{"id":128210,"date":"2015-08-28T16:43:00","date_gmt":"2015-08-28T09:43:00","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=128210"},"modified":"2015-08-29T10:52:56","modified_gmt":"2015-08-29T03:52:56","slug":"alasan-introvert-bisa-menjadi-entrepreneur-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/28\/alasan-introvert-bisa-menjadi-entrepreneur-yang-baik\/","title":{"rendered":"Alasan Introvert Bisa Menjadi Entrepreneur Yang Baik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Jika berbicara tentang <em>entrepreneur<\/em>, kebanyakan orang akan berpikir pada sosok yang berwibawa, tegas, pandai bergaul, serta berkepribadian <em>extrovert<\/em>. Apalagi di dunia sekarang ini, <em>extrovert<\/em> lebih dianggap keberadaanya karena sifatnya yang lebih bersosialisasi dan lebih sering berinteraksi dengan banyak orang. Tapi bagaimana dengan orang\u2013orang <em>introvert<\/em> yang sifatnya berlawanan dengan <em>extrovert<\/em>? Beberapa penelitian ternyata menunjukkan bahwa <em>introvert<\/em> memiliki keunggulan untuk menjadi seorang <em>entrepreneur<\/em> yang lebih baik dari para <em>extrovert<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengenali Lebih Dalam si <em>Introvert<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Membahas apa yang dilansir oleh WSJ bagaimana <em>introvert<\/em> seringkali dikaitkan dengan orang yang suka menyendiri, pemalu, dan tidak pandai bergaul. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena <em>introvert<\/em> sendiri lebih dikaitkan pada preferensi seseorang. Jika seorang <em>extrovert<\/em> lebih menyukai lingkungan yang ramai dan berinteraksi dengan banyak orang, berbeda halnya dengan <em>introvert<\/em> mereka lebih berorientasi pada diri mereka sendiri sehingga mereka lebih menyukai lingkungan yang tenang agar bisa menyendiri dan berpikir. Hal ini seringkali disalahartikan bahwa seorang <em>introvert<\/em> itu anti sosial dan tertutup padahal mereka bukannya tidak menyukai orang lain dan berkumpul dengan orang lain, kenyataannya mereka hanya sedang mengisi sumber energi mereka karena jika berkumpul dan berinteraksi dengan orang banyak terus menerus akan mengurangi energi mereka sehingga mereka terkadang membutuhkan waktu untuk sendiri, demikian seperti dituliskan oleh WSJ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun <em>introvert<\/em> hanya sepertiga dari keseluruhan populasi di bumi, hal ini tidak menutup kualitas dan dampak positif yang mereka bawa. Bahkan tidak sedikit <em>entrepreneur<\/em> dan CEO terkenal yang berkepribadian <em>introvert<\/em>. Beberapa di antaranya adalah Bill Gates, pendiri Microsoft, Steve Wozniak, pendiri Apple Inc., Larry Page, pendiri Google, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, Marissa Mayer, CEO Yahoo, Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, bahkan Albert Einstein, seorang Ahli Fisika terkemuka di dunia. Menurut Susan Cain, penulis buku terkenal berjudul \u201c<em>Quiet: The Power of Introverts in a World That Can\u2019t Stop Talking<\/em>\u201d, seorang <em>introvert<\/em> dapat sukses menjadi <em>entrepreneur<\/em> karena mereka cenderung menciptakan dan memimpin sebuah perusahaan dengan rencana yang sangat fokus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Introvert<\/em> adalah Seorang <em>Entrepreneur<\/em> yang Baik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun <em>introvert<\/em> lebih suka berorientasi pada dirinya sendiri dan menyukai waktu kesendirian, bukan berarti seorang <em>introvert<\/em> tidak produktif. Malah pada kenyataanya, <em>introvert<\/em> memiliki kriteria seorang <em>entrepreneur<\/em> yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Introvert<\/em> adalah Pendengar yang Baik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena kepribadian <em>extrovert<\/em> yang lebih banyak berbicara, membuat mereka lupa bahwa terkadang mereka harus memberi kesempatan bagi orang lain untuk berbicara, yang kadang berdampak buruk bagi hubungan mereka dengan customer atau client. Sedangkan mereka yang <em>introvert<\/em> merupakan pendengar yang baik, mereka lebih memilih untuk mengamati terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pendapat mereka. Hal tersebut baik bagi seorang <em>entrepreneur<\/em> untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan client dan mencermati setiap masalah yang ada. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dinilai publik sebagai orang yang pemalu dan orang yang canggung, namun dibalik hoodie dan keterampilan wawancaranya yang kurang, Mark dikenal sebagai pendengar yang baik. Seorang pemimpin yang dapat menjadi pendengar yang baik akan membuat keputusan yang lebih bijaksana dan membawa perusahaan lebih maju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Introvert<\/em> adalah Seorang yang Independen<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda halnya dengan para <em>extrovert<\/em> yang membutuhkan lingkungan dengan banyak orang, <em>introvert<\/em> lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Hal ini mempengaruhi <em>introvert<\/em> dalam menyelesaikan masalah yang sulit, <em>introvert<\/em> dapat menggunakan waktu kesendiriannya untuk berpikir lebih mendalam dan teliti lagi untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut berbeda dengan <em>extrovert<\/em>, mereka mungkin akan menemukan kesulitan jika mencari jalan keluarnya sendiri dikarenakan mereka sangat membutuhkan orang lain. Bahkan diketahui bahwa mantan Presiden AS yang ke-16, Abraham Lincoln juga seorang <em>introvert<\/em> yang lebih sering menggunakan waktu \u2018menyendirinya\u2019 untuk mengambil keputusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Introvert<\/em> adalah Seorang Perencana yang Hebat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Extrovert<\/em> cenderung berorientasi untuk mencari hal positif dalam mempromosikan apa yang mereka kerjakan secara berlebihan sehingga terkadang membuat mereka mengabaikan realitas yang ada. Sedangkan <em>introvert<\/em> cenderung lebih kritis, Dr. Laurie Helgoe, penulis \u2018<em>Introvert Power: Why Your Inner Life is Your Hidden Strength<\/em>\u2019 dan asisten Profesor Psikologi dan Ketua Divisi Ilmu Sosial di Davis &amp; Elkins College, mengatakan akibatnya <em>introvert<\/em> lebih realistis dalam menganalisis <em>feedback<\/em> dan informasi yang ada dan meramalkan setiap hal besar maupun kecil yang mungkin akan terjadi. <em>Introvert<\/em> akan mempertimbangkan dan merancang dengan matang setiap langkah yang akan diambil sehingga dapat menghasilkan rencana yang sebaik mungkin. Baik <em>extrovert<\/em> maupun <em>introvert<\/em>, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing dan tidak perlu untuk diubah, kita hanya perlu mengembangkan potensi kita berdasarkan pengetahuan yang kita miliki dalam cara yang positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Chintya Indah\/VMN\/BL\/Contributor<br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage:<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Jika berbicara tentang entrepreneur, kebanyakan orang akan berpikir pada sosok yang berwibawa, tegas, pandai bergaul, serta berkepribadian extrovert. Apalagi di dunia sekarang ini, extrovert lebih dianggap keberadaanya karena sifatnya yang lebih bersosialisasi dan lebih sering berinteraksi dengan banyak orang. Tapi bagaimana dengan orang\u2013orang introvert yang sifatnya berlawanan dengan extrovert? Beberapa penelitian ternyata menunjukkan bahwa introvert memiliki keunggulan untuk menjadi seorang entrepreneur yang lebih baik dari para extrovert. Mengenali Lebih Dalam si Introvert Membahas apa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":128223,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[875,5787],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128210"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128210"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128218,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128210\/revisions\/128218"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}