{"id":124783,"date":"2015-08-05T10:37:19","date_gmt":"2015-08-05T03:37:19","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=124783"},"modified":"2015-08-05T13:39:27","modified_gmt":"2015-08-05T06:39:27","slug":"jepang-buka-laboratoriumnya-untuk-tangani-virus-mematikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/08\/05\/jepang-buka-laboratoriumnya-untuk-tangani-virus-mematikan\/","title":{"rendered":"Jepang Buka Laboratoriumnya Untuk Tangani Virus Mematikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Sebuah laboratorium penelitian di pinggiran kota Tokyo akan mulai menangani penelitian beberapa virus paling mematikan di dunia untuk pertama kalinya, demikian dikatakan para pejabat negara matahari terbit tersebut pada Selasa (5\/8) seperti dilansir oleh Antara. Setelah beberapa dekade sebelumnya, laboratorium ini telah menolak untuk menangani penelitian virus mematikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, Jepang tidak memiliki laboratorium biosafety aktif pada level\u00a0maksimum atau apa yang disebut dengan tingkat empat, \u00a0sehingga keputusan ini akan membawa Jepang sejalan dengan negara-negara G7 lainnya. Hingga saat ini ada sekitar 40 laboratorium sejenis\u00a0di seluruh dunia termasuk beberapa yang dikelola oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laboratorium Tokyo ini dibangun pada tahun 1981 dan dirancang untuk menangani virus yang dikenal paling berbahaya, membutuhkan para ilmuwan untuk memakai jas yang menutup tubuh secara penuh dengan asupan oksigen untuk menghindari kontaminasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi ada banyak yang menentang hal ini dengan kekuatiran bahwa laboratorium ini akan membahayakan lingkungan sekitar, apalagi laboratorium ini bertetangga dengan beberapa sekolah dan bangunan masyarakat lainnya yang akan sangat beresiko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai tanggapan, laboratorium tersebut kemudian sempat\u00a0diturunkan levelnya menjadi apa yang disebut sebagai\u00a0level tiga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun kemudian\u00a0Menteri Kesehatan Yasuhisa Shiozaki mengubah keputusan tersebut dengan\u00a0menandatangani sebuah perjanjian dengan walikota Musashimurayama pada Senin (4\/8) untuk kembali\u00a0meningkatkan tingkat biosafety laboratorium ini ke tingkat yang tertinggi\u00a0sehingga\u00a0memungkinkan para ilmuwan dapat meneliti virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS)\u00a0dan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang juru bicara kementerian kesehatan mengatakan dengan adanya peningkatan ini berarti laboratorium dapat meneliti beberapa virus lainnya seperti\u00a0virus\u00a0Ebola dan virus demam Lassa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ahli kesehatan menyambut baik langkah tersebut dengan mengatakan bahwa Jepang mengikuti negara-negara lainnya, termasuk Amerika Serikat, Prancis, dan Singapura untuk menghambat kemampuan\u00a0kemampuan virus mematikan tersebut dalam menciptakan\u00a0wabah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Akhirnya, Jepang telah &#8216;terperangkap&#8217; sebagaimana\u00a0negara-negara maju lainnya,&#8221; demikian dikatakan Jiro Yasuda, seorang profesor virologi di Nagasaki University.\u00a0&#8220;Memiliki fasilitas dengan level empat adalah suatu keharusan untuk mencegah penyakit menular selain itu juga dapat digunakan untuk mengembangkan vaksin dan pengobatan,&#8221; demikian ia menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa kasus yang dicurigai berkaitan dengan virua\u00a0Ebola di Jepang, namun para peneliti tidak dapat menganalisis virus hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar 28.000 orang telah terinfeksi Ebola di Guinea, Sierra Leone dan Liberia sejak akhir 2013, menurut WHO, dan hampir setengah mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: Antara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Sebuah laboratorium penelitian di pinggiran kota Tokyo akan mulai menangani penelitian beberapa virus paling mematikan di dunia untuk pertama kalinya, demikian dikatakan para pejabat negara matahari terbit tersebut pada Selasa (5\/8) seperti dilansir oleh Antara. Setelah beberapa dekade sebelumnya, laboratorium ini telah menolak untuk menangani penelitian virus mematikan. Sebelumnya, Jepang tidak memiliki laboratorium biosafety aktif pada level\u00a0maksimum atau apa yang disebut dengan tingkat empat, \u00a0sehingga keputusan ini akan membawa Jepang sejalan dengan negara-negara G7 lainnya. Hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":104851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,620],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124783"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124783"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":124811,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124783\/revisions\/124811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}