dengan parameter yang dimiliki sebagai seorang <em>startup<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Tidak memanfaatkan <span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"3. Lacking a social-media presence \">media sosial<br \/>\n<\/span><span title=\"It's upsetting how often I see startups avoid social media, considering how easily it can be fixed.\">Anda tidak mengindari media sosial? Ini kesalahan besar. Seberapa gaptek-nya Anda, Anda harus hidup dengan media sosial pada zaman sekarang ini. Belajarlah dari kisah sukses para\u00a0<em>startup\u00a0<\/em>lainnya. Anda harus terbiasa dengan <\/span><span title=\"Facebook, Twitter, LinkedIn -- whatever medium you prefer -- create an account for your brand and use the platform to engage with others.\">Facebook, Twitter, LinkedIn, Instagram, dan media sosial lainnya. Anda harus belajar membuat akun yang menarik dan lakukanlah dengan konsisten, ini merupakan dua hal yang harus Anda terapkan dalam dunia media sosial. Satu hal lagi yang harus Anda tanamkan di benak Anda, jangan harapkan sesuatu yang <em>instant<\/em> dari media sosial, lakukan saja dengan konsisten maka Anda akan melihat hasilnya.<br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span class=\"hps\">4.<\/span> <span class=\"hps\">Mengharapkan<\/span> <span class=\"hps\">sesuatu<\/span> <span class=\"hps\">turun dari langit begitu saja<\/span><br \/>\n<span class=\"hps\">Menjadi<\/span> <span class=\"hps\">seorang <em>startup <\/em>tentu akan membutuhkan\u00a0<\/span><span class=\"hps\">bantuan orang lain. Jangan berpikir bahwa Anda dapat membangun sebuah kerajaan dengan melakukannya seorang diri. Jangan berpikir bahwa Anda akan mendapatkan kejayaan dengan begitu saja. Memulai sebuah bisnis<\/span> akan <span class=\"hps\">membutuhkan<\/span> <span class=\"hps\">lebih banyak kerja<\/span> <span class=\"hps\">daripada kata-kata. Jika teman-teman Anda akan pergi bersenang-senang pada akhir pekan, maka mungkin saat itu justru Anda perlu bekerja lebih keras lagi.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"5. Not taking advice \">5. Tidak meminta saran<br \/>\nPenting untuk<\/span><span title=\"You can't expect anything to be handed to you, but on the other hand, going solo all but guarantees failure.\"> m<\/span><span title=\"Have a mentor.\">emiliki mentor. <\/span><span title=\"Even if you have no idea who to consult, keep networking, making connections and reaching out to people.\">Bahkan jika Anda tidak tahu pada siapa Anda dapat berkonsultasi, lakukanlah banyak <em>networking <\/em>pada\u00a0sebanyak-banyaknya orang yang dapat Anda jangkau. <\/span><span title=\"You'll amass a wealth of knowledge and insight as you continue to develop connections that'll prove to be invaluable time and time again.\">Anda akan mengumpulkan banyak kekayaan berupa pengetahuan dan wawasan untuk terus mengembangkan hubungan yang kelak akan terbukti sangat berharga pada suatu waktu. <\/span><span title=\"Not only have you learned from vetted entrepreneurs, you've built a relationship that'll continue to grow for years. \">Masih bingung bagaimana mendapatkan mentor? Tidak ada salahnya untuk mulai berbincang dengan mereka yang Anda temui tiap-tiap hari. Entah saat Anda sedang menyantap makan siang Anda, pada saat Anda berpergian, atau bahkan pada saat Anda menunggu di pertokoan. Namun apabila Anda tetap belum memiliki mentor, penting bagi Anda untuk membaca: <a href=\"http:\/\/blj.co.id\/2015\/09\/29\/entrepreneur-tips-jika-anda-tidak-memiliki-mentor\/\">Entrepreneur Tips: Jika Anda Tidak Memiliki Mentor<\/a>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span title=\"It\u2019s a win-win situation for everyone involved.\">Bagaimana sekarang? Apakah sudah semakin percaya diri untuk memulai bisnis?<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/<\/em><em>Managing Partner Human Capital Development<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Bagi para startup, melakukan kesalahan adalah hal yang biasa, bahkan demikianlah kecenderungannya. Oleh karena pengalaman yang minim maka kesalahan pun dapat saja terjadi. Prinsipnya adalah bagaimaan para startup dapat belajar dari kesalahan yang pernah dilakukannya dan bagaimana untuk tidak melakukannya untuk kali yang kedua. Namun walau demikian, adalah penting apabila para startup dapat mengidentifikasi hal-hal apa dan kesalahan yang bagaimana yang pada umumnya terjadi, sehingga akan meminimalkan kesalahan yang dapat terjadi. Coba pelajari kesalahan-kesalahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":112667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,17,1051],"tags":[7247,4949],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134622"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134622"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134623,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134622\/revisions\/134623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}