{"id":122639,"date":"2015-07-22T11:48:26","date_gmt":"2015-07-22T04:48:26","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=122639"},"modified":"2015-07-22T13:58:14","modified_gmt":"2015-07-22T06:58:14","slug":"nostalgia-perangkat-komputer-di-era-80-an-bukti-sebuah-evolusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/22\/nostalgia-perangkat-komputer-di-era-80-an-bukti-sebuah-evolusi\/","title":{"rendered":"Nostalgia Perangkat Komputer di Era 80-an &#8211; Bukti Sebuah Evolusi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Mengingat kembali era teknologi komputerisasi di tahun 80-90-an akan membawa kita ke sebuah nostalgia yang tak terlupakan. Bagi Anda yang telah hidup di zaman teknologi mula-mula tersebut tentu sangat ingat pada penggunaan komputer &#8216;tabung&#8217; dengan kode perintah yang super rumit. Kalau sekarang untuk menyimpan data kita dapat langsung menekan tombol Ctrl+S, bagaimana kala itu ?<\/p>\n<p>Berikut beberapa evolusi yang terjadi pada era komputerisasi, dari mulai disket sampai ke HDD, dari mulai komputer PC sampai ke tablet, dari mulai <em>mouse<\/em> kabel sampai ke <em>mouse wireless<\/em>, dsb.<\/p>\n<p>1. Dari PC (<em>personal computer<\/em>) ke tablet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/computer-old.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-medium wp-image-122640 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/computer-old-300x200.jpg\" alt=\"computer old\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/computer-old-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/computer-old-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/computer-old-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/computer-old-600x400.jpg 600w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/computer-old.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><br \/>\nMeskipun pengguna komputer PC masih cukup banyak, namun sebagian besar pengguna telah beralih ke laptop yang jauh lebih <em>simple<\/em> dan dapat dibawa kemana-mana. Tidak berhenti di laptop, kehadiran internet yang telah merevolusi dunia komputer pun telah menghadirkan perangkat tablet yang dapat digunakan jauh lebih cepat dari pendahulunya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/keyboard-mouse.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-medium wp-image-122642 alignright\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/keyboard-mouse-300x140.jpg\" alt=\"keyboard mouse\" width=\"300\" height=\"140\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/keyboard-mouse-300x140.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/keyboard-mouse-1024x478.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>2. <em>Keyboard<\/em> dan <em>Mouse<\/em><br \/>\nKeyboard dan Mouse pada komputer atau laptop awalnya harus dikoneksikan dengan kabel untuk dapat digunakan. Namun dengan adanya teknologi <em>wireless<\/em>, pengguna kini dapat memilih <em>keyboard<\/em> ataupun <em>mouse<\/em> tanpa kabel, hal ini tentunya akan menjadi lebih <em>simple<\/em>, dan tidak perlu repot saat dibawa bepergian.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/casette.jpeg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-122644 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/casette.jpeg\" alt=\"casette\" width=\"283\" height=\"178\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/casette.jpeg 283w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/casette-282x178.jpeg 282w\" sizes=\"(max-width: 283px) 100vw, 283px\" \/><\/a>3. Dari kaset ke MP3<br \/>\nUntuk mendengarkan sebuah lagu, beberapa dari kita mungkin masih merasakan penggunaan kaset <em>side<\/em> A &#8211; <em>side<\/em> B. Apalagi yang pernah mengikuti senam SKJ 88, tentu musik ini akan diputar setiap kali kita ada di lapangan sekolah.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan teknologi musik saat ini? Ya, dipastikan bahwa saat ini tidak ada lagi perusahaan yang memproduksi kaset <em>side<\/em> A &#8211; <em>side<\/em> B yang kita lihat diatas. Teknologi musik telah beralih ke penggunaan MP 3 yang menawarkan pilihan musik jauh lebih banyak dan panjang. Bahkan saat ini pengguna dapat langsung mendengarkannya melalui layanan musik<em> streaming<\/em> seperti Youtube, Spotify, maupun yang lain.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/floppy-disk.jpeg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-medium wp-image-122646 alignright\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/floppy-disk-300x145.jpeg\" alt=\"floppy disk\" width=\"300\" height=\"145\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/floppy-disk-300x145.jpeg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/floppy-disk.jpeg 322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>4. Dari <em>floppy disk<\/em> (disket) ke Portabel SSD T1<br \/>\n<em>Floppy disk<\/em> atau yang juga sering disebut disket merupakan perangkat penyimpanan data yang biasa digunakan pada era 80-an. Berapa besarnya kapasitas yang dapat ditampung oleh <em>Floppy disk<\/em>? Hanya\u00a0 1,44 MB.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan media penyimpanan yang ada saat ini?<br \/>\nBerbagai pilihan telah ditawarkan untuk pengguna dapat menyimpan file atau data yang dimiliki, bisa dengan menggunakan CD, DVD, <em>flashdisk, memory card,<\/em> ataupun <em>harddisk<\/em>. Detailnya seperti dibawah :<\/p>\n<p>Floppy Disk (Disket) &gt;&gt; kapasitas 1,44 MB<br \/>\nCD kapasitas &gt;&gt; 700 MB<br \/>\nDVD kapasitas &gt;&gt; 4 GB &#8211; 15,9 GB<br \/>\nHarddisk &gt;&gt; kapasitas 250 GB &#8211; 6TB<br \/>\nFlasdisk kapasitas &gt;&gt; 1 &#8211; 256 GB<br \/>\nMemory Card kapasitas &gt;&gt; 256MB &#8211; 64 GB<\/p>\n<p>Masih banyak lagi evolusi yang terjadi pada teknologi komputerisasi. Untuk apa semuanya itu dilakukan? Semuanya untuk men-<em>support <\/em>pekerjaan manusia untuk dapat semakin\u00a0<em>simple<\/em>, cepat, praktis, dan modern. Apakah terbukti? Sangat terbukti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita nantikan evolusi kecanggihan teknologi selanjutnya.<\/p>\n<p><em>W.Lubis\/VMN\/BL\/Analyst-Vibiz Research Center<\/em><br \/>\nEditor : Ruth Berliana<br \/>\nImage: flickr &#8211;\u00a0<a class=\"owner-name truncate\" title=\"Go to Keoni Cabral's photostream\" href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/keoni101\/7069578953\/\" data-track=\"attributionNameClick\" data-rapid_p=\"35\">Keoni Cabral<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Mengingat kembali era teknologi komputerisasi di tahun 80-90-an akan membawa kita ke sebuah nostalgia yang tak terlupakan. Bagi Anda yang telah hidup di zaman teknologi mula-mula tersebut tentu sangat ingat pada penggunaan komputer &#8216;tabung&#8217; dengan kode perintah yang super rumit. Kalau sekarang untuk menyimpan data kita dapat langsung menekan tombol Ctrl+S, bagaimana kala itu ? Berikut beberapa evolusi yang terjadi pada era komputerisasi, dari mulai disket sampai ke HDD, dari mulai komputer PC sampai ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":122647,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122639"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122639"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122654,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122639\/revisions\/122654"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122647"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}