{"id":122964,"date":"2015-07-23T20:53:22","date_gmt":"2015-07-23T13:53:22","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=122964"},"modified":"2015-07-23T20:53:22","modified_gmt":"2015-07-23T13:53:22","slug":"maskapai-penerbangan-membutuhkan-558000-pilot-baru-untuk-20-tahun-ke-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/23\/maskapai-penerbangan-membutuhkan-558000-pilot-baru-untuk-20-tahun-ke-depan\/","title":{"rendered":"Maskapai Penerbangan Membutuhkan 558,000 Pilot Baru Untuk 20 Tahun ke Depan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Maskapai penerbangan komersial akan perlu untuk merekrut dan melatih 558.000 pilot baru selama 20 tahun ke depan untuk memenuhi meningkatnya permintaan perjalanan, menurut perkiraan Boeing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekitar 40% dari pilot komersial baru, atau 226.000, akan dibutuhkan di wilayah Asia-Pasifik, menurut laporan yang dirilis pada hari Senin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Permintaan serupa untuk teknisi perawatan pesawat, dengan adanya\u00a0kebutuhan untuk 609.000 karyawan baru dengan sebagian besar akan ditempatkan di Asia Pasifik, yaitu\u00a0238.000, atau 39%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penambahan staf akan diperlukan untuk menjalankan kira-kira 38.000 pesawat baru yang ditambahkan ke armada global selama 20 tahun ke depan, demikian dikatakan Perusahaan raksasa ruang angkasa. Boeing memiliki 17 kampus pelatihan di seluruh dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tantangan memenuhi permintaan global untuk profesional maskapai tidak akan diselesaikan oleh satu perusahaan saja,&#8221; demikian dikatakan Sherry Carbary, wakil presiden Jasa Penerbangan Boeing seperti dilansir oleh Japantoday.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Produsen Pesawat, Maskapai penerbangan, produsen peralatan pelatihan, organisasi pengiriman pelatihan, lembaga regulator, dan lembaga pendidikan semua melangkah untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan untuk melatih dan mensertifikasi pilot dan teknisi.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibandingkan dengan outlook perusahaan 2014, permintaan percontohan naik lebih dari 4% dan permintaan untuk teknisi naik sekitar 5%.\u00a0Setelah Asia-Pasifik, maka Amerika Utara dan Eropa ada di\u00a0tempat kedua yang diperkirakan oleh Boeing dalam kebutuhan pilot, dengan 95.000 karyawan baru yang diproyeksikan selama 20 tahun ke depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tempat ketiga adalah Timur Tengah (60.000 pilot baru), Amerika Latin (47.000), Afrika (18.000) dan Rusia \/ CIS (17.000).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk staf teknisi baru, Amerika Utara berada di urutan kedua dengan angka kebutuhan sebanyak\u00a0113.000 orang, diikuti oleh Eropa (101.000), Timur Tengah (66.000), Amerika Latin (47.000) dan Afrika dan Rusia \/ CIS (keduanya\u00a022000).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Maskapai penerbangan komersial akan perlu untuk merekrut dan melatih 558.000 pilot baru selama 20 tahun ke depan untuk memenuhi meningkatnya permintaan perjalanan, menurut perkiraan Boeing. Sekitar 40% dari pilot komersial baru, atau 226.000, akan dibutuhkan di wilayah Asia-Pasifik, menurut laporan yang dirilis pada hari Senin. Permintaan serupa untuk teknisi perawatan pesawat, dengan adanya\u00a0kebutuhan untuk 609.000 karyawan baru dengan sebagian besar akan ditempatkan di Asia Pasifik, yaitu\u00a0238.000, atau 39%. Penambahan staf akan diperlukan untuk menjalankan kira-kira [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":122966,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,6756],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122964"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122964"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122968,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122964\/revisions\/122968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}