{"id":128817,"date":"2015-09-02T07:18:14","date_gmt":"2015-09-02T00:18:14","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=128817"},"modified":"2015-09-02T10:27:11","modified_gmt":"2015-09-02T03:27:11","slug":"pedesaan-menjadi-target-online-shopping-alibaba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/09\/02\/pedesaan-menjadi-target-online-shopping-alibaba\/","title":{"rendered":"Pedesaan Menjadi Target Online Shopping Alibaba"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Saat ini, kota-kota besar di Tiongkok\u00a0mengalami kemunduran untuk tren berbelanja <em>online<\/em>, akibat semakin sedikitnya pelanggan baru yang mendaftar untuk <em>online shopping<\/em>. Para perusahaan <em>e-commerce<\/em> raksasa di Tiongkok\u00a0sedang menghadapi perlambatan dalam pertumbuhan pelanggan inti mereka. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka melalukan sebuah terobosan baru: pedesaan luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alibaba dan JD.com mendorong ke wilayah pedesaan akibat tekanan dari para pemegang saham yang menuntut mereka untuk menemukan pertumbuhan baru. Investor khawatir bahwa perlambatan ekonomi dan gejolak pasar saham akan menjatuhkan belanjaan konsumen. Pendapatan Alibaba tumbuh pada laju paling lambat dalam lebih dari tiga tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun para perusahaan <em>e-commerce<\/em> melihat hal yang berbeda dari daerah pedesaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Melihat Pedesaan sebagai Daerah yang Berpotensi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar 600 juta warga pedesaan merasa pendapatan mereka naik lebih cepat daripada warga kota, meskipun mereka cenderung lebih miskin secara keseluruhan. Pada tahun 2013, pendapatan tahunan pedesaan per kapita adalah 8.896 yuan (sekitar USD 1.392) dibandingkan dengan 29.547 yuan di rumah tangga perkotaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun begitu, jumlah pelanggan <em>e-commerce<\/em> di pedesaan Tiongkok\u00a0hampir sepertiga dari pelanggan di kota-kota dan jumlah mereka masih meningkat dengan cepat. Tahun lalu, 77 juta orang berbelanja secara <em>online<\/em> di pedesaan, peningkatan sebanyak 41% bila dibandingkan dengan pertumbuhan 17% di daerah perkotaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>E-commerce Tidak Akan Melewatkan Peluang Ini<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan di kota-kota besar, pertumbuhan <em>e-commerce<\/em> di daerah pedesaan Tiongkok\u00a0melampaui pertumbuhan di kota-kota besar. Alibaba memperkirakan potensi pasar di pedesaan bisa meningkat hingga USD 70 miliar pada tahun depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini menarik minat besar dari perusahaan <em>e-commerce<\/em> besar seperti Alibaba dan saingannya JD.com, dan keduanya telah mengidentifikasi pengembangan<em> e-commerce<\/em> di pedesaan sebagai kunci strategi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada awal Juli, JD.com meluncurkan sebuah <em>platform online<\/em> yang bertujuan untuk membantu pemerintah desa mempromosikan dan menjual barang dan produk tradisional di seluruh Tiongkok. <em>Platform online<\/em> tersebut merupakan bagian dari strategi &#8220;<em>go rural<\/em>&#8221; JD.com, untuk membantu penduduk pedesaan membeli apa pun yang mereka butuhkan melalui <em>platform e-commerce<\/em> JD.com.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pada awal Agustus lalu, Alibaba dan Unilever memulai kemitraan strategis dengan salah satu fokus area mereka adalah penetrasi pasar pedesaan Tiongkok. Kedua perusahaan berencana untuk memperluas saluran distribusi di seluruh negeri, terutama untuk konsumen di daerah pedesaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data yang dikumpulkan oleh unit\u00a0penelitian Alibaba\u2500AliResearch, mengungkapkan tingkat permintaan di daerah pedesaan. Berbelanja melalui <em>mobile e-commerce<\/em> yang dilakukan oleh konsumen pedesaan Tiongkok\u00a0di situs belanja milik Alibaba seperti Tmall.com, Taobao Marketplace, dan Juhuasuan, tahun lalu meningkat lebih dari 250% menjadi lebih dari RMB200 miliar (atau USD 32 miliar).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara Alibaba Mencapai Pelanggan di Pedesaan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alibaba, sebagai perusahaan <em>e-commerce<\/em> terbesar di Tiongkok, menginvestasikan 10 milyar yuan untuk membangun 1.000 pusat distribusi di tingkat kabupaten dan 100.000 di tingkat desa selama tiga sampai lima tahun ke depan. Pada bulan Juni, perusahaan memiliki 63 pusat distribusi di tingkat kabupaten dan 1.803 pusat distribusi di tingkat pedesaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alibaba melakukan sebagian besar penjualan melalui Taobao dan Tmall, situs yang mirip dengan eBay.com sehingga\u00a0pengecer dan penjual\u00a0dapat mendaftarkan barang dagangan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JD.com Memiliki Cara yang Berbeda<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">JD.com yang berbasis di Beijing, menjual sebagian barang secara langsung seperti Amazon.com Inc., memiliki strategi yang berbeda untuk pengiriman pedesaan. JD.com menjalankan jaringannya sendiri dari 166 gudang regional dan ribuan stasiun pengiriman lokal yang lebih kecil. Di daerah-daerah terpencil, JD.com bekerja sama dengan operator logistik pihak ketiga dan membayar &#8220;promotor merek&#8221; melalui kontrak, yang menerima paket dan menyerahkan mereka ke pelanggan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pencapaian Akhir dari Perencanaan Kedua <em>E-commerce<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantangan terbesar bagi kedua perusahaan adalah menyelesaikan &#8220;<em>last mile<\/em>,&#8221; istilah industri logistik untuk langkah terakhir dalam mencapai pelanggan. Investasi logistik Tingkok\u00a0di masa lalu, sebagian besar pergi ke pengiriman pantai terbuka, seperti pelabuhan dan bandara untuk mempromosikan perdagangan, sementara jasa pengiriman domestik tetap menjadi pasar yang sangat tersegmentasi yang terdiri dari ribuan transportasi dan gudang operator kecil dan regional. Tanpa infrastruktur logistik dalam negeri untuk bekerja sama, perusahaan harus membangun infrastruktur logistik sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan jika Alibaba dan JD.com mencapai tujuan mereka, itu hanya akan menutupi sebagian kecil dari 600.000 desa yang tersebar di seluruh Tiongkok. Sama halnya dengan membangun infrastruktur agar <em>e-commerce<\/em> di perkotaan dapat tumbuh, Alibaba dan JD.com berharap rencana ekspansi mereka di pedesaan akan membuka jalan bagi pasar baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Alvin Wiryo Limanjaya\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: alibaba<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Saat ini, kota-kota besar di Tiongkok\u00a0mengalami kemunduran untuk tren berbelanja online, akibat semakin sedikitnya pelanggan baru yang mendaftar untuk online shopping. Para perusahaan e-commerce raksasa di Tiongkok\u00a0sedang menghadapi perlambatan dalam pertumbuhan pelanggan inti mereka. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka melalukan sebuah terobosan baru: pedesaan luas. Alibaba dan JD.com mendorong ke wilayah pedesaan akibat tekanan dari para pemegang saham yang menuntut mereka untuk menemukan pertumbuhan baru. Investor khawatir bahwa perlambatan ekonomi dan gejolak pasar saham akan menjatuhkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":125405,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[2049,5787],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128817"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128817"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128885,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128817\/revisions\/128885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}