{"id":126185,"date":"2015-08-14T17:02:23","date_gmt":"2015-08-14T10:02:23","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=126185"},"modified":"2015-08-14T17:08:57","modified_gmt":"2015-08-14T10:08:57","slug":"strategi-si-produsen-pisau-cukur-dalam-memilih-karyawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/14\/strategi-si-produsen-pisau-cukur-dalam-memilih-karyawan\/","title":{"rendered":"Strategi Si Produsen Pisau Cukur dalam Memilih Karyawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Dalam sebuah interview yang dirilis oleh WSJ dengan\u00a0Jeff Raider,\u00a0<em>Co-Founder<\/em> &amp; <em>Co-CEO<\/em> at Harry&#8217;s, sebuah produsen pisau cukur, maka Raider\u00a0membagikan pengalamannya saat merekrut karyawan untuk pertama kalinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jeff Raider dan temannya memutuskan untuk memulai sebuah bisnis pisau cukur ketika ia merasa terlalu mahal untuk membeli empat buah pisau cukur dengan harga USD 25. \u00a0Maka ia pun mulai\u00a0menjual produk pisau cukur murah secara online.\u00a0Pada tahun 2012, Raider\u00a0pun akhirnya memulai bisnis yang diberi nama Harry&#8217;s dengan modal USD 4 juta. Pada Januari lalu, ekuitas\u00a0Harry&#8217;s telah mencapai USD 122,5 juta dan Raider pun mengakuisisi produsen pisau cukur milik Jerman sehingga\u00a0Raider memiliki karyawan sejumlah 67 orang di New York dan 427 orang di Jerman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Raider (33 tahun) yang juga merupakan co-founder dari Warby Parker, retailer kacamata online\u00a0membuka rahasianya bagaimana\u00a0memilih tim inti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengikuti Visi si Pendiri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang pertama yang direkrutnya\u00a0adalah seorang yang dipekerjakannya sebagai\u00a0<em>chief operating officer.\u00a0<\/em>Bagaimana memilihnya? Penting bagi Raider untuk memastikan bahwa orang tersebut dapat mengikuti visi yang dimilikinya. Visi akan membuat pekerja\u00a0memiliki\u00a0hubungan kerja yang kuat dengan para pendiri dan memiliki integritas yang paling tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian para pendiri bisnis akan mempercayai mereka dan memiliki keyakinan bahwa orang-orang pertama yang direkrutnya akan menjadi manajer yang luar biasa yang ada pada timnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Raider yakin bahwa\u00a0pada dasarnya budaya yang ada pada sebuah perusahaan ditentukan oleh 10 sampai 15 karyawan pertama yang dimilikinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bersemangat!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semangat adalah hal yang tidak dapat ditawar. Bagi Raider semua karyawannya harus memiliki semangat. Ada beberapa hal yang akan ditentukan oleh semangat:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Orang-orang yang bersemangat akan menciptakan suasana yang sangat kolaboratif. Sehingga anggota tim tidak akan bekerja sendiri-sendiri melainkan berkolaborasi untuk menghasilkan kinerja yang tinggi.<br \/>\n2. Orang-orang yang benar-benar bersemangat memiliki dampak besar pada dunia bisnis dan akan menjadi motivator intrinsik.<br \/>\n3. Orang-orang yang bersemangat cenderung memiliki keinginan untuk\u00a0berbuat baik di masyarakat. Di Harry&#8217;s Raider mengharuskan setiap orang menyumbangkan setidaknya 1% dari waktu mereka untuk membantu orang lain untuk memiliki kesiapan. Hal ini terkait proyek yang mengharuskan para pekerja menggunakan keterampilannya bersama\u00a0dengan organisasi nirlaba untuk membantu\u00a0mempersiapkan orang untuk bekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Keterampilan yang Menakjubkan<\/strong><br \/>\nPenting bagi Raider untuk memilih bagian dari timnya adalah mereka yang memiliki kemampuan yang menakjubkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bilamana Raider Memilih Tim Tetapnya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika si pekerja dapat bekerja dengan mendedikasikan 100% dari waktu kerjanya untuk men-<em>support<\/em>\u00a0hal-hal yang yang sangat kritikal bagi perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun untuk hal-hal yang tidar terlalu banyak pekerjaan yang ada atau bersifat\u00a0<em>seasonal<\/em> maka Raider memilih untuk mempekerjakan\u00a0<em>freelancer\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>agent. <\/em>Sebagai contoh saat ia menggunakan\u00a0<em>agent branding<\/em> untuk membangun\u00a0<em>brand\u00a0<\/em>yang sesuai dengan visi yang dimilikinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : Jeff Raider<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Dalam sebuah interview yang dirilis oleh WSJ dengan\u00a0Jeff Raider,\u00a0Co-Founder &amp; Co-CEO at Harry&#8217;s, sebuah produsen pisau cukur, maka Raider\u00a0membagikan pengalamannya saat merekrut karyawan untuk pertama kalinya. Jeff Raider dan temannya memutuskan untuk memulai sebuah bisnis pisau cukur ketika ia merasa terlalu mahal untuk membeli empat buah pisau cukur dengan harga USD 25. \u00a0Maka ia pun mulai\u00a0menjual produk pisau cukur murah secara online.\u00a0Pada tahun 2012, Raider\u00a0pun akhirnya memulai bisnis yang diberi nama Harry&#8217;s dengan modal USD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":126187,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927,3716,6911],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126185"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126185"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126191,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126185\/revisions\/126191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}