{"id":127040,"date":"2015-08-20T21:45:03","date_gmt":"2015-08-20T14:45:03","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=127040"},"modified":"2015-08-20T21:45:03","modified_gmt":"2015-08-20T14:45:03","slug":"10-fakta-tentang-elang-botak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/20\/10-fakta-tentang-elang-botak\/","title":{"rendered":"10 Fakta tentang Elang Botak"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?) Berikut beberapa fakta tentang elang botak :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Elang botak membangun sarang terbesar untuk burung mana pun pohon.<br \/>\nElang botak adalah ahli bangunan yang dapat membuat rumah-rumah di atas pohon! Sarang elang botak beratnya bisa mencapai 1 ton dan dengan dalam sampai 13ft dan lebar sampai\u00a08 ft.\u00a0Sejarah elang botak mengungkapkan bahwa sarang yang ditemukan pada tahun 1925 memiliki lebar 9 ft, lebar 20 ft, dan beratnya lebih dari 2 ton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Elang botak betina lebih besar 25% lebih besar daripada jantan.<br \/>\nPada beberapa spesies, bisa saja terdapat perbedaan mencolok dalam ukuran dan penampilan jantan dan betina, namun pada umumnya seluruh spesies di dunia binatang, jantan akan lebih besar dari betina. Tetapi tidak untuk laba-laba dan elang botak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Elang botak di Alaska memiliki lebar sayap hingga 8 Ft.<br \/>\nItulah sebabnya elang botak membutuhkan sarang yang sangat besar, sebab ia\u00a0membutuhkan cukup ruang untuk sayapnya. Rata-rata lebar sayap elang botak antara 6 ft dan 7 1\/2 ft.\u00a0Budaya fakta elang botak mengungkapkan bahwa dalam budaya asli, ukuran besar elang botak mencerminkan pentingnya bagi banyak suku. Bulu elang botak sering digunakan sebagai bagian penting dari ritual untuk suku asli di Amerika Utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Sarang elang botak bisa berada di ketinggian 125 ft.<br \/>\nElang botak adalah bagian dari genus elang laut. Mereka terutama makan ikan dan ingin tinggal di dekat aliran air yang\u00a0besar. Elang botak memiliki sarang lebih besar di danau atau tepi pantai. Elang botak dapat membangun sarang di ketinggian untuk melindungi anak-anaknya dari predator, termasuk burung pemangsa lain.\u00a0Di daerah yang lebih terbuka, elang botak akan membangun sarang mereka setinggi 125 ft di atas tanah. Itu lebih tinggi dari sebuah bangunan bertingkat 10.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Menu diet elang botak adalah ikan. Lebih dari 50% dari makanannya adalah ikan.<br \/>\nElang botak adalah burung pemangsa, yang berarti mereka adalah karnivora, dan hanya makan daging. Fakta elang botak telah menunjukkan bahwa mereka ingin tinggal di dekat tubuh besar air. Sebagian besar menu\u00a0elang botak adalah ikan.\u00a0Sejumlah\u00a050% dari menu makan\u00a0elang botak adalah ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Sejumlah 68% dari kematian elang botak disebabkan oleh Manusia<br \/>\nElang botak rata-rata dapat\u00a0hidup di alam liar hingga 20 tahun bahkan \u00a026 tahun. Di penangkaran bahkan dapat hidup hingga\u00a050 tahun.\u00a0Dalam satu survei tentang\u00a0elang botak, para ilmuwan menemukan bahwa 23% dari elang meninggal karena bertabrakan dengan benda-benda seperti kabel, bangunan, dan mobil. Selanjutnya fakta elang botak dari survei menunjukkan bahwa 22% meninggal karena ditembak. Lain 5% dari elang botak dalam survei meninggal akibat terjebak, 9% meninggal karena disetrum, mungkin oleh saluran listrik, dan 11% meninggal karena diracuni. Sehingga\u00a068% kematian elang botak disebabkan &#8211; langsung atau tidak langsung &#8211; oleh manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Elang botak berpasangan hanya mencapai\u00a0412 pada tahun 1952 namun pada tahun 2006 mencapai 9.789<br \/>\nElang botak di awal 1700-an diperkirakan hanya tinggal\u00a0setengah juta.\u00a0Ketika pestisida kimia diperkenalkan, mereka memiliki dampak buruk pada peternakan elang botak itu, yaitu penipisan kulit telur elang botak, dan beberapa elang botak di lingkungan yang sangat beracun menjadi steril.\u00a0Pada tahun 1940, Undang-Undang Perlindungan Bald Eagle disahkan untuk melindungi elang botak dan elang emas.\u00a0Sebuah cikal bakal Endangered Species Act of 1973, memberikan perlindungan untuk elang botak dari perburuan komersial dan trapping. Pada tahun 1972, penggunaan DDT dilarang di Amerika Serikat. Sejak langkah-langkah ini dimasukkan ke dalam tempat, elang botak memiliki pertumbuhan\u00a0yang luar biasa dari ambang kepunahan dan sekarang dicap sebagai Least Concern pada daftar Endangered Species.\u00a0Elang botak fakta hari ini menunjukkan ada hampir 10.000 pasang bersarang menurut hitungan terbaru!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">8. Elang botak dapat membawa mangsa hingga seberat 15 lbs.<br \/>\nElang botak memiliki kekuatan yang luar biasa karena ukuran mereka. Mereka juga memiliki beberapa cakar yang paling mengesankan dari setiap burung pemangsa. Kakinya fitur-fitur khusus yang membantu elang botak dalam menangkap ikan,\u00a0mamalia kecil &#8211; termasuk tikus, kelinci, dan hewan yang lebih besar juga rusa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9. Elang botak dapat bergerak hingga 100 MPH<br \/>\nKetika bergerak cepat, elang botak menunjukkan bahwa elang botak tidak akan tertinggal di belakang. Burung ini dapat terbang hingga\u00a035 sampai 45 mil per jam.\u00a0Elang botak dapat terbang\u00a0dan menyelam dengan kecepatan yang luar biasa terhadap mangsanya di tanah. Fakta menunjukkan elang botak dapat\u00a0mencapai kecepatan hingga 100 mil per jam dalam menyelam!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10. Elang botak sering mencuri mangsa hewan lain.<br \/>\nElang botak adalah\u00a0salah satu simbol dari Amerika Serikat sehingga elang botak dijunjung tinggi. Banyak orang tahu bahwa burung yang sangat besar ini adalah pemburu yang menakutkan.\u00a0Di luar mangsa hidup, elang botak akan sering memakan bangkai, ikan mati, atau permainan. Mereka pemulung kejam yang akan mengejar burung lain, dan bahkan serigala dan rubah. Mereka tidak memiliki masalah mencuri makanan lain hewan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?) Berikut beberapa fakta tentang elang botak : 1. Elang botak membangun sarang terbesar untuk burung mana pun pohon. Elang botak adalah ahli bangunan yang dapat membuat rumah-rumah di atas pohon! Sarang elang botak beratnya bisa mencapai 1 ton dan dengan dalam sampai 13ft dan lebar sampai\u00a08 ft.\u00a0Sejarah elang botak mengungkapkan bahwa sarang yang ditemukan pada tahun 1925 memiliki lebar 9 ft, lebar 20 ft, dan beratnya lebih dari 2 ton. 2. Elang botak betina [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":127046,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5845,1044],"tags":[5859,6966],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127040"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127040"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127048,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127040\/revisions\/127048"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}