{"id":119353,"date":"2015-07-01T14:06:47","date_gmt":"2015-07-01T07:06:47","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=119353"},"modified":"2015-07-01T14:06:47","modified_gmt":"2015-07-01T07:06:47","slug":"question-storming","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/07\/01\/question-storming\/","title":{"rendered":"Question Storming"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0Dalam beberapa kesempatan mengikuti sebuah pelatihan\u00a0ataupun <em>meeting<\/em>, kerapkali saya menemukan ketika dilontarkan pertanyaan apabila ada yang hendak ditanyakan, maka lebih banyak yang memilih\u00a0sikap diam sehingga suasana menjadi hening sejenak. Lalu kemudian hanya beberapa orang saja yang mengacungkan tangan untuk bertanya. Benarkah tidak adanya pertanyaan ini di latarbelakangi oleh budaya malu? Atau mungkin sudah berkembang kebiasaan lain? Kadangkala peserta <em>meeting<\/em> atau pelatihan\u00a0memasang ekspresi \u201c<em>cape deh<\/em>\u201d atau \u201c<em>emang gue pikirin<\/em>\u201d. Namun anehnya lagi, pada waktu salah satu di antara peserta tersebut mengajukan pertanyaan atau terlihat sedikit \u201cproaktif\u201d, maka serta merta ia mendapat penialian \u201c<em>over deh<\/em>\u201d atau \u201cwah, rajin banget\u201d dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sangat berbeda sekali dengan dunia pendidikan kemiliteran yang terkenal sangat instruksional dan otoriter, para tentara justru dilatih dan diarahkan untuk mengajukan pertanyaan. Lalu apa yang harus dilakukan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini tentu penting untuk diperhatikan supaya budaya bertanya dapat bertumbuh, termasuk di lingkungan masyarakat dalam <em>scope<\/em> yang lebih luas. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini akan mendorong kita semua untuk semakin berkembang, kreatif, dan membuka peluang untuk ide-ide baru atau inovasi. Matinya kebiasaan bertanya ini, bisa tidak disadari sebagai matinya inisiatif kita. Bayangkan saja bila dalam suatu rapat tidak ada pertanyaan: \u201dApakah itu?\u201d, \u201cMengapa terjadi\u2026?\u201d, \u201cApa yang melatarbelakangi gejala itu\u2026?\u201d, \u201cBagaimana rencana selanjutnya?\u201d dan sebagainya, maka akan sulit untuk mencapai suatu gagasan atau tujuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pertanyaan adalah sebuah Kontribusi<\/strong><br \/>\nApapun bentuknya, Anda\u00a0dapat menganggap bahwa setiap pertanyaan adalah sebuah kontribusi atau masukan yang penting. Misalnya saja hal yang paling sering menjadi pertanyaan di lingkungan karyawan adalah masalah kenaikan gaji. Mengapa gaji tidak sesuai harapan, hal ini memberi indikasi ketidakpuasan, ketimpangan penilaian, kurangnya informasi, dan masih banyak hal lain yang mungkin dapat\u00a0dikembangkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tony Hsieh, CEO Zappos, sebuah perusahaan sepatu online yang sangat sukses, berpendapat bahwa kelompok pada\u00a0perusahaan perlu memformulasikan pertanyaan secara berkala. Menurut Tony, pertanyaan menimbulkan komunikasi, ketika ada komunikasi atau pembicaraan, maka itu akan membangun semangat\u00a0memikirkan masa depan dan perbaikan bersama. Bahkan Zappos mengemukakan: &#8220;<em>true feelings, thoughts, and opinions of the employees,<\/em>&#8221; yaitu\u00a0membawa karyawan dapat merasa sebagai \u2018pemilik\u2019 perusahaan yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Budaya bertanya sebetulnya dapat\u00a0membantu Anda\u00a0untuk tidak selamanya melihat masalah sebagai sebuah kegagalan. Dengan mempertanyakan tindakan yang hampir menetap sebagai <em>habit<\/em>, kita pun dapat\u00a0lepas dari belenggu rutinitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eric Schmidt, CEO perusahaan Google, mengatakan: &#8220;<em>We run the company by questions, not by answers&#8221;<\/em>. Banyak hal yang harus dipertanyakan oleh Google sebagai perusahaan yang sudah sukses itu. Misalnya saja: Apa yang harus kita lakukan dengan uang \u2018<em>cash<\/em>\u2019 yang ada? Upaya apa yang paling efektif?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">JaneHarper, tokoh pengembangan SDM di IBM yang sudah bekerja selama 30 tahun, saat angka \u2018<em>turnover\u2019<\/em> melonjak setinggi-tingginya, mempertanyakan kembali, mengapa dulu orang <em>enjoy<\/em> bekerja di IBM? Ternyata hasil survei kecilnya mengatakan bahwa orang menikmati bekerja dalam tim kecil, dengan\u00a0tantangan\u00a0yang\u00a0jelas, komunikasi\u00a0yang\u00a0intensif, dan impact-nya pun terasa kuat. Karena itu, kita perlu berlatih lebih lagi dan mulai mengembangkan budaya bertanya. Namun mohon digaris bawahi, bahwa pertanyaan yang kita diajukan bukanlah pertanyaan asal bunyi alias \u201casbun\u201d,tetapi pertanyaan yang berbobot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaan-pertanyaan harus diperhatikan dan disimak baik-baik. Pertanyaan itu dianalisa dan bahkan dapat\u00a0diendapkan dulu sebelum dijawab. Hal ini untuk menghindari memberikan jawaban atau komentar yang tidak jelas atau asal-asalan, atau bahkan jawaban yang salah. Bila kita masih mengalami rapat-rapat yang \u201cgaring\u201d, kita bisa melihat betapa kita masih jauh dari kondisi ketika\u00a0orang sudah menerapkan \u2018<em>question storming<\/em>\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita masing-masing bertanggung jawab mengisi setiap pertemuan dengan sebanyak mungkin pertanyaan agar ide ataupun praktik yang sedang berlangsung dapat\u00a0dikembangkan lebih lanjut. Tentunya kekuatan bertanya ini perlu dilengkapi dengan kekuatan observasi, bergaul, bereksperimen dan berbicara. Memang perlu dilatih dan terus di coba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ria Felisha\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0Dalam beberapa kesempatan mengikuti sebuah pelatihan\u00a0ataupun meeting, kerapkali saya menemukan ketika dilontarkan pertanyaan apabila ada yang hendak ditanyakan, maka lebih banyak yang memilih\u00a0sikap diam sehingga suasana menjadi hening sejenak. Lalu kemudian hanya beberapa orang saja yang mengacungkan tangan untuk bertanya. Benarkah tidak adanya pertanyaan ini di latarbelakangi oleh budaya malu? Atau mungkin sudah berkembang kebiasaan lain? Kadangkala peserta meeting atau pelatihan\u00a0memasang ekspresi \u201ccape deh\u201d atau \u201cemang gue pikirin\u201d. Namun anehnya lagi, pada waktu salah satu di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":117801,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119353"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119353"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119355,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119353\/revisions\/119355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}