{"id":11927,"date":"2013-06-06T10:19:50","date_gmt":"2013-06-06T03:19:50","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=11927"},"modified":"2013-06-06T10:19:50","modified_gmt":"2013-06-06T03:19:50","slug":"panin-life-lepas-40-saham-ke-dai-ichi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2013\/06\/06\/panin-life-lepas-40-saham-ke-dai-ichi\/","title":{"rendered":"Panin Life Lepas 40% Saham ke Dai-ichi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Today) PT Panin Financial akan melepas 40% saham di perusahaan asuransi milik mereka, PT Panin Life, kepada Dai-ichi Life Insurance Co. Akuisisi saham senilai Rp3,3 triliun ini terjadi di tengah-tengah ekspansi perusahaan asuransi internasional di Asia Tenggara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pernyataan pers hari Selasa, PT Panin Life menyatakan Panin Financial sebagai perusahaan induk telah menandatangani kesepakatan dengan Dai-ichi. Namun, akuisisi ini masih menunggu perizinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Presiden Direktur Panin Life, Simon Imanto, menyambut baik Dai-ichi sebagai salah satu pemegang saham utama perusahaannya. Dengan kedudukan ini, Dai-ichi \u201cakan lebih memperkuat posisi bisnis kami di Indonesia. Dai-ichi akan berkontribusi dalam usaha patungan ini berkat dengan pengalaman dan keahlian mereka, khususnya di area aktuaria, manajemen risiko, distribusi, dan pelatihan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa sumber yang memahami kesepakatan sempat memberikan keterangan kepada Wall Street Journal, Januari lalu. Menurut mereka, Dai-ichi merupakan salah satu penawar final dalam penjualan saham Panin Life.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Dai-ichi, akuisisi ini akan membuka akses ke pasar asuransi jiwa Indonesia, sektor yang terus bertumbuh. Dai-ichi juga akan diuntungkan oleh posisi Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar Asia Tenggara. Perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 6% secara tahunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIndonesia, negara dengan populasi terbesar keempat sedunia, merupakan salah satu negara perekonomian berkembang tercepat dalam pasar asuransi. Keseluruhan premi asuransi jiwa tercatat kurang 2% dari produk domestik bruto,\u201d sahut Hideto Masaki, wakil presiden di manajemen pusat Dai-ichi Life.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMemasuki pasar asuransi Indonesia merupakan bagian penting dalam strategi pertumbuhan internasional kami, yang mengandalkan produk, distribusi, serta layanan kepada pelanggan,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dai-ichi Life memang tengah berusaha memperluas pendapatan luar negeri. Selain Indonesia, perusahaan asal Jepang itu juga menawarkan produk mereka di India, Thailand, serta Australia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dai-ichi Life berencana mengeluarkan biaya 300 miliar yen atau setara Rp29,3 triliun untuk pembelian saham korporasi luar negeri hingga tahun fiskal 2015. Perusahaan itu juga berencana menaikkan rasio pendapatan asing hingga 30% dari 20% saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Panin Life memiliki aset keseluruhan sebesar Rp3,9 triliun pada 31 Desember 2012. Total ekuitas dan penghasilan premi kotor masing-masing tercatat Rp420 miliar dan Rp2,3 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">sumber : Wall Street Journal<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Today) PT Panin Financial akan melepas 40% saham di perusahaan asuransi milik mereka, PT Panin Life, kepada Dai-ichi Life Insurance Co. Akuisisi saham senilai Rp3,3 triliun ini terjadi di tengah-tengah ekspansi perusahaan asuransi internasional di Asia Tenggara. Dalam pernyataan pers hari Selasa, PT Panin Life menyatakan Panin Financial sebagai perusahaan induk telah menandatangani kesepakatan dengan Dai-ichi. Namun, akuisisi ini masih menunggu perizinan. Wakil Presiden Direktur Panin Life, Simon Imanto, menyambut baik Dai-ichi sebagai salah satu pemegang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11928,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11927"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11927"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11927\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}