{"id":124903,"date":"2015-08-05T20:54:56","date_gmt":"2015-08-05T13:54:56","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=124903"},"modified":"2015-08-05T20:55:53","modified_gmt":"2015-08-05T13:55:53","slug":"amerika-akan-kembalikan-masa-kejayaan-superkomputer-2012","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/05\/amerika-akan-kembalikan-masa-kejayaan-superkomputer-2012\/","title":{"rendered":"Amerika Akan Kembalikan Masa Kejayaan Superkomputer 2012"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Merebut Kejayaannya Kembali<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya Tianhe-2 milik Tiongkok\u00a0berhasil menjadi superkomputer tercepat di dunia pada tahun 2013, mengalahkan Titan asal Amerika. Tahun ini, Obama memutuskan saatnya untuk Amerika merebut gelar itu kembali. Karena itu Obama\u00a0menyetujui sebuah perintah eksekutif untuk mengumumkan bahwa National Strategic Computing Initiative akan bertanggung jawab untuk membangun superkomputer tercepat di dunia.\u00a0Departemen Pertahanan dan Energi bersama dengan National Science Foundation akan memimpin penelitian pada pengembangan computer dengan daya performa tinggi yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pentingnya Superkomputer<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Superkomputer digunakan untuk berbagai tujuan, beberapa digunakan untuk kepentingan keamanan nasional dan kelangsungan ekonomi negara. Ilmuwan AS dapat\u00a0menggunakan superkomputer baru merintis penelitian ke semua bidang mulai dari energi nuklir untuk perubahan iklim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Superkomputer yang baru akan dapat beroperasi pada <strong>1 exaflop<\/strong>, atau <strong>1 quintillion (1.000.000.000.000.000.000)<\/strong> kalkulasi per detik. The Tianhe-2 berjalan pada <strong>33,86 petaflops<\/strong> atau <strong>38,86 kuadriliun (38,860,000,000,000,000)<\/strong> kalkulasi per detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu sebabnya Titan, yang saat ini menjadi superkomputer tercepat kedua di dunia menggunakan sekitar 10 megawatt untuk mempertahankan sistemnya sendiri. Itu hampir <strong>2.000<\/strong> kali energi laptop pribadi kita gunakan. Sebuah komputer dengan hardware yang lebih besar dan kemampuan perangkat lunak mungkin akan menggunakan daya lebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Supercomputing Arms Race<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bila pada tahun 1960-an Amerika bersaing dengan Rusia dalam mencapari luar angkasa, yang dikenal dengan \u201c<strong>The Space Race<\/strong>\u201d, maka, kali ini yang sedang terjadi adalah <strong>\u201c<em>Supercomputing Arms Race<\/em>\u201d <\/strong>ketika\u00a0para ahli superkomputer berpikir bahwa perang ini akan mengakibatkan dunia memiliki kinerja 1.000-petaflop pada tahun 2018.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tujuan dari Pembuatan Superkomputer<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teknologi ini akan digunakan oleh lima lembaga nasional &#8211; NASA, FBI, NOAA, National Institutes of Health dan Departemen Keamanan Dalam Negeri yang akan mampu untuk bersama mendesain dan menguji mesin dari tahap awal untuk menyertakan persyaratan khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Organisasi pemerintah dapat bekerja dengan sektor swasta untuk memajukan rencananya juga. Biasanya, peneliti swasta dapat mengajukan permohonan untuk menggunakan superkomputer juga meskipun mereka sebagian besar digunakan oleh organisasi-organisasi nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika superkomputer exascale menjadi kenyataan melalui inisiatif ini, maka NASA, Biro Investigasi Federal (FBI), National Institutes of Health, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Oceanic and Atmospheric Administration Nasional (NOAA) akan paling mendapatkan keuntungan dan memiliki pilihan untuk menerjunkan ide-ide mereka sendiri, persyaratan dan aplikasi melalui proses penelitian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah komputer exascale juga akan memberikan kemungkinkan bagi pemerintah untuk menjalankan model rinci dari beberapa masalah dunia yang paling sulit, melakukan simulasi solusi dengan cara yang tidak akan mungkin tanpa sejumlah besar kekuatan pemrosesan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>The program<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belum ada waktu yang pasti kapan supercomputer exascale ini akan diselesaikan. Akan tetapi dewan kelompok wajib menyampaikan rencana untuk pengembangan komputer exascale dalam waktu 90 hari semenjak akhir Juli lalu, dan laporan yang berkaitan dengan kemajuan diharapkan akan disampaikan setiap tahunnya. Presiden Barack Obama juga berharap bila project ini dapat diselesaikan pada tahun 2030.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Alvin Wiryo Limanjaya\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage:\u00a0Wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Merebut Kejayaannya Kembali Sebelumnya Tianhe-2 milik Tiongkok\u00a0berhasil menjadi superkomputer tercepat di dunia pada tahun 2013, mengalahkan Titan asal Amerika. Tahun ini, Obama memutuskan saatnya untuk Amerika merebut gelar itu kembali. Karena itu Obama\u00a0menyetujui sebuah perintah eksekutif untuk mengumumkan bahwa National Strategic Computing Initiative akan bertanggung jawab untuk membangun superkomputer tercepat di dunia.\u00a0Departemen Pertahanan dan Energi bersama dengan National Science Foundation akan memimpin penelitian pada pengembangan computer dengan daya performa tinggi yang baru. Pentingnya Superkomputer Superkomputer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":124904,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[997,5787,6830],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124903"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124903"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":124908,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124903\/revisions\/124908"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}