{"id":125642,"date":"2015-08-12T14:48:31","date_gmt":"2015-08-12T07:48:31","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=125642"},"modified":"2015-08-13T15:20:33","modified_gmt":"2015-08-13T08:20:33","slug":"kilas-peristiwa-jelang-kemerdekaan-ri-12-agustus-1945","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/12\/kilas-peristiwa-jelang-kemerdekaan-ri-12-agustus-1945\/","title":{"rendered":"Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 12 Agustus 1945"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211;\u00a0Jelang Kemerdekaan RI ke-70) Jepang memang mendapatkan serangan bertubi-tubi dari pihak Sekutu maupun Uni Soviet. Pada tanggal 6 Agustus 1945, kota Hiroshima di\u00a0jatuhi bom atom, disusul Nagasaki yang juga mendapatkan serangan yang sama pada tanggal 9 Agustus 1945. Belum lagi\u00a0\u00a0Uni Soviet yang secara tiba-tiba melancarkan serangan pada\u00a0koloni Jepang di Manchuria (Manchukuo) yang melanggar Pakta Netralitas Soviet\u2013Jepang pada 9 Agustus. Maka tersebarlah berita bahwa Jepang menyerah kalah. (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/08\/11\/kilas-peristiwa-jelang-kemerdekaan-ri-11-agustus-1945\/\">Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 11 Agustus 1945<\/a>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pertemuan dengan\u00a0Marsekal Terauchi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehari setelah Bung Karno, Bung Hatta, dan\u00a0RadjimanWediodiningrat berangkat ke\u00a0Vietnam melalui perjalanan yang dirahasiakan maka pada tanggal 12 Agustus 1945, ketiga tokoh nasional tersebut bertemu dengan\u00a0Panglima Tertinggi Jepang di Asia Tenggara,\u00a0Marsekal Terauchi. Pada pertemuan tersebut,\u00a0Terauchi memang menyatakan keinginan Jepang untuk memberikan kemerdekaan bagi Indonesia sebagai sebuah hadiah. Ada beberapa hal yang kemudian dibicarakan pada pertemuan yang berlangsung di Siagon, Vietnam tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.<br \/>\n2. Untuk mengemban pelaksanaan kemerdekaan tersebut maka dibentuklah PPKI sebagai pengganti BPUPKI.<br \/>\n3. Pelaksanaan kemerdekaan akan segera dilakukan setelah semua persiapan selesai dilakukan. Namun demikian kemerdekaan tidak langsung diberikan sepenuhnya, melainkan secara berangsur-angsur dari Pulau Jawa hingga disusul pulau-pulau lainnya.<br \/>\n4. Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kapan pun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,&#8221; demikianlah yang dikatakan Jenderal Terauchi kala itu. Namun demikian Jepang mrencanakan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945. Kala itu,\u00a0Bung Karno juga sempat menanyakan bilamana mereka dapat langsung bekerja pada 25 Agustus 1945 dan dijawab oleh Jenderal Terauci, itu terserah &#8216;tuan-tuan&#8217;, demikian ketiga tokoh itu dipanggil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada\u00a0akhir acara, Terauchi menyelamati ketiga tokoh bangsa dan memberikan jamuan minum teh dan makan kue-kue. Sebenarnya\u00a0Jepang juga telah memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia sejak dua tahun sebelumnya namun hal itu tidak kunjung terealisasi. Kemudian Jepang juga memberikan janji\u00a0kemerdekaan kepada Burma dan Filipina, namun tidak kepada Indonesia yang disebut Hindia Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Deklarasi Potsdam<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu terjadi kesepakatan antara Sekutu yang juga disetujui oleh pemerintah Inggris, Cina, dan Uni Soviet, walaupun Uni Soviet setuju dengan rasa enggan sebuah Deklarasi Potsdam pada 12 Agustus 1945. Mengenai status kekaisaran Jepang yang akan tunduk kepada Komandan Tertinggi Sekutu yang akan mengambil langkah-langkah yang menurutnya layak sesuai dengan syarat-syarat kapitulasi yang berlaku.\u00a0Kaisar Jepang dan semua pejabatnya memang telah membicarakan untuk menyampaikan secara resmi pengakuan atas kekalahannya mengingat sudah banyaknya korban jiwa yang jatuh dari pihak Jepang. Maka tepat tanggl 12 Agustus 1945,\u00a0Hirohito menyampaikan kepada keluarga kekaisaran tentang keputusannya untuk menyerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/08\/13\/kilas-peristiwa-jelang-kemerdekaan-ri-13-agustus-1945\/\">Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 13 Agustus 1945<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211;\u00a0Jelang Kemerdekaan RI ke-70) Jepang memang mendapatkan serangan bertubi-tubi dari pihak Sekutu maupun Uni Soviet. Pada tanggal 6 Agustus 1945, kota Hiroshima di\u00a0jatuhi bom atom, disusul Nagasaki yang juga mendapatkan serangan yang sama pada tanggal 9 Agustus 1945. Belum lagi\u00a0\u00a0Uni Soviet yang secara tiba-tiba melancarkan serangan pada\u00a0koloni Jepang di Manchuria (Manchukuo) yang melanggar Pakta Netralitas Soviet\u2013Jepang pada 9 Agustus. Maka tersebarlah berita bahwa Jepang menyerah kalah. (Baca:\u00a0Kilas Peristiwa Jelang Kemerdekaan RI: 11 Agustus 1945). Pertemuan dengan\u00a0Marsekal Terauchi Sehari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":125846,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1049],"tags":[6865],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125642"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125642"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126049,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125642\/revisions\/126049"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}