{"id":126996,"date":"2015-08-20T19:06:47","date_gmt":"2015-08-20T12:06:47","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=126996"},"modified":"2015-08-20T19:08:06","modified_gmt":"2015-08-20T12:08:06","slug":"strategi-amway-untuk-menangkan-orang-asia-yang-cinta-produk-amerika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/20\/strategi-amway-untuk-menangkan-orang-asia-yang-cinta-produk-amerika\/","title":{"rendered":"Strategi Amway untuk Menangkan Orang Asia yang Cinta Produk Amerika"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Amway sedang berupaya merebut pasar Asia terutama Tiongkok guna memenangkan persaingan dengan para kompetitornya sesama produsen suplemen makanan dan produk vitamin lainnya. Salah satu strategi yang dilakukannya adalah dengan memanfaatkan sikap warga Tiongkok dan orang Asia lainnya yang kerap kali mengagungkan produk-produk Amerika. Sehingga Amway pun memutuskan untuk menambahkan label\u00a0\u201cMade in the U.S.A.\u201d pada setiap produknya. Dengan demikian Amway berharap strategi ini dapat semakin memikat konsumen di Asia sehingga\u00a0meningkatkan penjualannya di Asia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak tanggung-tanggung, Amway pun berinvestasi senilai\u00a0USD 200 juta atau sekitar IDR 2,6 triliun untuk empat pabrik baru dan laboratorium penelitian baru di AS, termasuk pabrik baru di negara asalnya yang akan membuat casing gel lembut untuk suplemen makanan dan produk pil lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diakui sebagaimana dilansir oleh WSJ bahwa pertumbuhan tercepat Amway berada pada\u00a0pasar di negara-negara berkembang yang jauh dari kantor pusatnya di Ada, Mich.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Healthy-Living.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-126997\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Healthy-Living.jpg\" alt=\"Healthy Living\" width=\"749\" height=\"499\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Healthy-Living.jpg 749w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Healthy-Living-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Healthy-Living-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Healthy-Living-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 749px) 100vw, 749px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manufaktur di AS untuk pembeli di Asia telah menambahkan biaya untuk rantai pasokan Amway hingga\u00a0tiga minggu untuk waktu yang dibutuhkan untuk membawa produk ke pasar. Namun hal yang dirasa dapat menimbulkan kesulitan adalah untuk menanggapi selera konsumen yang cepat berubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi perusahaan berharap biaya\u00a0yang mereka keluarkan\u00a0akan sebanding dengan daya pikat barang buatan Amerika, yang dapat dinaikkan harganya\u00a0hingga 25% di Tiongkok, pasar terbesar Amway, demikian dikatakan George Calvert, kepala petugas rantai pasokan perusahaan seperti dilansir oleh WSJ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak konsumen Tiongkok\u00a0melihat AS sebagai pengimpor produk-produk berkualitas tinggi dan aman dibandingkan dengan timbulnya rasa\u00a0takut atas produk-produk kesehatan\u00a0dalam negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam banyak pasar, adanya kualitas makanan dan isu-isu keamanan pangan membuat &#8216;Made in USA&#8217; bernilai premium,&#8221; demikian dikatakan Calvert.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amway adalah penjual vitamin dan makanan suplemen terbesar di Tiongkok, dengan 11% dari pasar yang menghasilkan 100 miliar yuan dalam penjualan tahunan, menurut Euromonitor International.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amway menghadapi meningkatnya persaingan dari merek Amerika lainnya, termasuk GNC Holdings Inc.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun Amway juga memproduksi beberapa\u00a0produknya Asia Tenggara termasuk dalam sistem pengolahan air. Hal ini menolong Amway dalam\u00a0menghemat waktu ekstra dan biaya transportasi ke negara-negara lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, jika preferensi konsumen tidak menjadi masalah, manufaktur di Tiongkok\u00a0akan menjadi yang paling menguntungkan terutama dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi terhadap fluktuasi ekstrim dalam permintaan, demikian dikatakan Calvert.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amway sengaja menggunakan tanaman yang lebih besar sebagai\u00a0bahan-bahan utama seperti Echinacea atau Ceri Acerola yang kaya vitamin C dengan permintaan yang tiba-tiba melompat. Awal musim panas ini, produk yang menggunakan aditif ini berada sebagai\u00a0permintaan tinggi di Korea Selatan, di mana wabah Timur Tengah Respiratory Syndrome melaju. Hal ini disebabkan\u00a0suplemen ini diklaim untuk meningkatkan kekebalan tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Amway sedang berupaya merebut pasar Asia terutama Tiongkok guna memenangkan persaingan dengan para kompetitornya sesama produsen suplemen makanan dan produk vitamin lainnya. Salah satu strategi yang dilakukannya adalah dengan memanfaatkan sikap warga Tiongkok dan orang Asia lainnya yang kerap kali mengagungkan produk-produk Amerika. Sehingga Amway pun memutuskan untuk menambahkan label\u00a0\u201cMade in the U.S.A.\u201d pada setiap produknya. Dengan demikian Amway berharap strategi ini dapat semakin memikat konsumen di Asia sehingga\u00a0meningkatkan penjualannya di Asia. Tidak tanggung-tanggung, Amway [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":126999,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[6953,5787],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126996"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126996"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126996\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":127005,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126996\/revisions\/127005"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}