{"id":121205,"date":"2015-07-13T09:22:46","date_gmt":"2015-07-13T02:22:46","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=121205"},"modified":"2015-07-13T12:49:57","modified_gmt":"2015-07-13T05:49:57","slug":"ceo-nintendo-tutup-usia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/13\/ceo-nintendo-tutup-usia\/","title":{"rendered":"CEO Nintendo Tutup Usia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight) Sebuah berita duka datang dari perusahaan <em>video<\/em>\u00a0<em>game,\u00a0<\/em>Nintendo yang mengabarkan meninggalnya CEO\u00a0Satoru Iwata pada usianya yang ke-55 karena penyakit kanker saluran empedu. Serta merta dunia mengingat Steve Jobs yang juga tutup usia akibat penyakit kanker, yaitu kanker pankreas pada usianya yangke-56.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pernyataan singkat, perusahaan yang berbasis di Kyoto ini mengumumkan bahwa Iwata meninggal pada hari Sabtu (11\/7) ditengah upaya untuk memimpin perusahaan raksasa <em>video game\u00a0<\/em>ini untuk melakukan\u00a0perubahan\u00a0pada perusahaannya. Iwata menjalani operasi pada tahun 2014 untuk menghapus pertumbuhan sel kanker di saluran empedunya dan sempat kembali bertugas setelah melewati periode pemulihan yang cukup singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nintendo memang pernah menjadi pemimpin dalam industri\u00a0<em>game<\/em> namun kemudian mengalami kemunduran karena semakin majunya teknologi yang mulai meninggalkan\u00a0<em>video game\u00a0<\/em>sehingga nintendo pun mengalami kerugian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iwata memulai karirnya sebagai seorang <em>programmer <\/em>di\u00a0HAL Laboratorium dan kemudian bergabung dengan Nintendo pada tahun 2000 sebagai kepala divisi perencanaan perusahaan. Pada Mei 2002, kemudian ia diangkat menduduki\u00a0jabatan puncak di perusahaan itu sebagai presiden ke-4 sekaligus CEO yang kemudian dikenal sebagai salah satu\u00a0CEO top dunia, oleh karena penjualan Wii dan peningkatan harga saham Nintendo\u00a0hampir dua kali lipat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bulan Juni tahun 2013, ia juga mengambil peran sebagai CEO Nintendo Amerika. Sebagai salah satu perubahan pertamanya sebagai CEO Nintendo of America, Iwata memutuskan bahwa mereka tidak akan mengadakan konferensi pers besar di E3, dan sebaliknya memiliki beberapa acara yang lebih kecil, masing-masing ditujukan untuk demografis tertentu. Ini merupakan sebuah strategi yang diterapkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun lalu, Iwata mengatakan ia akan memangkas gajinya setengah selama beberapa bulan untuk menebus penurunan pada pembuat Donkey Kong dan Pokemon waralaba, yang telah berjuang melawan saingan Sony dan Microsoft yang telah unggul dalam penjualan konsol.\u00a0Ketiga perusahaan ini juga sedang melawan kecenderungan murahnya bahkan terkadang gratis bagaimana <em>game\u00a0<\/em>dapat di-<em>download<\/em>\u00a0untuk smartphone dan perangkat <em>mobile<\/em> lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 2015, Iwata\u00a0mulai berfokus pada\u00a0pertumbuhan pasar <em>mobile game <\/em>sebab\u00a0penjualan konsol <em>hardware\u00a0<\/em>tradisional\u00a0Nintendo sudah\u00a0mulai goyah. Iwata juga\u00a0terus mengupayakan untuk memperbaiki neraca keuangan perusahaannya yang babak belur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Nintendo ini telah menegaskan bahwa berpetualang\u00a0di dunia yang padat penduduk serta sebagian besar telah memiliki smartphone dan tablet merupakan suatu pertaruhan. Hal ini dapat mengakibatkan perusahaan kemudian dapat saja meninggalkan\u00a0bisnis inti dan kemudian mengorbankan nilai-nilai yang telah ada sebelumnya, untuk berjuang keras tetap bertahan dengan membuat kreasi-kreasi baru pada produk <em>game<\/em>\u00a0mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi Iwata kemudian mengakui Nintendo harus pindah ke daerah baru. &#8220;Dunia berubah, sehingga setiap perusahaan yang tidak siap untuk menghadapi perubahan akan jatuh ke dalam penurunan,&#8221; demikian pernah dikatakannya seperti dilansir oleh AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nintendo pada Maret lalu mengumumkan rencananya untuk membeli saham perusahaan mobile gaming DeNA yang berbasis di Tokyo sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengembangkan <em>game<\/em>\u00a0yang berbasis pada smartphone berbasis yang mengambil\u00a0karakter-karakter populer dari Nintendo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight) Sebuah berita duka datang dari perusahaan video\u00a0game,\u00a0Nintendo yang mengabarkan meninggalnya CEO\u00a0Satoru Iwata pada usianya yang ke-55 karena penyakit kanker saluran empedu. Serta merta dunia mengingat Steve Jobs yang juga tutup usia akibat penyakit kanker, yaitu kanker pankreas pada usianya yangke-56. Dalam pernyataan singkat, perusahaan yang berbasis di Kyoto ini mengumumkan bahwa Iwata meninggal pada hari Sabtu (11\/7) ditengah upaya untuk memimpin perusahaan raksasa video game\u00a0ini untuk melakukan\u00a0perubahan\u00a0pada perusahaannya. Iwata menjalani operasi pada tahun 2014 untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":121207,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[4909,6700],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121205"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121205"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":121243,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121205\/revisions\/121243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}