{"id":125053,"date":"2015-08-07T07:16:33","date_gmt":"2015-08-07T00:16:33","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=125053"},"modified":"2015-08-07T07:16:33","modified_gmt":"2015-08-07T00:16:33","slug":"hebat-tawon-manfaatkan-laba-laba-besarkan-anaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/07\/hebat-tawon-manfaatkan-laba-laba-besarkan-anaknya\/","title":{"rendered":"Hebat! Tawon Manfaatkan Laba-laba Besarkan Anaknya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Do You Know?)\u00a0Tawon merupakan hewan yang sangat serius dalam bekerja, terutama ketika pekerjaan tersebut menyangkut keturunan mereka. Akan tetapi, hal ini bukan berarti si tawon membesarkan anak-anak mereka dengan giat, melainkan mereka menyerahkan serangga lain untuk membesarkan anak mereka. Melalui proses parasitisme yang aneh terhadap serangga lainnya, anak-anak mereka akan dapat tumbuh. Tawon parasitoid bertelur pada atau di dalam serangga dewasa lain. Beberapa tawon juga menyuntikkan racun ke dalam organisme inang untuk melumpuhkan <em>host<\/em> untuk anak-anaknya, beberapa juga menyuntikkan bahan kimia yang melindungi telur mereka dari sistem kekebalan tubuh host.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, variasi tawon yang menyuntikkan hingga 80 buah telurnya ke dalam ulat yang masih hidup. Larva yang kemudian akan menetas dari telur di dalam ulat tersebut akan menggerogoti ulat tersebut dari dalam. Mengesankannya, ulat tersebut tetap dipertahankan untuk hidup, agar ketika larva-larva di dalam sudah waktunya untuk keluar, ulat tersebut dengan pikirannya yang dikendalikan oleh hormone larva-larva akan berpikir bahwa larva-larva tersebut adalah anaknya. Kemudian ulat itu akan melindungi mereka saat mereka menciptakan kepompong mereka dari ancaman luar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebanyakan tawon parasitoid, memangsa serangga lain yang tidak membahayakan, tetapi ada juga yang bersifat parasitisme terhadap laba-laba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Species baru <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Journal of Experimental Biology <\/em>mengeluarkan penelitian baru mengenai siklus hidup yang rumit dari tawon parasitoid (parasit yang membunuh hostnya) lainnya, yaitu <em>Reclinervellus nielseni<\/em>. Jenis tawon ini dapat mengendalikan pikiran laba-laba untuk membangun web khusus yang berguna untuk melindungi si tawon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laba-laba \u00a0tersebut akan menciptakan dua jenis web: &#8220;web bola normal&#8221; yang terlihat seperti sarang laba-laba yang khas dengan spiral benang lengket yang digunakan untuk menangkap mangsa, dan &#8220;web peristirahatan&#8221; yang digunakan oleh laba-laba untuk mengganti kulit luarnya. Akan tetapi, \u201cweb peristirahatan\u201d ini bukan untuk si laba-laba, melainkan untuk larva-larva tawon yang akan segera memasuki tahap <em>cocoon.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/tawon-2.png\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-125056\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/tawon-2.png\" alt=\"tawon 2\" width=\"668\" height=\"229\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/tawon-2.png 668w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/tawon-2-300x103.png 300w\" sizes=\"(max-width: 668px) 100vw, 668px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentu saja hal ini dilakukan sebelum tawon membunuh laba-laba dengan mengisap cairan dalam tubuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Proses Perbudakan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tawon dewasa bertelur di luar tubuh laba-laba. Larva tawon menetas dan menempel pada perut laba-laba, di mana mereka akan menakan hemolymph \u2013 istilah untuk darah di dalam <em>arthropoda<\/em>. Hal ini dilakukan tanpa si laba-laba menyadarinya dan hanya melakukan kegiatan seperti biasanya. Akan tetapi, ada waktu tertentu dimana larva menyebabkan perilaku laba-laba untuk berubah. Hal ini terjadi seolah-olah larva mengambil kendali laba-laba dan memaksanya untuk menciptakan lingkungan yang sempurna bagi larva, agar dapat menjadi kepompong untuk memasuki tahap dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mekanisme seperti ini, merupakan salah satu dari serangga pengendali pikiran lainnya (ada banyak), yang merupakan misteri di dunia kepompong. Mungkin larva menyuntikkan host dengan kimia yang mirip dengan hormon yang bereaksi seperti obat yang mendorong laba-laba untuk membangun sebuah web untuk beristirahat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Alvin Wiryo Limanjaya\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage:\u00a0The Journal of Experimental Biologist<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?)\u00a0Tawon merupakan hewan yang sangat serius dalam bekerja, terutama ketika pekerjaan tersebut menyangkut keturunan mereka. Akan tetapi, hal ini bukan berarti si tawon membesarkan anak-anak mereka dengan giat, melainkan mereka menyerahkan serangga lain untuk membesarkan anak mereka. Melalui proses parasitisme yang aneh terhadap serangga lainnya, anak-anak mereka akan dapat tumbuh. Tawon parasitoid bertelur pada atau di dalam serangga dewasa lain. Beberapa tawon juga menyuntikkan racun ke dalam organisme inang untuk melumpuhkan host untuk anak-anaknya, beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":125054,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5845,1044],"tags":[5859],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125053"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125053"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":125059,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125053\/revisions\/125059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}