{"id":128858,"date":"2015-09-02T10:04:45","date_gmt":"2015-09-02T03:04:45","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=128858"},"modified":"2015-09-02T10:20:25","modified_gmt":"2015-09-02T03:20:25","slug":"keempat-desain-bendera-selandia-baru-mana-yang-anda-suka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/09\/02\/keempat-desain-bendera-selandia-baru-mana-yang-anda-suka\/","title":{"rendered":"Keempat Desain Bendera Selandia Baru, Mana yang Anda Suka?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Sejak tahun lalu, Selandia Baru sudah merencanakan untuk membuat referendum kedua guna menentukan apakah mereka akan mengubah bendera nasional mereka atau tidak. Kemungkinan besar, referendum tersebut akan diadakan pada tahun depan setelah referendum pertama yang diadakan tahun ini. (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/10\/29\/ubah-benderanya-selandia-baru-akan-adakan-referendum\/\">Ubah Benderanya, Selandia Baru Akan Adakan Referendum<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun pada Selasa (1\/9) kemarin, terungkaplah\u00a0empat desain akhir bendera yang akan diusulkan menjadi bendera nasional Selandia Baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Union Jack di Bendera Selandia Baru<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk lebih dari satu abad, Selandia Baru telah melakukan berbagai aktifitas di bawah bendera nasionalnya saat ini. Mulai dari berperang sampai bertanding untuk mendapatkan\u00a0medali Olimpiade di bawah naungan sebuah\u00a0bendera dengan empat bintang merah yang dilatarbelakangi warna biru dan gambar Union Jack Inggris Raya pada\u00a0sudutnya. Bintang-bintang, diatur dalam formasi Southern Cross, menunjukkan lokasi Selandia Baru di Pasifik Selatan sedangkan gambar Union Jack melambangkan Selandia Baru sebagai sebagai koloni Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Harapkan Bendera Baru<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun saat ini Selandia Baru ingin melepaskan gambar Union Jack pada benderanya.\u00a0\u201cBendera kami adalah simbol yang paling penting dari identitas nasional kami dan saya percaya bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi Selandia Baru untuk mempertimbangkan perubahan desain untuk sesuatu yang lebih mencerminkan status kami sebagai bangsa merdeka modern,\u201d demikian diucapkan Perdana Menteri\u00a0John Key dalam sebuah pernyataan seperti dilansir oleh AFP beberapa waktu yang lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah sebabnya saat ini Selandia Baru sedang\u00a0bersiap-siap untuk melangkah dengan\u00a0bendera baru. Pemerintah telah membuka kesempatan untuk mereka yang mau menyumbang saran untuk desain bendera. Pemerintah pun kemudian menerima sekitar hapir\u00a010.300 usulan bendera yang kemudian diseleksi oleh dewan penyeleksi hingga hanya 40 desain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Desain Bendera Baru<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Desain-Bendera-Selandia-Baru.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-128866\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Desain-Bendera-Selandia-Baru.jpg\" alt=\"Desain Bendera Selandia Baru\" width=\"959\" height=\"639\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Desain-Bendera-Selandia-Baru.jpg 959w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Desain-Bendera-Selandia-Baru-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Desain-Bendera-Selandia-Baru-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/Desain-Bendera-Selandia-Baru-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 959px) 100vw, 959px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Selasa (1\/9) terungkaplah empat desain terakhir. Keempat desain ini memiliki gambar pakis perak yang merupakan simbol bagi Selandia Baru pada masa lalu. Dua desain memiliki gambar daun pakis dengan latar belakang hitam dan putih, sedangkan dua desain lainnya memiliki warna merah dan biru disertai keempat bintang merah yang\u00a0diatur dalam formasi Southern Cross.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desainer Kyle Lockwood, bertanggung jawab untuk dua dari desain di antaranya. Dia mengatakan bahwa identitas nasional adalah kunci untuk pemikirannya. &#8220;Apa yang akan membuat dunia mengenali kita, apa yang akan membuat orang-orang\u00a0bangga membawanya dan apa yang membuat mereka meneteskan air mata ketika Anda melihatnya di podium?&#8221; demikian dikatakan Lockwood.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selandia Baru akan mendakan pemungutan suara pada akhir November atau awal Desember untuk memilih satu dari keempat desain bendera tersebut. Desain yang memiliki suara terbanyak akan ditandingkan dengan\u00a0bendera saat ini dalam referendum kedua pada\u00a0bulan Maret tahun depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini merupakan peristiwa yang bersejarah sebab baru kali ini pemilihan bendera akan melibatkan semua rakyat Selandia Baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : WSJ<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Sejak tahun lalu, Selandia Baru sudah merencanakan untuk membuat referendum kedua guna menentukan apakah mereka akan mengubah bendera nasional mereka atau tidak. Kemungkinan besar, referendum tersebut akan diadakan pada tahun depan setelah referendum pertama yang diadakan tahun ini. (Baca:\u00a0Ubah Benderanya, Selandia Baru Akan Adakan Referendum). Namun pada Selasa (1\/9) kemarin, terungkaplah\u00a0empat desain akhir bendera yang akan diusulkan menjadi bendera nasional Selandia Baru. Union Jack di Bendera Selandia Baru Untuk lebih dari satu abad, Selandia Baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":70054,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,2207],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128858"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128858"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128873,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128858\/revisions\/128873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}