{"id":133667,"date":"2015-09-30T16:45:02","date_gmt":"2015-09-30T09:45:02","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=133667"},"modified":"2015-09-30T17:04:21","modified_gmt":"2015-09-30T10:04:21","slug":"management-tips-menyingkirkan-gangguan-pikiran-untuk-tetap-dapat-fokus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/09\/30\/management-tips-menyingkirkan-gangguan-pikiran-untuk-tetap-dapat-fokus\/","title":{"rendered":"Management Tips: Menyingkirkan Gangguan Pikiran untuk Tetap dapat Fokus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Dunia kerja sekarang tidak lagi dapat dibandingkan dengan dunia kerja 20 &#8211; 30 tahun yang lalu, saat komputer menjadi barang yang langka di perkantoran, tidak ada gadget yang kita miliki seperti sekarang ini, apalagi media sosial. Sangat mudah bagi semua orang untuk duduk di belakang meja dengan sangat fokus sambil menekan tuts-tuts mesin tik mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandingkan dengan masa sekarang, yang saya jamin Anda akan sangat mudah mendapatkan para pekerja di sekitar Anda sedangber-<em>gadget <\/em>ria sambil terkadang tersenyum sendiri. Hal ini tidak dapat ditutupi bahwa saat ini ada banyak hal yang dapat menggangu keefektifan bekerja. Bukan hanya suara email yang berdentang denting di <em>gadget, <\/em>berbagai pesan singkat baik lewat BBM, WA, ataupun Line, ataupun berbagai <em>posting<\/em>-an rekan Anda di instagram, facebook, atau media sosial lainnya yang mengulik keingin tahuan Anda. Tidak terasa, semua itu telah menjadi penghambat keefektifan Anda dalam bekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi tidak hanya masalah <em>gadget<\/em> dan media sosial, sebenarnya ada beberapa <em>mindset <\/em>yang harus Anda singkirkan untuk dapat tetap fokus pada pekerjaan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa tips untuk menyingkirkan kendala dalam pekerjaan Anda sehari-hari:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Tentukan <em>deadline<\/em> yang lebih singkat<br \/>\nSaya percaya bahwa sebagian besar pekerja akan mulai mengerjakan pekerjaan dan berjuang untuk menyelesaikannya ketika <em>deadline<\/em> telah di depan mata. Hal ini seolah-olah telah terprogram pada pikiran Anda. Apabila Anda memiliki\u00a0<em>deadline <\/em>5 hari kerja, maka Anda akan mulai mengerjakannya pada hari yang ke-3. Kalau begitu, buatlah pola yang berbeda. Jika Anda memiliki <em>deadline\u00a0<\/em>1 jam, maka taruhlah pada pikiran Anda bahwa Anda harus menyelesaikannya dalam 40 menit, dan seterusnya.<\/p>\n<p>2. Tinjau produktivitas Anda pada akhir hari<br \/>\nSebelum Anda memulai sebuah hari buatlah daftar 3-5 hal yang paling penting yang Anda harus capai pada hari itu. Kemudian lakukanlah evaluasi bilamana Anda telah menjadi begitu produktif dengan menyelesaikan semua hal tersebut. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa Anda tidak &#8216;betah&#8217; melihat pekerjaan yang tidak selesai-selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Buatlah daftar &#8220;stop doing&#8221;<br \/>\nMembuat &#8216;to do&#8217; list adalah sesuatu yang sudah biasa Anda lakukan. Tetapi bagaimana dengan daftar hal-hal apa yang harus Anda hentikan dalam hari-hari kerja Anda yang dapat menggangu Anda atau rekan kerja Anda. Cobalah membuatnya untuk kemudian mematuhinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span class=\"hps\">4.<\/span> Biasakan meniadakan <span class=\"hps\">gangguan<\/span> <span class=\"hps\">internal dalam pikiran<\/span><br \/>\nHal ini biasanya merupakan hal yang Anda buat sendiri. Misalnya saja, Anda belum membeli keperluan rumah Anda. Bisa-bisa Anda akan memikirkannya sepanjang hari sehingga menggangu konsentrasi kerja Anda. Lebih baik Anda telah membuat apa saja yang Anda butuhkan pada awal hari, kemudian menyimpannya untuk Anda kerjakan setelah waktu bekerja selesai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Meditasi akan membantu Anda untuk fokus<br \/>\nMungkin kedengarannya klise, tetapi hal ini dapat Anda uji. Apabila Anda semakin terlatih untuk melakukan meditasi maka Anda akan semakin mudah untuk dapat fokus dan membuat segala gangguan pada pikiran Anda.<\/p>\n<p>6. Mengubah suasana hati Anda dengan musik khusus<br \/>\nPernahkah mendengar tentang <em>brain entrainment<\/em>? Ini praktek mendengarkan serangkaian nada diformulasikan khusus dan ketukan yang telah terbukti berperan pada perilaku tertentu dan pola pikir. Tidak ada salahnya untuk memiliki daftar musik yang &#8216;ramah&#8217; yang dapat membantu Anda untuk fokus.<\/p>\n<p>7. Buanglah pemicu hilangnya konsentrasi<br \/>\nSetiap kali Anda kehilangan fokus pada aktivitas tertentu, dibutuhkan rata-rata 25 menit untuk mendapatkan kembali konsentrasi Anda. Jika Anda tidak cukup beruntung untuk memiliki ruangan sendiri sehingga dapat berkonsentrasi, maka Anda dapat membuat sistematika yang membantu Anda membuang semua yang dapat menggangu Anda seperti menonaktifkan pesan sosial media untuk sementara waktu, dan sebagainya. Sehingga Anda tetap dapat berkonsentrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : Business Lounge<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Dunia kerja sekarang tidak lagi dapat dibandingkan dengan dunia kerja 20 &#8211; 30 tahun yang lalu, saat komputer menjadi barang yang langka di perkantoran, tidak ada gadget yang kita miliki seperti sekarang ini, apalagi media sosial. Sangat mudah bagi semua orang untuk duduk di belakang meja dengan sangat fokus sambil menekan tuts-tuts mesin tik mereka. Bandingkan dengan masa sekarang, yang saya jamin Anda akan sangat mudah mendapatkan para pekerja di sekitar Anda sedangber-gadget ria sambil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":124702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927,4885],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133667"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=133667"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":133671,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/133667\/revisions\/133671"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=133667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=133667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=133667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}