{"id":119513,"date":"2015-07-02T10:20:33","date_gmt":"2015-07-02T03:20:33","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=119513"},"modified":"2015-07-02T10:18:49","modified_gmt":"2015-07-02T03:18:49","slug":"facebook-ganti-logo-teks-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/02\/facebook-ganti-logo-teks-baru\/","title":{"rendered":"Facebook Ganti Logo Teks Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight) Setelah kemarin dikabarkan Lenovo mengganti logonya, (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/07\/01\/raih-pasar-lebih-luas-lenovo-ganti-logo-perusahaan\/\">Raih Pasar Lebih Luas, Lenovo Ganti Logo Perusahaan<\/a>), ternyata kemarin salah satu perusahaan raksasa media sosial Facebook diam-diam juga telah mengubah logo mereka untuk pertama kalinya semenjak 2005. Sepertinya banyak orang yang tidak menyadari perubahan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang dilaporkan dari The next web, perubahan logo tersebut memang tidak terlalu mencolok hanya merubah jenis huruf yang terdapat pada\u00a0logo Facebook versi teks, sehingga logo yang digunakan untuk mengidentifikasi merek Facebook.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan logo ini hanya terjadi pada\u00a0logo yang bertuliskan \u2018Facebook\u2019, dan untuk logo \u2018F\u2019 Facebook tidak akan diubah. Dengan begitu, akan terlihat perbedaannya jika Anda melihat logo yang bertuliskan \u2018Facebook\u2019 secara lengkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/facebook-logo.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-119517\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/facebook-logo.jpg\" alt=\"facebook logo\" width=\"750\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/facebook-logo.jpg 750w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/facebook-logo-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Josh Higgins, Facebook\u2019s yang menjabat sebagai <em>Creative Director<\/em> melalui <em>Brand New<\/em> mengatakan bahwa Facebook memutuskan untuk memoderenisasi logo mereka dengan tujuan agar terasa lebih ramah dan mudah diterima pengguna. Facebook lebih memilih untuk memperbarui bukannya melakukan perubahan secara keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk melakukan perubahan ini, Facebook meminta bantuan Eric Olson untuk membuat desain jenis huruf baru. Olson ini adalah orang yang pernah membantu merancang huruf Klavika, huruf yang digunakan pada logo Facebook sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya pada tahun 2012 lalu, Ben Barry salah satu mantan desainer Facebook, juga pernah mengajukan perubahan pada huruf yang ada di logo Facebook dan telah sempat disetujui oleh pihak perusahaan namun tidak pernah diimplementasikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dewi Lajolie\/VMN\/BL\/Operation Head \u2013 Batikweb.co<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana\u200b\u200b<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight) Setelah kemarin dikabarkan Lenovo mengganti logonya, (Baca:\u00a0Raih Pasar Lebih Luas, Lenovo Ganti Logo Perusahaan), ternyata kemarin salah satu perusahaan raksasa media sosial Facebook diam-diam juga telah mengubah logo mereka untuk pertama kalinya semenjak 2005. Sepertinya banyak orang yang tidak menyadari perubahan tersebut. Seperti yang dilaporkan dari The next web, perubahan logo tersebut memang tidak terlalu mencolok hanya merubah jenis huruf yang terdapat pada\u00a0logo Facebook versi teks, sehingga logo yang digunakan untuk mengidentifikasi merek Facebook. Perubahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":119520,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[4909,280],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119513"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119513"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119519,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119513\/revisions\/119519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}