{"id":125860,"date":"2015-08-12T17:55:26","date_gmt":"2015-08-12T10:55:26","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=125860"},"modified":"2015-08-12T17:55:26","modified_gmt":"2015-08-12T10:55:26","slug":"sundar-pichai-dan-gaya-kepemimpinannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/12\/sundar-pichai-dan-gaya-kepemimpinannya\/","title":{"rendered":"Sundar Pichai dan Gaya Kepemimpinannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Sundar Pichai, masih ramai menjadi bahan pembicaraan, karena debutnya yang kini ditunggu-tunggu banyak orang selaku CEO Google yang baru. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa Google merombak struktur kepemimpinan perusahaannya dengan mendirikan Alphabet yang nantinya akan dipegang oleh\u00a0Larry Page sebagai perusahaan induk. (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/08\/11\/google-membuat-perusahaan-baru-bernama-alphabet\/\">Google Membuat Perusahaan Baru Bernama Alphabet<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pichai sebenarnya adalah anak didik CEO Larry Page sendiri yang memang telah dipersiapkan untuk pekerjaan tersebut. Prestasi yang diraihnya sudah tidak dapat dipandang sebelah mata. Menjadikan Pichai sebagai CEO Google sama saja hendak menjadikan Pichai sebagai\u00a0wajah publik dari perusahaan Google. Namun ini bukan hal yang baru, sebab dalam dua tahun terakhir ini, Pichai sudah memimpin upacara konferensi developers tahunan Google.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gaya Kepemimpinan yang Sederhana<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pichai memang berbeda dengan banyak eksekutif Google lainnya. Ia tidak mengendarai mobil <em>sport<\/em>\u00a0atau terjun payung. Tetapi ia\u00a0dikenal sebagai orang yang sederhana, sangat cerdas, sangat berpendirian, dan tidak berlebihan. Pencapaiannya telah membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan yang\u00a0kuat untuk menciptakan produk, termasuk <em>Chrome browser<\/em> milik Google, dan kemudian <em>Chrome operation system<\/em>. Juga kemampuannya untuk mengidentifikasi tekanan kompetitif, mengelola orang lain, dan menyelesaikan masalah dengan lancar, baik secara internal maupun dengan mitra bisnis Google.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pichai memiliki kemampuan yang luar biasa untuk melihat apa yang ada di depan dan memobilisasi tim yang ada di sekitarnya. Ini merupakan hal-hal yang sangat penting bagi Google.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kebudayaan sekarang ini, orang dapat dengan mudah \u2018termakan\u2019 oleh argumen dan ego yang besar, namun Pichai adalah seseorang yang berbeda, ia adalah seorang eksekutif sukses yang tidak memaksakan posisinya, bahkan ketika ada argumen yang kuat di sisinya. Ia menciptakan sebuah reputasi sebagai tipe orang yang Anda inginkan untuk berada di samping Anda ketika sedang membuat keputusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Pichai pernah berselisih dengan Andy Rubin, pencipta sistem operasi mobile Android. Tim Rubin menciptakan Web browser yang lebih diminati dibandingkan dengan Chrome browser yang dibangun oleh tim Pichai. Namun, Pichai tidak melakukan gerakan yang menantang Rubin, melainkan ia menunggu.\u00a0Kemudian pada tahun 2013, Larry Page memberikan tanggung jawab Android kepada Pichai, sebagai tambahan dari tanggung jawabnya untuk menangani Chrome dan Chrome OS. Saat itu, semua perselisihan telah selesai.<\/p>\n<p><strong>Tantangan Baru bagi Sundar Pichai<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan hanya mewarisi\u00a0sebagian besar pendapatan Google, Pichai juga akan mewarisi tantangan terbesar yang dihadapi Google. Munculnya ponsel dapat menyaingi kejayaan layanan pencarian dan periklanan Google, karena pengguna ponsel akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan aplikasi ponsel dan sedikit waktu untuk melakukan pencarian melalui Google.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Amazon.com Inc. juga merupakan saingan dari Google, yang memungkinkan penggunanya untuk membeli produk dengan langkah-langkah yang lebih sedikit. Sementara itu, Facebook Inc. membantu para pemasang iklan yang mengetahui target penggunanya dan dapat menargetkan para konsumen lebih tepat daripada Google.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga harus menghadapi tuduhan oleh regulator Eropa bahwa Google menyukai layanannya sendiri secara tidak benar dibandingkan dengan milik saingan mereka. Google dituduh telah memaksa para pembuat perangkat Android untuk menggunakan jasa mereka untuk Google sendiri dan tidak kepada yang lainnya. Google harus memberikan tanggapan untuk tuduhan tersebut pada minggu depan.<\/p>\n<p>Terpilihnya dirinya menjadi CEO Google pada minggu ini akan meningkatkan kekuasaan Pichai termasuk atas para\u00a0eksekutif yang sebelumnya bertanggungjawab kepada Larry Page, seperti CEO YouTube\u2013Susan Wojcicki, Google General Counsel\u2013Kent Walker, dan kepala pengembangan perusahaan\u2013Don Harrison.<\/p>\n<p><em>Alvin Wiryo Limanjaya\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: flickr &#8211;\u00a0<a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/pestoverde\/16928752317\/\">Maurizio Pesce<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Sundar Pichai, masih ramai menjadi bahan pembicaraan, karena debutnya yang kini ditunggu-tunggu banyak orang selaku CEO Google yang baru. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa Google merombak struktur kepemimpinan perusahaannya dengan mendirikan Alphabet yang nantinya akan dipegang oleh\u00a0Larry Page sebagai perusahaan induk. (Baca:\u00a0Google Membuat Perusahaan Baru Bernama Alphabet). Pichai sebenarnya adalah anak didik CEO Larry Page sendiri yang memang telah dipersiapkan untuk pekerjaan tersebut. Prestasi yang diraihnya sudah tidak dapat dipandang sebelah mata. Menjadikan Pichai sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":125899,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,6881],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125860"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125860"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125860\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":125903,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125860\/revisions\/125903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}