{"id":128915,"date":"2015-09-02T13:58:26","date_gmt":"2015-09-02T06:58:26","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=128915"},"modified":"2015-09-02T18:00:57","modified_gmt":"2015-09-02T11:00:57","slug":"bangga-berbahasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/09\/02\/bangga-berbahasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Bangga Berbahasa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Apa yang salah dengan berbahasa Indonesia? Akhir-akhir ini, banyak pihak yang mengadakan pertemuan dan melangsungkannya dalam bahasa Inggris, baik itu seminar, <em>rapat<\/em>, pelatihan, atau pun pertemuan bisnis. Padahal pertemuan tersebut diadakan di Indonesia, oleh mereka yang sebenarnya juga orang Indonesia dan membahas hal-hal yang juga terjadi di Indonesia. Lalu mengapa tidak berbahasa Indonesia? Salahkah berkomunikasi dalam bahasa Inggris? Tidak ada yang salah dalam kedua hal tersebut. Sebab bukankah bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling sering digunakan di dunia? (Baca: <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/08\/26\/bahasa-apakah-yang-paling-sering-dipakai-di-dunia-ini\/\">Bahasa Apakah yang Paling Sering Dipakai di Dunia Ini?<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang patut diakui bahwa dapat berbahasa Inggris memiliki keunggulan tersendiri. Sebab bahasa itu merupakan bahasa komunikasi pertama di dunia internasional yang dapat membawa Anda dapat berkomunikasi dengan siapa pun juga di belahan dunia mana pun juga. Bahkan bahasa ini akan memberikan Anda akses kepada banyak informasi dunia yang saat ini dapat dengan mudah Anda peroleh lewat dunia internet. Tidak hanya itu, bahasa ini juga tentu saja akan memudahkan Anda untuk menjalin relasi bisnis dengan para partner asing yang berada di sekeliling Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi bukan berarti menjadi enggan untuk menggunakan bahasa nasional sendiri. Atau menjadi tidak bangga dengan bahasa yang telah menjadi pemersatu dari lebih 250 juta penduduk dengan lebih dari 1,100 suku, dan berasal dari lebih 13,000 pulau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menjadi Bahasa Utama ASEAN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai hari ini, Kementerian Kebudayaan, <span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The Culture and Elementary and Secondary Education Ministry has prepared to make the Indonesian Language the main language of the ASEAN Economic Community (AEC), an official says.\n\n\">Pendidikan Dasar, dan Menengah sedang berupaya untuk membuat Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA) yang dapat memadukan keanekaragaman yang ada di Asia Tenggara. Mengapa bahasa Indonesia dinilai layak menjadi bahasa utama MEA?<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The Culture and Elementary and Secondary Education Ministry has prepared to make the Indonesian Language the main language of the ASEAN Economic Community (AEC), an official says.\n\n\">Perlu untuk digarisbawahi bahwa Indonesia dengan populasi lebih dari 250 juta penduduk merupakan negara terbesar di ASEAN. Selain itu, <span title=\"According to the official, Indonesian deserves to become the major language of the AEC because Indonesia will be the center of economic development within the group of 10 Southeast Asian countries.\n\n\">Indonesia akan menjadi pusat pengembangan ekonomi dalam kelompok 10 negara Asia Tenggara.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span title=\"\u201cWe have taken a number of steps like communicating with Indonesians living abroad through Indonesian embassies and consulates.\">Sampai saat ini, Kementerian Kebudayaan, <span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"The Culture and Elementary and Secondary Education Ministry has prepared to make the Indonesian Language the main language of the ASEAN Economic Community (AEC), an official says.\n\n\">Pendidikan Dasar, dan Menengah<\/span><\/span> pun sedang gencar untuk <\/span><span title=\"According to the official, Indonesian deserves to become the major language of the AEC because Indonesia will be the center of economic development within the group of 10 Southeast Asian countries.\n\n\">menawarkan pelajaran bahasa Indonesia bagi orang asing yang ingin bekerja di Indonesia dan menyiapkan <\/span><span title=\"Daryanto said that the Indonesian government has arranged to have many Indonesian language teachers in Indonesian embassies [around Southeast Asia] and his ministry will intensify its cooperation with the Indonesian diaspora.\n\n\">banyak guru bahasa Indonesia di kedutaan Indonesia pada negara-negara di sekitar Asia Tenggara, demikian seperti pernah dituliskan oleh The Jakarta Post.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span title=\"I have covered this subject before, explaining why for the foreseeable future English will remain the working language of ASEAN, due to historical and economic factors.\">Walaupun pada ke depannya bahasa Inggris akan tetap menjadi bahasa kerja ASEAN, karena faktor sejarah dan ekonomi. <\/span><\/span><\/p>\n<p>Berikut adalah hal-hal yang membanggakan tentang Bahasa Indonesia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Bahasa Indonesia menjadi salah satu jurusan atau mata kuliah di Tokyo University, University of Southern Queensland di Australia, Taras Shevchenko National University of Kyiv di Ukraina, dan Hankuk University of Foreign Studies di Korea Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua di Vietnam. Hal ini diumumkan oleh pemerintah Vietnam pada Desember 2007.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Bahasa Indonesia juga dipelajari oleh negara-negara lainnya seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Wikipedia bahasa Indonesia menduduki peringkat ke-26 dunia dan terbesar ke-3 di Asia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Bahasa Indonesia merupakan bahasa ketiga yang paling banyak digunakan pada wordpress setelah Spanyol. Dalam penggunaan <em>engine blog<\/em>, Indonesia memiliki pertumbuhan paling cepat kedua di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Bahasa Indonesia merupakan salah satu dari 55 bahasa dalam mengucapkan salam yang berada pada piringan emas milik Satelit Voyager, milik NASA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana tidak bangga memiliki Bahasa Indonesia?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: Business Lounge<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Apa yang salah dengan berbahasa Indonesia? Akhir-akhir ini, banyak pihak yang mengadakan pertemuan dan melangsungkannya dalam bahasa Inggris, baik itu seminar, rapat, pelatihan, atau pun pertemuan bisnis. Padahal pertemuan tersebut diadakan di Indonesia, oleh mereka yang sebenarnya juga orang Indonesia dan membahas hal-hal yang juga terjadi di Indonesia. Lalu mengapa tidak berbahasa Indonesia? Salahkah berkomunikasi dalam bahasa Inggris? Tidak ada yang salah dalam kedua hal tersebut. Sebab bukankah bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling sering [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":128932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1052,1044,120],"tags":[5787,7040],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128915"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128915"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128983,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128915\/revisions\/128983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}