{"id":122901,"date":"2015-07-23T19:43:09","date_gmt":"2015-07-23T12:43:09","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=122901"},"modified":"2015-07-23T19:43:09","modified_gmt":"2015-07-23T12:43:09","slug":"membangun-talent-pipeline-yang-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/23\/membangun-talent-pipeline-yang-efektif\/","title":{"rendered":"Membangun Talent Pipeline yang Efektif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sparrow-Job-Interview.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-122926\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sparrow-Job-Interview.jpg\" alt=\"Sparrow Job Interview\" width=\"1500\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sparrow-Job-Interview.jpg 1500w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sparrow-Job-Interview-300x160.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sparrow-Job-Interview-1024x546.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Sparrow-Job-Interview-750x400.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa Anda membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang potensil untuk mendukung bisnis Anda. Maka penting bagi Anda untuk membuat sebuah\u00a0<em>talent pipeline.\u00a0<\/em>(Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/14\/talent-pipeline-menjawab-kebutuhan-sdm-yang-berpotensi\/\">Talent Pipeline Menjawab Kebutuhan SDM yang Berpotensil<\/a>). Namun ada beberapa langkah yang penting Anda cermati bagaimana membuat\u00a0<em>talent pipeline\u00a0<\/em>yang efektif. Jangan lupa ada 2 sumber yang dapat Anda pergunakan dalam hal ini, yaitu internal dan eksternal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menggunakan Sumber Internal<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Jangan lupakan <em>talent pool. <\/em>(Baca: <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/07\/bagaimana-mengidentifikasi-para-talent\/\">Bagaimana Mengidentifikasi para <\/a><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/07\/bagaimana-mengidentifikasi-para-talent\/\">talent<\/a>).<\/em><br \/>\n&#8211;\u00a0Analisalah apa yang menjadi <em>gap<\/em>\u00a0antara\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0yang tersedia dengan <em>talent\u00a0<\/em>yang\u00a0dibutuhkan.<br \/>\n&#8211; Identifikasilah strategi terbaik untuk mengembangkan dan memperoleh <em>talent<\/em>\u00a0untuk mengisi\u00a0<em>gap<\/em> yang ada.<br \/>\n&#8211; Lakukan eksekusi, monitoring, dan\u00a0sempurnakan strategi\u00a0<em>talent pipeline.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Beberapa Langkah Untuk\u00a0Membangun\u00a0<em>Talent\u00a0Pipeline <\/em>yang\u00a0Efektif<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Tentukanlah berapa banyak <em>talent\u00a0<\/em>yang dibutuhkan dan bagaimanakah\u00a0<em>requirements-<\/em>nya. Tidak hanya untuk\u00a0kebutuhan yang ada sekarang, tetapi juga kebutuhan pada waktu yang akan datang. Misalnya saja jika Anda sudah memiliki target pembukaan cabang maka Anda sudah dapat menargetkan kebutuhan pada waktu menatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Lakukan assessment untuk <em>talent pool <\/em>yang ada. Bilamana dapat segera dipenuhi. Jangan lupa untuk mengidentifikasi\u00a0setiap karakter dan kompetensi dari para\u00a0<em>talent.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Cobalah isi <em>gap\u00a0<\/em>yang ada dengan mencari\u00a0<em>talent\u00a0<\/em>sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Misalnya saja Anda membutuhkan sejumlah tenaga\u00a0<em>accounting<\/em> sedangkan pada\u00a0<em>talent pipeline\u00a0<\/em>Anda, tidak tersedia kandidat dengan <em>skill\u00a0<\/em>yang sama. Maka segeralah melakukan\u00a0<em>resourcing<\/em> langsung ke sumber yang dapat menyediakan tenaga\u00a0<em>accounting.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Lakukanlah\u00a0<em>assessment\u00a0<\/em>secara berkala. Maka Anda akan dapat mengetahui bilamana\u00a0<em>resourcing\u00a0<\/em>harus segera dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Lakukan identifikasi\u00a0presentase promosi dan\u00a0<em>turn over. <\/em>Hal ini akan mempengaruhi <em>talent pipeline <\/em>Anda. Jika angka promosi rendah, maka ada sesuatu yang salah sebab mengapa sangat sulit bagi seseorang untuk dipromosikan. Jika\u00a0<em>turn over\u00a0<\/em>tinggi, maka juga dapat diidentifikasi adanya kesalahan mengapa banyak orang memilih untuk\u00a0<em>resign.\u00a0<\/em>Jika permasalahan ini dapat diatasi maka akan menurunkan angka kebutuhan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Tidak ada salahnya menerapkan\u00a0<em>member get member.<\/em> Mintalah sebanyak-banyaknya karyawan untuk mereferensikan sebanyak-banyaknya yang mereka kenal. Jika salah satu dari yang mereka referensikan kemudian diterima, maka perusahaan akan memberikan <em>reward.<\/em>\u00a0Ini akan membuat Anda mendapatkan banyak\u00a0<em>resume\u00a0<\/em>kandidat. Mungkin hari ini belum Anda butuhkan, tetapi suatu kali Anda memiliki kebutuhan lain, maka Anda tidak mengalami kesulitan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Lakukan analisa\u00a0<em>sourcing. <\/em>Jangan<em>\u00a0<\/em>lupakan untuk melakukan analisa secara berkala untuk setiap keberhasilan dan kegagalan <em>sourcing. <\/em>Keberhasilan yang ada, dapat Anda terapkan lagi kemudian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan lupa untuk mengaktifkan segala daya yang ada. Baik melalui sosial media, bank data, atau semua relasi yang ada seperti contoh di atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah-langkah di atas dapat diterapkan dan semoga dapat membantu Anda untuk membangun\u00a0<em>talent pipeline\u00a0<\/em>yang efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/<\/em><em>Managing Partner Human Capital Development<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa Anda membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang potensil untuk mendukung bisnis Anda. Maka penting bagi Anda untuk membuat sebuah\u00a0talent pipeline.\u00a0(Baca:\u00a0Talent Pipeline Menjawab Kebutuhan SDM yang Berpotensil). Namun ada beberapa langkah yang penting Anda cermati bagaimana membuat\u00a0talent pipeline\u00a0yang efektif. Jangan lupa ada 2 sumber yang dapat Anda pergunakan dalam hal ini, yaitu internal dan eksternal. Menggunakan Sumber Internal &#8211; Jangan lupakan talent pool. (Baca: Bagaimana Mengidentifikasi para talent). &#8211;\u00a0Analisalah apa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":122926,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927,6753],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122901"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122901"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122927,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122901\/revisions\/122927"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}