{"id":120481,"date":"2015-07-08T12:47:06","date_gmt":"2015-07-08T05:47:06","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=120481"},"modified":"2015-07-08T12:49:31","modified_gmt":"2015-07-08T05:49:31","slug":"lakukanlah-retensi-terhadap-para-talent","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/08\/lakukanlah-retensi-terhadap-para-talent\/","title":{"rendered":"Lakukanlah Retensi Terhadap Para Talent"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Sparrow-goals-01.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-111869\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Sparrow-goals-01.jpg\" alt=\"Sparrow goals-01\" width=\"3125\" height=\"1667\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Sparrow-goals-01.jpg 3125w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Sparrow-goals-01-300x160.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Sparrow-goals-01-1024x546.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Sparrow-goals-01-750x400.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 3125px) 100vw, 3125px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Ada dua <em>article<\/em>\u00a0yang saya sarankan untuk Anda baca sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini. Memulai\u00a0<em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/06\/memulai-talent-management\/\">Talent Management<\/a>\u00a0<\/em>dan <a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/07\/bagaimana-mengidentifikasi-para-talent\/\">Bagaimana Mengidentifikasi Para\u00a0<\/a><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/07\/bagaimana-mengidentifikasi-para-talent\/\">Talent<\/a>.\u00a0<\/em>Dengan demikian Anda telah dapat mengidentifikasi\u00a0<em>talent\u00a0<\/em>yang Anda miliki. Siapa saja mereka dan berapa jumlah mereka. So,\u00a0<em>what&#8217;s next?\u00a0<\/em>Jika Anda telah berinisiatif untuk mengenali para\u00a0<em>talent <\/em>maka Anda tidak dapat berhenti hanya sampai mengenali siapa\u00a0<em>talent\u00a0<\/em>yang ada pada organisasi Anda. Kini Anda memiliki tanggung jawab selanjutnya. Sebab, jangan lupa, Anda berada pada dunia kompetisi oleh karena\u00a0<em>talent<\/em> yang Anda miliki akan segera diperebutkan oleh kompetitor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Buatlah Rencana untuk Pengembangan Setiap <em>Talent<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buatlah sebuah pemetaan\u00a0<em>level\u00a0<\/em>selanjutnya yang akan dicapai oleh si\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0apabila ia telah dinilai\u00a0<em>qualified\u00a0<\/em>untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi. Kemudian buatlah uraian mengenai spesifikasi\u00a0<em>job\u00a0<\/em>serta tanggung jawab pekerjaan yang ada pada jenjang yang lebih tinggi tersebut. Sebenarnya ini merupakan hal yang umum untuk diterapkan dalam rangka mempersiapkan suksesor. Untuk memenuhi tanggung jawab yang lebih tinggi maka individu perlu untuk dipersiapkan sesuai dengan panjangnya waktu yang ditargetkan. Selama waktu tersebut berikanlah pelatihan atau\u00a0<em>assignment\u00a0<\/em>yang dapat membuat si\u00a0<em>talent<\/em> semakin berkembang hingga ia dapat menjalankan tugas yang ditargetkan kepadanya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh proses pengembangan ini akan menutup gap yang ada antara kompetensi individu saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menduduki jenjang yang lebih tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Retaining dan Transfer Knowledge<\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak perusahaan pada kenyataannya mengabaikan\u00a0<em>retention program.\u00a0<\/em>Bilamana seseorang mengajukan pengunduran diri maka secara ideal sebelum ia meninggalkan perusahaan maka dilakukan\u00a0<em>exit interview <\/em>untuk mengetahui apa sesungguhnya alasan individu tersebut mengundurkan diri. Di sini biasanya akan diketahui apa yang menjadi alasan seseorang mengundurkan diri, apakah oleh karena adanya tawaran gaji yang lebih baik ataukah adanya kenaikan jenjang, atau berbagai alasan internal lainnya.\u00a0<em>Retention program\u00a0<\/em>akan sangat berkaitan dengan hasil\u00a0<em>exit interview.<\/em> Karena itu jangan menyepelekan hasil\u00a0<em>exit interview<\/em> sebagai suatu ketidakperdulian oleh karena mereka yang meninggalkan perusahaan dianggap tidak\u00a0<em>loyal.<\/em>\u00a0Melainkan lakukanlah evaluasi berdasarkan hasil\u00a0<em>exit interview.<\/em> Apabila 9 dari 10 orang yang meninggalkan perusahaan memiliki alasan tawaran gaji yang lebih baik, maka dapat saja disimpulkan bahwa struktur gaji perusahaan Anda mungkin lebih kecil dari para kompetitor Anda. Sehingga penting untuk melakukan penyesuaian sebelum Anda benar-benar kehilangan para\u00a0<em>talent <\/em>Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu bagaimana jika Anda memiliki keterbatasan dana sehingga tidak dapat menaikkan gaji karyawan Anda, dapatkah Anda berkata\u00a0<em>take it or leave it? <\/em>Hmmm, mungkin Anda dapat bertindak lebih bijaksana dengan mengidentifikasi para\u00a0<em>Star\u00a0<\/em>dan memberikan\u00a0<em>review\u00a0<\/em>atas penghasilan mereka. Jika mereka memangsangat mempengaruhi keberhasilan usaha Anda maka jangan ragu untuk me-<em>retain\u00a0<\/em>mereka. Jika Anda dapat memiliki SDM berkualitas nomer satu, jangan lepaskan sehingga Anda harus berjalan dengan mereka yang berkualitas nomer dua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara program retensi dijalankan, teruslah untuk mengadakan\u00a0<em>transfer knowledge\u00a0<\/em>dari waktu ke waktu untuk memastikan Anda selalu memiliki\u00a0suksesi untuk semua posisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lakukan Evaluasi Secara Berkala<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sangat penting untuk kemudian melakukan evaluasi terhadap rangkaian sistem\u00a0<em>talent management<\/em>\u00a0yang telah dilakukan. Identifikasilah\u00a0berapa banyak orang yang telah siap untuk memenuhi tujuan awal dan bagaimana mereka dapat melakukannya dengan baik. Secara ideal hal ini dilakukan secara tahunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/<\/em><em>Managing Partner Human Capital Development<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Ada dua article\u00a0yang saya sarankan untuk Anda baca sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini. Memulai\u00a0Talent Management\u00a0dan Bagaimana Mengidentifikasi Para\u00a0Talent.\u00a0Dengan demikian Anda telah dapat mengidentifikasi\u00a0talent\u00a0yang Anda miliki. Siapa saja mereka dan berapa jumlah mereka. So,\u00a0what&#8217;s next?\u00a0Jika Anda telah berinisiatif untuk mengenali para\u00a0talent maka Anda tidak dapat berhenti hanya sampai mengenali siapa\u00a0talent\u00a0yang ada pada organisasi Anda. Kini Anda memiliki tanggung jawab selanjutnya. Sebab, jangan lupa, Anda berada pada dunia kompetisi oleh karena\u00a0talent yang Anda miliki akan segera [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":111869,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[106],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120481"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120481"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120481\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120507,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120481\/revisions\/120507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}