{"id":120228,"date":"2015-07-06T19:33:57","date_gmt":"2015-07-06T12:33:57","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=120228"},"modified":"2015-10-01T15:14:32","modified_gmt":"2015-10-01T08:14:32","slug":"shoes-purchasing-behavior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/06\/shoes-purchasing-behavior\/","title":{"rendered":"Shoes Purchasing Behavior"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Cover-ShoesResearch.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-120233\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Cover-ShoesResearch.jpg\" alt=\"Cover-ShoesResearch\" width=\"1074\" height=\"483\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Cover-ShoesResearch.jpg 1074w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Cover-ShoesResearch-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Cover-ShoesResearch-1024x461.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/a><\/p>\n<p>(Business Lounge &#8211; Special Report)<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-120254\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-Graph-1.jpg\" alt=\"Shoes Graph (1)\" width=\"2480\" height=\"3508\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-Graph-1.jpg 2480w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-Graph-1-212x300.jpg 212w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-Graph-1-724x1024.jpg 724w\" sizes=\"(max-width: 2480px) 100vw, 2480px\" \/><\/p>\n<p><em>Main Researcher Contributors<\/em>: Victorico Andreas, Yulior Liem, Annisa<br \/>\n<em>Support Contributors<\/em>: Bunga Putri, Brenda Rantung, Frity Wajong, Sendy Angelina<br \/>\n<em>Designer<\/em>: Aleksandra Sekar Melati<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-120237\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes.jpg\" alt=\"Shoes\" width=\"2000\" height=\"1000\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes.jpg 2000w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-300x150.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-1024x512.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-480x240.jpg 480w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Shoes-1400x700.jpg 1400w\" sizes=\"(max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Special Report)\u00a0Riset kali ini bertujuan untuk membantu Anda para pengusaha muda dan tua yang ada di dalam industri <em>footwear<\/em> (sepatu). Riset ini akan menjawab pertanyaan Anda tentang \u201cmengapa konsumen membeli sepatu\u201d?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/halefineshoes.wordpress.com\/2015\/04\/07\/hale-fine-shoes\/\"><img decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-120263\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Halefineshoes-300x281.jpg\" alt=\"Halefineshoes\" width=\"250\" height=\"234\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Halefineshoes-300x281.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Halefineshoes.jpg 638w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a>Dua tahun lalu, ketika industri kreatif di Indonesia sedang panas-panasnya, saya bertemu dengan banyak pengusaha sepatu dari kalangan anak muda. Modern dalam gaya berjualan dan tidak lagi kaku dan terlalu industrialis dalam menampilkan produk-produk mereka (<a href=\"http:\/\/www.havehadworld.com\/\">Havehad<\/a>, <a href=\"https:\/\/halefineshoes.wordpress.com\/2015\/04\/07\/hale-fine-shoes\/\">Hale<\/a>, <a href=\"http:\/\/swoonderland.com\/\">Swoonderland<\/a>). Anda tidak akan pernah menyangka bahwa produk-produk yang ditampilkan adalah buatan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suatu gelagat yang baik dalam perkembangan industri kreatif, dengan cepat sepatu menjadi suatu objek yang mulai digandrungi oleh pengusaha-pengusaha muda. Mulai dari <em>brand<\/em> dan <em>packaging<\/em>, semua seperti ingin bersaing dengan produsen-produsen luar. Tak ayal, beberapa saya dengar bahkan berhasil menembus pasaran global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/swoonderland.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-120264\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Swoonderland-300x280.jpg\" alt=\"Swoonderland\" width=\"250\" height=\"234\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Swoonderland-300x280.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Swoonderland.jpg 642w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a>Bila Anda ingin memulai bisnis merancang dan menjual sepatu, entah Anda bermodal besar atau kecil, ada baiknya Anda perhatikan riset ini sebelum memulai. Diambil dengan metode <em>quantitative<\/em> dari <em>sample<\/em> 100 orang di Jakarta dengan para koresponden memiliki penghasilan rata-rata 2 juta sampai 5 juta rupiah dan berumur 23-35. Parameter pertanyaan adalah seputar\u00a0<em>repeat purchase<\/em>, jangka waktu pembelian, berapa banyak merk yang dimiliki koresponden, umur, pendapatan, dan faktor apa saja yang menarik perhatian <em>consumer<\/em> dalam membeli sepatu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil dari riset dalam set pertanyaan dengan metode <em>likert<\/em> (&#8220;tidak penting-sangat penting&#8221;) pada\u00a0bagian akhir menunjukkan bahwa pengunjung memilih kenyamanan (65% sangat penting) sebagai pertimbangan utama pembelian sepatu, disusul oleh ketahanan (39% sangat penting) dan desain (35% sangat penting), dan disusul oleh hal-hal lainnya seperti status, asal sepatu, pengalaman berbelanja, dan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.havehadworld.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-120261\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Havehad.jpg\" alt=\"Havehad\" width=\"1000\" height=\"467\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Havehad.jpg 1284w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Havehad-300x140.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Havehad-1024x479.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kesimpulan :<\/strong><\/span> Bisa saya simpulkan bahwa, jika Anda ingin memulai bisnis sepatu adalah, pertama, anda sebaiknya membuat sepatu yang nyaman dipakai, dan tahan lama, namun dibungkus dengan <em>design<\/em> dan <em>branding<\/em> yang menarik. Sesuai dengan hasil riset melalui tabel <em>likert <\/em>di infografis, bahwa kenyamanan menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi perhatian <em>consumer\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cukup menarik perhatian saya, bahwa <em>prestige<\/em> dan asal sepatu bukan merupakan faktor yang dianggap terlalu penting oleh <em>customer<\/em>. Yang berarti Anda sebagai produsen dan <em>entrepreneur<\/em> sepatu lokal berkesempatan untuk bersaing dengan <em>brand-brand<\/em> luar yang marak di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua, perhatikan bahwa masalah harga hanya memasuki urutan ke lima. Anda dapat\u00a0memasang harga yang tidak terlalu merugikan untuk produk anda, yang harus diimbangi dengan kualitas, kenyamanan, <em>design<\/em> dan <em>brand image<\/em> yang baik juga tentunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, grafik repeat purchase menunjukkan bahwa consumer sebagian besarakan melakukan <em>repeat purchase<\/em> dari 2 sampai 3 kali. Jika merk anda dirasa memuaskan, anda dapat yakin bahwa mereka akan kembali lagi kepada anda. Jadi pastikan bahwa merk anda sanggup memenuhi ekspektasi\u00a0<em>consumer<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Michael Judah Sumbayak adalah pengajar di Vibiz LearningCenter (VbLC) untuk entrepreneurship dan branding. Seorang penggemar jas dan kopi hitam. Follow instagram nya di @michaeljudahsumbek<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Special Report) Main Researcher Contributors: Victorico Andreas, Yulior Liem, Annisa Support Contributors: Bunga Putri, Brenda Rantung, Frity Wajong, Sendy Angelina Designer: Aleksandra Sekar Melati &nbsp; (Business Lounge &#8211; Special Report)\u00a0Riset kali ini bertujuan untuk membantu Anda para pengusaha muda dan tua yang ada di dalam industri footwear (sepatu). Riset ini akan menjawab pertanyaan Anda tentang \u201cmengapa konsumen membeli sepatu\u201d? Dua tahun lalu, ketika industri kreatif di Indonesia sedang panas-panasnya, saya bertemu dengan banyak pengusaha sepatu dari kalangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":120233,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1368],"tags":[6261,6659,5597],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120228"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120228"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120659,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120228\/revisions\/120659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}