{"id":119652,"date":"2015-07-03T09:28:14","date_gmt":"2015-07-03T02:28:14","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=119652"},"modified":"2015-07-03T09:45:09","modified_gmt":"2015-07-03T02:45:09","slug":"yunani-butuh-tambahan-650-triliun-rupiah-untuk-dapat-stabil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/03\/yunani-butuh-tambahan-650-triliun-rupiah-untuk-dapat-stabil\/","title":{"rendered":"Yunani Butuh Tambahan 650 Triliun Rupiah Untuk Dapat Stabil"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Pada Kamis (2\/7), Badan\u00a0Dana Moneter Internasional (IMF), menyampaikan peringatan keras kepada Yunani sehubungan dengan hutangnya yang semakin membesar. Sementara Yunani sedang bersiap untuk menghadapi referendum untuk menentukan apakah negara ini akan menerima dana bantuan dari Eropa atau tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yunani memang telah gagal untuk membayar hutangnya sementara untuk tiga tahun ke depan, Yunani membutuhkan dana tambahan sebesar\u00a0\u00a0\u20ac 50 miliar atau setara dengan 650 triliun rupiah, termasuk\u00a0\u20ac 36 miliar dari Eropa untuk tetap dapat bertahan. Yunani memang membutuhkan bantuan yang <em>significant\u00a0<\/em>untuk menyelamatkan negaranya. Tetapi tidak begitu saja Eropa menawarkan dana bantuannya, Eropa mengajukan persyaratan untuk Yunani dapat mengadakan reformasi atas perekonomiannya. Persyaratan ini serta merta menuai penolakan dari\u00a0Perdana Menteri Alexis Tsipras yang menganggap bahwa hal ini adalah tindakan\u00a0&#8220;pemerasan&#8221; dari kreditur Uni Eropa dan IMF.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara untuk jumlah hutang yang dimiliki Yunani, sampai hari ini Jerman adalah penyandang dana terbesar, yaitu sebesar \u20ac 68.2 miliar atau setara dengan 886 triliun rupiah, sedangkan Prancis telah meminjamkan \u20ac 43.8 miliar atau setara dengan 569 triliun rupiah, dan Spanyol yang telah meminjamkan\u00a0\u20ac 25 miliar atau setara dengan 325 triliun rupiah. Masih ada juga dana pinjaman IMF (\u20ac 21,4 miliar), ECB (\u20ac 18,1 miliar), Belanda (\u20ac 13,4 miliar), juga negara-negara lain dalam jumlah yang lebih kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjaga pergerakan uang di Yunani, pemerintah pun menutup\u00a0bank-bank selama empat hari pada minggu ini dan memberlakukan pembatasan ketat pada jumlah penarikan uang dari ATM setiap harinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun pada hari Minggu ini (5\/7) keputusan akan sepenuhnya berada pada tangan rakyat\u00a0Yunani untuk memutuskan\u00a0apakah mereka akan menerima dana bantuan dari Eropa atau tidak dan mencari jalan keluarnya sendiri. Sedangkan menurut IMF, apa pun hasil referendum nantinya, Yunani tetap berada pada masalah yang besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa pemimpin negara lain sebenarnya memiliki kekuatiran bilamana keputusan Yunani telah bulat untuk menolak dana bantuan Eropa sebab hal ini dapat menyebabkan Yunani meninggalkan Zona\u00a0Eropa. Salah satunya pernyataan kekuatiran dari\u00a0Perdana Menteri Perancis Manuel Valls.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun bila rakyat Yunani memilih menerima dana bantuan Eropa, hal ini jelas akan berdampak pada popularitas Tsipras. Baik Tsipras maupun menteri keuangan Yunani, Yanis Varoufakis telah memberikan isyarat untuk berhenti. Namun\u00a0Tsipras dan menteri keuangan Yunani, Yanis Varoufakis sangat yakin bahwa jika hasil referendum ini menolak dana bantuan Eropa maka hal ini akan dapat menjadi alat untuk dapat bernegosiasi\u00a0dengan\u00a0persyaratan yang lebih baik, termasuk penghapusan utang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya percaya bahwa masalah ini tidak akan bertahan lama,&#8221; demikian dikatakan Tsipras, pada Kamis (2\/7) sehubungan dengan penutupan bank. &#8220;Bank-bank akan terbuka bila ada kesepakatan,&#8221; demikian dikatakannya dalam sebuah wawancara televisi, memprediksi bahwa hal itu akan terjadi dalam waktu 48 jam dari referendum. Sejak Tsipras memerintah, ia memang telah berjanji untuk melindungi rakyat dari kemiskinan dan penghematan luar biasa. Termasuk para pensiunan yang hidup dari dana pensiunan.\u00a0Dengan pengangguran lebih dari 25 persen, dan pengangguran kaum muda lebih dari 50 persen, maka dana pensiunan bagi banyak orang menjadi\u00a0satu-satunya sumber pendapatan bagi keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya menurut satu-satunya survei yang diadakan, kecenderungan suara memilih menolak dana bantuan cukup tinggi, namun ketika pemerintah mengumumkan hendak menutup bank, suara itu pun langsung anjok. Ditambah lagi antrian panjang para pensiunan untuk dapat mengambil dana pensiunnya. Situasi ditutupnya bank, pembatasan penarikan dana tunai di ATM, dan antrian panjang menciptakan suatu suasana krisis bagi rakyat Yunani, sehingga hal ini dapat membuat rakyat memilih untuk menerima bantuan daripada berada dalam kesulitan seperti ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun apakah jawabannya &#8216;ya&#8217; atau &#8216;tidak&#8217; rakyat Yunanilah yang akan memutuskannya dalam referendum pada Minggu (2\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : Antara<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Pada Kamis (2\/7), Badan\u00a0Dana Moneter Internasional (IMF), menyampaikan peringatan keras kepada Yunani sehubungan dengan hutangnya yang semakin membesar. Sementara Yunani sedang bersiap untuk menghadapi referendum untuk menentukan apakah negara ini akan menerima dana bantuan dari Eropa atau tidak. Yunani memang telah gagal untuk membayar hutangnya sementara untuk tiga tahun ke depan, Yunani membutuhkan dana tambahan sebesar\u00a0\u00a0\u20ac 50 miliar atau setara dengan 650 triliun rupiah, termasuk\u00a0\u20ac 36 miliar dari Eropa untuk tetap dapat bertahan. Yunani memang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":119664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044],"tags":[5787,2542],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119652"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119652"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119675,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119652\/revisions\/119675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}