{"id":1262,"date":"2013-02-25T13:58:54","date_gmt":"2013-02-25T06:58:54","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.vibiznews.com\/?p=1262"},"modified":"2014-03-08T11:03:23","modified_gmt":"2014-03-08T04:03:23","slug":"btn-awali-penerapan-iso-dalam-layanan-kpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/02\/25\/btn-awali-penerapan-iso-dalam-layanan-kpr\/","title":{"rendered":"BTN Awali Penerapan ISO Dalam Layanan KPR"},"content":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Quality) Bank Tabungan Negara (BTN) mengawali penerapan standar mutu ISO 9001:2000 dalam layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di kalangan perbankan.<\/p>\n<p>&#8220;Ini merupakan yang pertama kali diterapkan dalam layanan perbankan sehingga menjadi tantangan ke depan,&#8221; kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Senin malam dalam acara penyerahan sertifikat ISO 9001:2000.<\/p>\n<p>Iqbal mengatakan, pelaksanaan ISO 9001:2000 yang diterbitkan PT SGS sebagai tahap awal dilaksanakan di lima kantor cabang utama di Jabodetabek yakni cabang Bogor, Depok, Bekasi, Harmoni Jakarta, dan Tangerang.<\/p>\n<p>Iqbal mengatakan, kepala cabang lima lokasi sudah diingatkan untuk menjaga pelaksanaan proses KPR\/ KPA komersial dengan pola 151 (1 hari sudah ada keputusan, 5 hari proses kredit, dan 1 hari dana sudah dicairkan).<\/p>\n<p>PT SGS akan mengevaluasi proses KPR\/ KPA di lima kantor cabang utama setiap enam bulan untuk memastikan pelaksanaannya sudah sesuai standar mutu yang dipersyaratkan, kata Iqbal.<\/p>\n<p>Reputasi BTN, tambahnya, dipertaruhkan untuk mempertahankan pelayanan KPR, terkait hal itu jumlah cabang yang akan menerapkan ISO 9000:2001 akan ditambah menjadi 7 sehingga total 12 cabang.<\/p>\n<p>Saat ini BTN memiliki 60 kantor cabang termasuk syariah diantaranya memiliki pasar potensial di luar Jabodetabek seperti di Batam, Makassar, dan Surabaya, rencananya seluruh cabang mendapat sertifikasi mutu.<\/p>\n<p>Tujuan mendapatkan ISO 9000:2001 akan membuat layanan meningkat sehingga hasil akhirnya kapitalisasi KPR akan mengalami kenaikan yang menjadi kunci persaingan di kalangan pernankan, papar Iqbal.<\/p>\n<p>Iqbal mengakui, tantangan agar seluruh cabang mendapatkan sertifikasi mutu tidak mudah butuh waktu agar sepenuhnya menerapkan proses KPR\/ KPA komersial 151 secara konsisten.<\/p>\n<p>Sampai dengan akhir tahun 2008 kemarin BTN berhasil membukukan outstanding KPR mencapai lebih dari Rp32 triliun dengan kredit baru Rp15,53 triliun lebih tinggi dari target Rp10,04 triliun.<\/p>\n<p>Iqbal mengatakan, keberhasilan BTN memenuhi outstanding KPR Rp32 triliun karena dalam membayar angsuran sudah memperhitungkan pokok beda dengan bank lain yang hanya menghitung bunga.<\/p>\n<p>Menurutnya, dengan standarisasi mutu yang diterapkan saat ini kredit baru BTN tahun 2009 diharapkan sama dengan realisasi tahun 2008 Rp15 triliun.<\/p>\n<p>Angka ini agak hati-hati karena BTN mempertimbangkan dampak dari krisis ekonomi yang diperkirakan masih akan dirasakan tahun 2009 sehingga target yang dicapai tidak terlalu ekspansif, ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(The Manager&#8217;s Lounge &#8211; Quality) Bank Tabungan Negara (BTN) mengawali penerapan standar mutu ISO 9001:2000 dalam layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di kalangan perbankan. &#8220;Ini merupakan yang pertama kali diterapkan dalam layanan perbankan sehingga menjadi tantangan ke depan,&#8221; kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Senin malam dalam acara penyerahan sertifikat ISO 9001:2000. Iqbal mengatakan, pelaksanaan ISO 9001:2000 yang diterbitkan PT SGS sebagai tahap awal dilaksanakan di lima kantor cabang utama di Jabodetabek yakni cabang Bogor, Depok, Bekasi, Harmoni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1264,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1262"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1262"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27195,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1262\/revisions\/27195"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}