{"id":122364,"date":"2015-07-20T17:32:27","date_gmt":"2015-07-20T10:32:27","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=122364"},"modified":"2015-07-20T17:34:30","modified_gmt":"2015-07-20T10:34:30","slug":"penderita-cerebral-palsy-ini-mendorong-nike-ciptakan-sepatu-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/20\/penderita-cerebral-palsy-ini-mendorong-nike-ciptakan-sepatu-khusus\/","title":{"rendered":"Penderita Cerebral Palsy Ini Mendorong Nike Ciptakan Sepatu Khusus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Nike selalu muncul dengan ide\u00a0<em>brilliant-<\/em>nya. Kali ini terfokus untuk membantu mereka yang memiliki kesulitan untuk menggunakan sepatu olahraga oleh karena keterbatasan fisik mereka. Misalnya saja mereka yang menderita\u00a0<em>stroke,<\/em> penderita parkinson, atau mereka yang berkebutuhan khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kini tidak perlu menggunakan kedua tangan untuk mengenakan sepatu olahraga dan untuk menyimpulkan tali\u00a0yang ada, sebab Nike menciptakan sepatu kets berleher tinggi dengan kekuatan rahasia sebab dirancang khusus untuk para\u00a0penyandang cacat dan dilengkapi dengan sistem ritsleting. Zoom Soldier 8 Flyease tampil mentereng dan memungkinkan penggunanya untuk memakai dan menanggalkan hanya dengan menggunakan satu tangan. \u00a0Paling tidak membantu untuk membuat hidup sedikit lebih mudah bagi mereka yang membutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanarnya ini bukanlahyang pertama kali sebab\u00a0Tobie Hatfield, direktur inovasi Nike, telah pernah bekerja selama bertahun-tahun untuk membuat sepatu yang lebih mudah digunakan, setelah CEO Nike Mark Parker telah menyatakan keinginannya untuk mengembangkan sesuatu untuk membantu karyawan pertama perusahaan, Jeff Johnson, setelah ia stroke.\u00a0Hatfield merancang sepatu dengan bagian belakang yang dapat ditutup dan dibuka dengan mudah menggunakan perekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun\u00a0Teknologi baru yang bernama Flyease ini dirancang oleh Tobie Hatfield setelah ia\u00a0menerima surat dari Matius Walzer, seorang pria muda yang menderita\u00a0<em>cerebral palsy <\/em>pada tiga tahun yang lalu. Gangguan yang dialami Walzer telah membuat otot-ototnya kaku dan lemah, dan saat ia hendak menuju ke perguruan tinggi, ia khawatir bahwa ia tidak akan mampu mengikat tali sepatunya sendiri tanpa bantuan. Sebab selama ini orang tuanya yang selalu membantunya. Walzer menulis kepada Nike untuk mendapatkan bantuan.\u00a0Hatfield pun mulai mengembangkan versi terbaru dari sepatunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Matthew menginginkan sepatu dengan\u00a0gaya sepatu basket, dia benar-benar mencintai basket, dia mengagumi LeBron James,&#8221; demikian dikatakan Hatfield dalam sebuah video promosi tentang teknologi baru ini. Itulah sebabnya Hatfield membuat\u00a0ritsleting pada bagian\u00a0belakang sepatu sehingga dengan mudah sepatu dapat dibuka. &#8220;Hal yang utama adalah bagaimana memasukkan kakinya ke sepatu, menyesuaikan sepatu, menutup sepatu, dan kemudian mampu keluar dari sepatu dan semuanya dilakukan sendiri.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Hatfield dan desainer Nike lainnya bekerja sama dengan Walzer sejak September 2012. Mereka mengirim prototipe\u00a0sepatu dan mendapatkan umpan balik melalui Skype. Untuk membuat sepatu, insinyur perusahaan raksasa ini harus membuat ritsleting baru yang dirancang untuk dapat mengarahkan lekukan dengan lancar tanpa memaksa pemakai untuk menarik\u00a0tali, dan menambahkan tali internal untuk sepatu. Ketika pengguna menutup ritsleting dari dari tumit ke atas maka sepatu akan mengencang. Ditambahkan dengan tali dengan perekat yang akan menutup ke depan dengan sempurna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hatfield menyadari bahwa desain sepatu ini masih belum sempurna dan akan terus disempurnakan, namun Nike tetap merilis sepatu yang diberi nama\u00a0Zoom Soldier 8 ini sehingga\u00a0mereka yang membutuhkan sepatu ini dapat segera menggunakannya. Zoom Soldier 8 (dan mitra yang menjadi sponsor LeBron Soldier 8) telah\u00a0dijual dalam jumlah terbatas di website Nike sejak\u00a0tanggal 16 Juli.<\/p>\n<p><iframe width=\"750\" height=\"422\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/TaNM_T1d1as?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">citra\/VMN\/BL\/Journalist<br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : nike<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Nike selalu muncul dengan ide\u00a0brilliant-nya. Kali ini terfokus untuk membantu mereka yang memiliki kesulitan untuk menggunakan sepatu olahraga oleh karena keterbatasan fisik mereka. Misalnya saja mereka yang menderita\u00a0stroke, penderita parkinson, atau mereka yang berkebutuhan khusus. Kini tidak perlu menggunakan kedua tangan untuk mengenakan sepatu olahraga dan untuk menyimpulkan tali\u00a0yang ada, sebab Nike menciptakan sepatu kets berleher tinggi dengan kekuatan rahasia sebab dirancang khusus untuk para\u00a0penyandang cacat dan dilengkapi dengan sistem ritsleting. Zoom Soldier 8 Flyease [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":122366,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[5787,2840],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122364"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122364"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122364\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":122372,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122364\/revisions\/122372"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/122366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}