{"id":120089,"date":"2015-07-06T07:30:25","date_gmt":"2015-07-06T00:30:25","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=120089"},"modified":"2015-07-06T07:08:57","modified_gmt":"2015-07-06T00:08:57","slug":"business-continuity-management-principles","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/06\/business-continuity-management-principles\/","title":{"rendered":"Business Continuity Management Principles"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar tentang <em>Business Continuity Management<\/em>?\u00a0Ya, sebagian besar akan menjawab bahwa <em>Business Continuity<\/em> adalah sesuatu yang berhubungan dengan sebuah bencana (<em>disaster<\/em>).\u00a0Ini tidak salah, karena pada prinsipnya <em>Business Continuity Plan<\/em> dibuat sebagai tindakan <em>preventif<\/em> terhadap sebuah kondisi yang insidentil, diluar kendali, diluar perkiraan yang terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang pertanyaannya: Apa sebenarnya <em>Business Continuity Management<\/em> itu? Seberapa pentingkah dia? Apakah merupakan sebuah keharusan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya akan uraikan secara sederhana apa yang dimaksud dengan <em>Business Continuity Management<\/em> \u2013 berikutnya kita sebut BCM dan tujuannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BCM adalah komponen dari <em>Disaster Recovery Plan<\/em> yaitu berupa suatu pendekatan komprehensif dalam penanganan sebuah bencana. Pendekatan BCM mencakup kebijakan, standar, dan prosedur untuk memastikan kegiatan operasional dapat berjalan apabila terjadi gangguan. Tentu BCM ini harus menjadi tanggung jawab dari semua<em> level<\/em> dalam sebuah perusahaan atau organisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BCM adalah sebuah proses yang berkesinambungan tentang sebuah rencana untuk kelanjutan sebuah usaha di masa mendatang, supaya perusahaan dapat <em>survive<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuan dari BCM adalah untuk\u00a0 meminimalisasi kerugian operasional, <em>financial, legal<\/em>, reputasi, dan materi lainnya akibat terjadinya gangguan, bencana dan insiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, BCM diperlukan agar perusahaan atau organisasi dapat melakukan aktivitas bisnis atau kegiatannya dengan lancar dan dapat meneruskan aktivitas layanannya apabila terjadi sesuatu hal yang diluar prediksi. Setidaknya dengan adanya BCM maka perusahaan atau organisasi dapat melakukan tindakan preventif atau antisipasi dini sehingga kegiatan dapat pulih apabila terjadi insiden atau bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakta di lapangan membuktikan bahwa 80% dari perusahaan\u00a0 yang tidak memiliki <em>Business Continuity Management<\/em> dalam melaksanakan aktivitasnya, ketika terjadi sebuah insiden, bencana dan lainnya, maka dalam kurun waktu 18 bulan mengalami <em>collapse<\/em> atau bangkrut.\u00a0Melihat fakta tersebut sudah tentu <em>Business Continuity Management<\/em>\u00a0bukanlah sebuah pilihan namun suatu keharusan bagi perusahaan untuk menjaga dan meng-<em>cover<\/em> jalannya aktivitas yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang mari kita mulai membuat sebuah rencana dalam aktivitas sehari-hari atau yang bersifat rutin yang dapat kita kerjakan untuk membuat sebuah BCM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4 Langkah:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Prepare<\/em> (lakukan analisa terhadap hal-hal yang perlu di lakukan sebagai upaya pengendalian atau pemulihan)<\/li>\n<li><em>Plan<\/em> (kembangkan atau bangun rencana untuk pengendalian tersebut)<\/li>\n<li><em>Practice<\/em> (Lakukan langkah no 2 yang sudah dituangkan dalam <em>Plan<\/em> \/ rencana)<\/li>\n<li><em>Improvement<\/em> (apabila ada hal-hal yang dianggap perlu untuk ditingkatkan atau diperbaharui)<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tentu mengharapkan semua dapat berjalan dengan baik, aman, dan terkendali. Namun kadangkala terjadi juga hal yang tidak kita inginkan atau sangkakan. Karena itu dengan adanya BCM diharapkan perusahaan dapat dengan bersegera melakukan tindakan antisipasi yang baik dan komprehensif sehingga dapat tertangani dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita membagi kejadian insidentil dalam 2 besaran yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Natural Disaster<\/em><\/li>\n<li><em>Non Natural Disaster<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk poin no 1 adalah: bencana seperti banjir, gunung meletus, gempa bumi, bom.\u00a0Sementara untuk point no 2 seperti: demonstrasi, karyawan sakit, kerusakan sistem, dll<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita akan mencoba membahas poin ke-2 <em>Non Natural Disaster<\/em> yang kita kelompokkan menjadi 4 bagian sbb:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kehilangan fasilitas\/<em>Loss of facility<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kebakaran<\/li>\n<li>Masalah sertifikat tanah atau bangunan (bermasalah)<\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>Masalah karyawan\/<em>Staff Absent<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Isue pandemic<\/em><\/li>\n<li>Terjadi kecelakaan<\/li>\n<li>Karyawan sakit dan tidak masuk dalam kurun waktu yang lama<\/li>\n<li>Akses menuju kantor tertutup<\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>Kekacauan pada IT\/IT <em>Disruption<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Sistem mati\/<em>down<\/em><\/li>\n<li>Ada virus atau <em>hacker<\/em><\/li>\n<li><em>External Cause<\/em> (misal adanya kabel yang terpotong) atau gangguan dari PLN<\/li>\n<\/ul>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li><em>Issue Negatif\/Negative Issue<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Karyawan mengadakan demo\/protes<\/li>\n<li>Nasabah tidak puas\/<em>complain<\/em><\/li>\n<li>Berita-berita miring baik baik di media cetak maupun sosmed<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disaster, baik yang bersifat <em>Natural<\/em> maupun <em>Non Natural<\/em> akan berdampak pada perusahaan.\u00a0Perusahaan dapat mengalami kerugian <em>asset<\/em> dan <em>financial<\/em>, menghambat kegiatan operasional dalam kurun waktu tertentu, bahkan berdampak terhadap reputasi dan kredibilitas perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengingat <em>disaster<\/em>\u00a0dapat datang kapan saja dan berdampak pada siapa saja, maka sangatlah perlu untuk menerapkan <em>BUSINESS CONTINUITY MANAGEMENT<\/em> pada perusahaan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salam Sukses<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ria Felisha\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar tentang Business Continuity Management?\u00a0Ya, sebagian besar akan menjawab bahwa Business Continuity adalah sesuatu yang berhubungan dengan sebuah bencana (disaster).\u00a0Ini tidak salah, karena pada prinsipnya Business Continuity Plan dibuat sebagai tindakan preventif terhadap sebuah kondisi yang insidentil, diluar kendali, diluar perkiraan yang terjadi. Sekarang pertanyaannya: Apa sebenarnya Business Continuity Management itu? Seberapa pentingkah dia? Apakah merupakan sebuah keharusan? Saya akan uraikan secara sederhana apa yang dimaksud dengan Business Continuity [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":116382,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,17],"tags":[4949],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120089"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120089"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120089\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":120090,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120089\/revisions\/120090"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}