{"id":11962,"date":"2013-06-07T10:58:37","date_gmt":"2013-06-07T03:58:37","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=11962"},"modified":"2014-03-08T11:02:56","modified_gmt":"2014-03-08T04:02:56","slug":"pemimpin-yang-dapat-dipercaya-dan-diandalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/06\/07\/pemimpin-yang-dapat-dipercaya-dan-diandalkan\/","title":{"rendered":"Pemimpin yang Dapat Dipercaya dan Diandalkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge \u2013 Leadership) &#8211; Banyak hal terjadi dalam keseharian proses produksi\/layanan di dalam perusahaan. Bisnis apapun yang dimiliki perusahaan sebetulnya sama saja, tetap ada\u00a0 aturan dan SOP yang harus dijalankan. Jika proses produksi\/layanan dilakukan sesuai dapat dipastikan hasilnya sesuai dengan standar yang diharapkan pula. SOP dibuat untuk menghindarkan karyawan dari kesalahan dan gagalnya proses produksi tersebut.\u00a0 Sungguhpun demikian tetap saja tidak jarang terjadi dimana karyawan lalai, lengah atau apapun alasannya membuat mereka keluar atau menyimpang dari SOP tersebut dan terciptalah masalah yang tidak seharusnya terjadi. Jika sudah demikian apakah yang seharusnya dilakukan karyawan? Harus pimpinan diberitahukan? Apakah sikap yang seharusnya dilakukan oleh pimpinan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu fungsi dan kemampuan pemimpin akan teruji ketika ia harus menghadapi masalah. Cara dan sikapnya dalam menangani masalah tersebut menunjukkan kredibilitasnya sebagai seorang pemimpin. Banyak masalah timbul karena ketakutan dan ketidak percayaan karyawannya kepada sang pemimpin, sehingga persoalan yang ada dibiarkan bahkan ditutupi sehingga bukannya selesai malah semakin parah dan suatu saat menjadi bom waktu yang akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berangkat dari hal tersebut diatas, maka sebagai pemimpin usahakanlah agar kita dipercaya dan dapat diandalkan oleh karyawan\/bawahan kita, pada porsi yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin. Apakah ciri-ciri bahwa kita adalah pemimpin yang dimaksud dalam tulisan ini?\u00a0 Berikut beberapa ciri yang dapat dikemukakan:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Karyawan selalu datang dan terbuka kepadanya \u2013 ini membuktikan bahwa komunikasi yang baik terjadi diantara mereka<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 Karyawan berani mengungkapkan masalah yang terjadi bahkan sekalipun masalah itu karena kesalahan yang dilakukannya \u2013 ini membuktikan bahwa pemimpin memiliki gambaran \u201cpembimbing\u201d yang baik dan dapat memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi<br \/>\n3.\u00a0\u00a0\u00a0 Karyawan rajin bekerja dan bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dipercayakan kepada mereka \u2013 ini membuktikan bahwa pemimpin adalah motivator yang baik<br \/>\n4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Karyawan senang dan loyal terhadap perusahaan \u2013 ini membuktikan bahwa mereka memiliki pikiran dan gambaran yang sangat positif terhadap perusahaan dan pastilah didapatkan dari \u201cRole Model\u201d atau sikap keseharian\/teladan yang mereka lihat dari pemimpinnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masih banyak lagi hal lain yang akan timbul sebagai ciri bahwa seorang pemimpin ini dapat diandalkan dan dipercaya anak buahnya.\u00a0 Ciri-ciri sebaliknya adalah kebalikan dari ciri-ciri diatas.\u00a0 Pemimpin yang \u201cPayah\u201d sebetulnya dapat sangat mudah diketahui; mengedepankan emosi daripada logika, mencari kesalahan lebih dominan daripada mencari solusi dahulu baru kemudian mencari akar masalahnya (bukan sekedar kesalahan anak buah), tidak dapat dipercaya karena selalu mempermalukan anak buahnya, tidak dapat diandalkan karena tidak mampu menyelesaikan masalah yang timbul, lebih banyak yang tidak menyukai sikap dan kepemimpinannya dan banyak lagi lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali pada dasar dari terbentuknya suatu perusahaan\/organisasi adalah mencapai tujuan secara bersama-sama, maka haruslah sangat dipahami bahwa TUJUAN tersebut tidak dapat dicapai seorang diri karena itulah diperlukan penyatuan banyak komponen sehingga terbentuklah perusahaan.\u00a0 Karena tidak mungkinnya untuk dicapai sendiri maka perkuatkan ikatan antar karyawan didalam perusahaan. Tujuan itu sendiri sudah berat, karena itu perkuatlah team, positifkan pikiran mereka dalam memandang suatu \u201cBEBAN\u201d untuk mencapai tujuan tersebut, niscaya baik mereka maupun kita sebagai pemimpin akan memiliki ENERGI yang lebih besar untuk mencapai tujuan bersama tersebut. Energi positif lahir dari seorang pemimpin yang dapat diandalkan dan dipercaya karyawannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(EC\/IC\/BL)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">pic : <a class=\"irc_hol irc_itl\" href=\"http:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;docid=KdoGZBHgm7Sk6M&amp;tbnid=XNylRHQLlk8a3M:&amp;ved=0CAQQjB0&amp;url=http%3A%2F%2Fblog.hillsbiblechurch.org%2F2010%2F10%2F03%2Fwhat-makes-an-effective-church-leader%2F&amp;ei=vHxJUpv9Ns6SrgeHu4HICw&amp;bvm=bv.53217764,d.bmk&amp;psig=AFQjCNG0Eu0OF5t2jxmUQUPY-80yeDs1vA&amp;ust=1380634139191786\" data-ved=\"0CAQQjB0\"><span class=\"irc_ho\">blog.hillsbiblechurch<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 Leadership) &#8211; Banyak hal terjadi dalam keseharian proses produksi\/layanan di dalam perusahaan. Bisnis apapun yang dimiliki perusahaan sebetulnya sama saja, tetap ada\u00a0 aturan dan SOP yang harus dijalankan. Jika proses produksi\/layanan dilakukan sesuai dapat dipastikan hasilnya sesuai dengan standar yang diharapkan pula. SOP dibuat untuk menghindarkan karyawan dari kesalahan dan gagalnya proses produksi tersebut.\u00a0 Sungguhpun demikian tetap saja tidak jarang terjadi dimana karyawan lalai, lengah atau apapun alasannya membuat mereka keluar atau menyimpang dari SOP tersebut dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":17452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11962"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11962"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11962\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26883,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11962\/revisions\/26883"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11962"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11962"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11962"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}