{"id":131241,"date":"2015-09-15T15:24:16","date_gmt":"2015-09-15T08:24:16","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=131241"},"modified":"2015-09-15T15:24:16","modified_gmt":"2015-09-15T08:24:16","slug":"belum-mendapat-pemimpin-yang-pas-nintendo-pilih-ceo-baru-sebagai-caretaker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/09\/15\/belum-mendapat-pemimpin-yang-pas-nintendo-pilih-ceo-baru-sebagai-caretaker\/","title":{"rendered":"Belum Mendapat Pemimpin yang &#8216;Pas&#8217;, Nintendo Pilih CEO Baru sebagai Caretaker"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Setelah kabar duka atas kepergian CEO Nintendo,\u00a0Satoru Iwata pada Juli yang lalu, (Baca:\u00a0 <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/13\/ceo-nintendo-tutup-usia\/\">CEO Nintendo Tutup Usia<\/a>), kini perusahaan <em>video game<\/em> ini bersiap di bawah pimpinan CEO baru, Tatsumi Kimishima sejak Senin (14\/9) kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tatsumi Kimishima adalah seorang mantan bankir yang kemudian bekerja menangani operasional pada perusahaan <em>video game<\/em> ini.<em>\u00a0<\/em>Memang ia berbeda dengan Iwata yang adalah seorang <em>game developer. <\/em>Namun demikian Kimishima diharapkan mampu membawa Nintendo mengejar pegeseran strategis yang sebelumnya telah dimulai oleh Iwata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awal tahun ini, perusahaan membuat kesepakatan dengan DeNA Co dari Jepang untuk mengembangkan <em>game<\/em> untuk smartphone yang saat ini tumbuh dengan cepat yang mempengaruhi meredupnya kejayaan Nintendo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Berfungsi Sebagai Caretaker<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kimishima memang tidak memiliki keahlian seperti Iwata, namun ia telah memiliki kedekatan dengan Iwata untuk waktu yang cukup lama, sehingga Kimishima dianggap pilihan yang tepat untuk melaksanakan langkah-langkah yang sebelumnya telah ditata oleh Iwata, demikian seperti dilansir oleh WSJ. Selain itu Kimishima juga pernah menjadi kepala Nintendo of America. Dia selalu muncul secara teratur pada konferensi pers dan pertemuan analis dengan Iwata, tapi dia lebih banyak diam kecuali ketika menjelaskan masalah keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kimishima dipandang cocok untuk dapat menjalankan fungsi sebagai <em>caretaker <\/em>sampai Nintendo menemukan generasi yang baru yang dapat memimpin Nintendo. Karena itu, untuk membantu Kimishima, perusahaan juga mengangkat dua eksekutif lama lainnya, Shigeru Miyamoto dan Genyo Takeda, dengan peran baru sebagai orang yang masing-masing bertanggung jawab atas perangkat lunak dan perangkat keras. Miyamoto adalah pencipta waralaba seperti Donkey Kong, Mario, dan Zelda, sementara Takeda, seorang insinyur, memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis konsol perusahaan. Pengangkatan Kimishima diumumkan sehari setelah peringatan 30 tahun diperkenalkannya Mario <em>game. <\/em><\/p>\n<p>Pada konferensi pers di Osaka, Jepang pada Senin (14\/9), Kimishima mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak akan melakukan perubahan dalam strategi dan akan bekerja untuk mengembangkan bakat para generasi muda Nintendo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Nintendo Kembali Bangkit<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak Februari lalu, harga saham perusahaan telah lebih dari dua kali lipat di tengah maraknya <em>mobile game<\/em> dan perubahan lainnya. Sebelumnya, Nintendo memang telah berjuang selama beberapa tahun sehubungan dengan penurunan bisnis konsol, dan dengan adanya persaingan dengan Sony Corp dan Microsoft Corp yang muncul dnegan <em>game smartphone<\/em>.<\/p>\n<p>Di tengah perjuangan Nintendo, perusahaan pun harus menerima kenyataan bahwa sang pemimpin harus meninggalkan perjuangannya. Iwata selama kepemimpinannya sangat yakin tentang masa depan konsol hingga Nintendo memiliki <em>game <\/em>yang baru yang sedang dikembangkan dengan nama kode NX. Tetapi tiba-tiba secara mengejutkan Nintendo dengan kemitraannya bersama DeNA untuk menciptakan sebuah <em>platform game<\/em> untuk smartphone dengan karakter-karakter yang terkenal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kimishima juga kembali melanjutkan kesepakatan yang telah dibuat Iwata untuk membawa karakter untuk tema taman Universal Studios.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baca juga: <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/13\/8-karakter-pemimpin-yang-membawa-satoru-iwata-pada-kesuksesan\/\">8 Karakter Pemimpin yang Membawa Satoru Iwata Pada Kesuksesan.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage :Nintendo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Setelah kabar duka atas kepergian CEO Nintendo,\u00a0Satoru Iwata pada Juli yang lalu, (Baca:\u00a0 CEO Nintendo Tutup Usia), kini perusahaan video game ini bersiap di bawah pimpinan CEO baru, Tatsumi Kimishima sejak Senin (14\/9) kemarin. Tatsumi Kimishima adalah seorang mantan bankir yang kemudian bekerja menangani operasional pada perusahaan video game ini.\u00a0Memang ia berbeda dengan Iwata yang adalah seorang game developer. Namun demikian Kimishima diharapkan mampu membawa Nintendo mengejar pegeseran strategis yang sebelumnya telah dimulai oleh Iwata. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":131263,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,6700],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131241"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131241"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131265,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131241\/revisions\/131265"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}