{"id":123683,"date":"2015-07-28T20:22:58","date_gmt":"2015-07-28T13:22:58","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=123683"},"modified":"2015-07-28T20:26:52","modified_gmt":"2015-07-28T13:26:52","slug":"nyatakan-bebas-dari-mers-korsel-berupaya-pikat-wisatawan-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/28\/nyatakan-bebas-dari-mers-korsel-berupaya-pikat-wisatawan-kembali\/","title":{"rendered":"Nyatakan Bebas dari MERS, Korsel Berupaya Pikat Wisatawan Kembali"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Korea Selatan telah menyatakan bahwa wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) telah berakhir, demikianlah dikatakan pada Selasa (27\/7) seperti dilansir oleh WSJ. Wabah ini telah membuat\u00a0banyak wisatawan membatalkan kepergiannya ke negara ini\u00a0dan itu telah menghantam perekonomian Korea Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak kasus pertama MERS\u00a0dilaporkan pada 20 Mei lalu, oleh karena seorang pria Korea yang mengunjungi Timur Tengah, dilaporkan sebanyak 186 orang telah terinfeksi virus mematikan ini dan mengakibatkan kematian 36 orang. Selain itu,\u00a0lebih dari 16.000 orang telah dikarantina untuk mencegah penyebaran virus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama tiga minggu hingga\u00a0hari Selasa (28\/7), tidak ada kasus MERS baru yang dilaporkan, hal ini telah\u00a0mendorong Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn mengatakan bahwa wabah dapat dianggap telah berakhir. Salah satu tersangka pasien Mers yang terakhir melanjutkan\u00a0menerima perawatan di rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Staying-home.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-123687\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Staying-home.jpg\" alt=\"Staying home\" width=\"700\" height=\"554\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Staying-home.jpg 700w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Staying-home-300x237.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setelah menimbang berbagai keadaan, tenaga medis, dan pemerintah menyatakan bahwa kini\u00a0orang tidak perlu lagi khawatir,&#8221; demikian dikatakan Hwang pada pertemuan pejabat pemerintah seperti dilansir oleh WSJ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah melangkah pada sinyal berakhirnya wabah yangtelah tercermin pada kekhawatiran atas jumlah korban yang juga telah berdampak pada\u00a0perekonomian. Tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan jatuh ke level terendah dalam lebih dari enam tahun pada kuartal kedua, sebagian besar karena belanja konsumen turun diakibatkan para\u00a0konsumen\u00a0dan wisatawan lebih memilih untuk tinggal di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angka belanja di supermarket, department store, dan di tempat-tempat umum seperti bioskop anjlok dengan segera setelah wabah terjadi. Sementara itu, kunjungan wisatawan ke Korea Selatan anjlok lebih dari 40% pada bulan Juni dan hampir 60% dalam 15 hari pertama bulan Juli dari tahun sebelumnya, demikian menurut data pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di pusat kota Seoul, area belanja yang sering dikerumuni banyak\u00a0turis yang sebagian besar dari Tiongkok, sudah menjadi sepi dalam beberapa pekan terakhir. Dalam upaya untuk menarik kembali wisatawan, khususnya dari Tiongkok, pemerintah telah mengumpulkan kampanye pemasaran dan delegasi untuk bepergian ke luar negeri untuk mempromosikan pariwisata di Korea Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bank sentral telah dua kali menurunkan suku bunga sejak wabah itu mulai dan pemerintah telah menyusun rencana stimulus fiskal senilai $ 19 miliar, banyak hal yang dirancang untuk mendukung perusahaan yang telah terpukul dengan krisis akibat wabah\u00a0MERS ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merebaknya wabah\u00a0MERS\u00a0di Korea Selatan adalah yang terbesar di luar Arab Saudi, dengan untuk pertama kalinya\u00a0virus itu ditemukan pada tahun 2012. Kira-kira setelah 9 hari berlalu, barulah pasien pertama MERS di Korea Selatan tersebut didiagnosa menderita MERS sehingga hal ini memungkinkan penularan kepadabanyak\u00a0orang lain dan sangat sulit untuk mengkarantina siapa saja yang telah bertemu dengan pasien selama 9 hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Korea Selatan juga telah dikritik secara luas dalam hal kurang\u00a0terbuka untuk informasi yang tidak memadai selama wabah terjadi. Selama lebih dari dua minggu, pemerintah menolak untuk mempublikasikan nama-nama rumah sakit yang telah merawat pasien Mers untuk menghindari kepanikan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : Antara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Korea Selatan telah menyatakan bahwa wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) telah berakhir, demikianlah dikatakan pada Selasa (27\/7) seperti dilansir oleh WSJ. Wabah ini telah membuat\u00a0banyak wisatawan membatalkan kepergiannya ke negara ini\u00a0dan itu telah menghantam perekonomian Korea Selatan. Sejak kasus pertama MERS\u00a0dilaporkan pada 20 Mei lalu, oleh karena seorang pria Korea yang mengunjungi Timur Tengah, dilaporkan sebanyak 186 orang telah terinfeksi virus mematikan ini dan mengakibatkan kematian 36 orang. Selain itu,\u00a0lebih dari 16.000 orang telah dikarantina [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":117634,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,1919,2218],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123683"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123683"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":123689,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123683\/revisions\/123689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}