{"id":122375,"date":"2015-07-20T18:48:49","date_gmt":"2015-07-20T11:48:49","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=122375"},"modified":"2019-12-11T11:18:31","modified_gmt":"2019-12-11T04:18:31","slug":"5-strategi-untuk-mendapatkan-promosi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/20\/5-strategi-untuk-mendapatkan-promosi\/","title":{"rendered":"5 Strategi Untuk Mendapatkan Promosi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Ini bagi Anda yang sudah menghabiskan beberapa tahun karir Anda pada posisi\u00a0<em>entry-level.\u00a0<\/em>Mungkin Anda berharap untuk segera dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi lagi, namun kesempatan tersebut tidak kunjung datang. Berikut ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan lebih dari sekedar mengasihani diri Anda sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Bersikaplah proaktif. Pikirkan apa yang menjadi pekerjaan impian Anda dan kaitkan dengan posisi Anda saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stop untuk berpikir bahwa Anda tidak <em>qualified\u00a0<\/em>dan sebaliknya stop untuk berpikir bahwa Anda\u00a0<em>overqualified<\/em> untuk pekerjaan yang Anda lakukan. Coba selidiki apa yang menjadi kekuatan Anda, hal-hal apa yang menggairahkan Anda dan mana yang tidak. Dalam hal apakah Anda merasa memiliki tugas-tugas yang begitu menyenangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah Anda memiliki jawaban, maka cobalah untuk mendiskusikan hal-hal tersebut dengan atasan Anda dan bersikaplah terbuka untuk\u00a0berbagai masukan bahkan apabila Anda mendapatkan\u00a0satu atau dua tugas impian Anda. Yakinkan atasan Anda bahwa\u00a0tugas-tugas ini akan memberi keuntungan bagi perusahaan. Selama Anda tidak menunda tanggung jawab Anda yang lain, kemungkinan atasan\u00a0Anda akan mengatakan ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kemudian dapat membuktikan bahwa Anda mampu memotivasi diri sendiri, kemungkinan besar Anda akan dipandang sebagai aset untuk organisasi. Semakin Anda bersifat proaktif, semakin cerahlah jalan untuk mendapatkan\u00a0promosi pada setelah\u00a0<em>performance review\u00a0<\/em>dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Milikilah mentor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda harus memiliki mimpi tetapi Anda juga harus memiliki mentor yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan. Mintakanlah saran dan bimbingan yang realistis. Bimbingan dapat berupa\u00a0menavigasi budaya perusahaan, memberikan saran dalam pengembangan karir, dan berbagai saran\u00a0untuk Anda ketika peluang baru terbuka. Jika Anda memiliki mentor di departemen yang berbeda dengan Anda, maka Anda pun akan mendapatkan\u00a0perspektif yang segar, serta adanya kemungkinan untuk mengekspos diri ke bagian baru dari perusahaan, daerah yang mungkin lebih cocok untuk pekerjaan yang Anda ingin lakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Pelajari apa yang dibutuhkan oleh pekerjaan impian Anda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sering kali, orang terjebak dalam pekerjaan karena mereka tidak percaya bahwa mereka cukup tahu tentang industri atau departemen lain. Padahal sebenarnya Anda dapat saja mengerjakan hal-hal lain pada departmen lain. Coba identifikasi\u00a0minat Anda dan apa yang menurut Anda sesuatu yang menyenangkan. Anda dapat membaca buku, artikel, dan berbincang dengan para ahli. Belajarlah tentang\u00a0segala sesuatu yang menggairahkan Anda baik yang berkaitan dengan bagian Anda saat ini atau yang sama sekali berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Mintalah umpan balik<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda sudah mencoba beberapa langkah di atas, dan Anda masih belum memiliki jawaban mengapa Anda masih terjebak pada peranan Anda saat ini, maka saatnya untuk meminta umpan balik kepada tim. Jadwalkan duduk dengan manajer Anda untuk membahas apa yang Anda lakukan dengan baik dan apa yang seharusnya Anda kerjakan untuk dipromosikan. Bisa saja ternyata bahwa\u00a0manajer Anda bahkan tidak tahu bahwa Anda ingin untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi di perusahaan. Selain itu mintakan juga umpan balik dari para\u00a0rekan kerja atas apa yang mereka pikirkan menjadi kekuatan Anda, serta apa yang bisa Anda kerjakan. Jawaban mereka mungkin mengejutkan Anda namun pastikan untuk mendengarkan apa yang mereka tidak pernah katakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Jalinlah pertemanan dengan orang di departemen lain<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua orang tahu bahwa pekerjaan itu lebih menyenangkan bila Anda memiliki teman-teman. Tidak hanya akan membantu Anda untuk merasa lebih positif ketika Anda berada di kantor, tetapi juga\u00a0akan berfungsi sebagai kesatuan yang\u00a0mengagumkan dalam perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ingat, sekarang mungkin berada pada level yang rendah namun sadarilah bahwa Anda adalah CEO dari karir Anda. Mengambil alih karir Anda dengan bersifat proaktif, akan membuka jalan lebih besar menuju promosi. Jika ternyata itu belum juga dapat raih hari ini, yakinlah bahwa Anda akan mendapatkannya walaupun mungkin saja pada area yang lain dan berbeda dari bagian Anda saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Ini bagi Anda yang sudah menghabiskan beberapa tahun karir Anda pada posisi\u00a0entry-level.\u00a0Mungkin Anda berharap untuk segera dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi lagi, namun kesempatan tersebut tidak kunjung datang. Berikut ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan lebih dari sekedar mengasihani diri Anda sendiri. 1. Bersikaplah proaktif. Pikirkan apa yang menjadi pekerjaan impian Anda dan kaitkan dengan posisi Anda saat ini. Stop untuk berpikir bahwa Anda tidak qualified\u00a0dan sebaliknya stop untuk berpikir bahwa Anda\u00a0overqualified untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":113251,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927,6727],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122375"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122375"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122375\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":171945,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122375\/revisions\/171945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}