{"id":122384,"date":"2015-07-20T19:44:57","date_gmt":"2015-07-20T12:44:57","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=122384"},"modified":"2015-07-20T19:45:52","modified_gmt":"2015-07-20T12:45:52","slug":"4-alasan-mem-posting-hal-yang-lucu-nan-cerdas-lewat-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/20\/4-alasan-mem-posting-hal-yang-lucu-nan-cerdas-lewat-media-sosial\/","title":{"rendered":"4 Alasan Mem-posting Hal yang Lucu nan Cerdas Lewat Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Terkadang kita merasa lucu bila melihat beberapa berita yang diposting beberapa orang rekan bahkan tak jarang tertawa hingga terpingkal-pingkal. Namun bila hendak mem-<em>posting<\/em> hal yang serupa, maka merasa tidak cocok atau bahkan memilih untuk &#8216;jaim&#8217; atau jaga <em>image<\/em> sebab merasa bahwa tidak ingin menjadi bahan tertawaan bagi banyak orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya tidak perlu merasa takut, bukankah tertawa adalah bahasa universal dan merupakan salah satu metode komunikasi? Tertawa adalah salah satu caa berkomunikasi yang paling mudah\u00a0untuk mengekspresikan sebuah rasa. Sering kali tertawa\u00a0menjadi\u00a0bentuk komunikasi yang menjembatani kesenjangan antara berbagai bahasa, budaya, usia, dan demografi. Jadi tidak mengherankan bahwa meme lucu dan <em>hashtags<\/em> cerdas akan menuai hit di media sosial. Sekali lagi penekanannya adalah pada humor yang <strong>sehat<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba perhatikan bagaimana video\u00a0humor sering kali menjadi <i>viral<\/i>\u00a0dan menjadi sebuah daya tarik. Lalu perlukah malu untuk mem-<em>posting\u00a0<\/em>sesuatu yang berbau &#8220;humor&#8221; yang tentu saja humor yang sehat pada sosial media Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada 4 keuntungan mem-<em>posting<\/em>\u00a0sesuatu yang lucu pada sosial media Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Menciptakan kebersamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konten media sosial yang lucu sering kali menciptakan kebersamaan. Anda akan dapat tertawa lebih banyak ketika bersama-sama daripada Ada sendirian. Tertawa akan meringankan ketegangan dan membentuk rasa kebersamaan dalam kelompok. Ketika Anda mem-<em>posting<\/em>\u00a0sesuatu yang lucu lewat Facebook atau Twitter dan membuat <em>follower<\/em>\u00a0Anda tertawa, Anda akan membangun sebuah keterkaitan antara Anda dan <em>follower\u00a0<\/em>Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Memicu respons emosional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Humor menciptakan perasaan positif. Tertawa melepaskan hormon\u00a0endorfin, membuat tubuh relaks, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu untuk menghilangkan stres, dan secara keseluruhan membuat perasaan baik. Respon fisiologis dan kimia secara sadar, dan menciptakan respons emosional yang menyenangkan. Dengan menggunakan humor dalam konten Anda di media sosial, Anda membantu untuk mengasosiasikan perasaan menyenangkan atas diri Anda.<\/p>\n<p>3. Itu membuat <em>image<\/em>\u00a0Anda tak terlupakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perasaan positif menciptakan kenangan. Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya 42% dari pengalaman positif terlupakan, sementara 60% dari pengalaman negatif memudar dari memori. Tidak ada yang ingat posting Facebook kusam atau video\u00a0YouTube \u00a0yang membosankan. Tetapi untuk yang menyenangkan maka banyak orang akan mengingatnya.\u00a0Baik\u00a0dalam jangka pendek dan jangka panjang.<\/p>\n<p>4. Memberikan\u00a0<em>insight<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peter McGraw, direktur Humor Research Lab dan penulis dari Kode Humor, menyatakan bahwa &#8220;lucu&#8221; adalah persimpangan antara sesuatu yang biasa\u00a0dan yang tidak biasa. Jika ada sesuatu yang biasa, misalnya kejadian\u00a0sehari-hari, maka itu tidak akan menjadi lucu. Jika ada sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang melanggar itu juga tidak akan menjadi lucu. Tapi persinggungan antara sesuatu yang biasa dengan yang tidak biasa, maka di situlah sering kali terjadi kelucuan. Upayakanlah hal ini bukan hal-hal yang menimbulkan risiko. Tetapi sesuatu yang berwawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjadi lucu sering kali membantu menciptakan ikatan emosional kuat dengan <em>folower<\/em>\u00a0Anda.\u00a0Humor mungkin tidak datang secara alami untuk Anda, dan mungkin tidak selalu menjadi pendekatan yang tepat. Namun, media sosial memungkinkan Anda untuk menguji dan mengalihkan dengan\u00a0cepat untuk menemukan yang terbaik bagi Anda dan <em>follower<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Terkadang kita merasa lucu bila melihat beberapa berita yang diposting beberapa orang rekan bahkan tak jarang tertawa hingga terpingkal-pingkal. Namun bila hendak mem-posting hal yang serupa, maka merasa tidak cocok atau bahkan memilih untuk &#8216;jaim&#8217; atau jaga image sebab merasa bahwa tidak ingin menjadi bahan tertawaan bagi banyak orang. Sebenarnya tidak perlu merasa takut, bukankah tertawa adalah bahasa universal dan merupakan salah satu metode komunikasi? Tertawa adalah salah satu caa berkomunikasi yang paling mudah\u00a0untuk mengekspresikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":118681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,2910],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122384"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122384"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122388,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122384\/revisions\/122388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}