{"id":119180,"date":"2015-06-30T14:04:54","date_gmt":"2015-06-30T07:04:54","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=119180"},"modified":"2015-07-01T13:07:05","modified_gmt":"2015-07-01T06:07:05","slug":"mengukur-reputasi-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/30\/mengukur-reputasi-perusahaan\/","title":{"rendered":"Mengukur Reputasi Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/sparrow-VISITORS.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-112667\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/sparrow-VISITORS.jpg\" alt=\"sparrow - VISITORS\" width=\"3137\" height=\"1681\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/sparrow-VISITORS.jpg 3137w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/sparrow-VISITORS-300x161.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/sparrow-VISITORS-1024x549.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 3137px) 100vw, 3137px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Mana yang lebih penting bagi Anda, nama besar\u00a0produk yang Anda miliki? Atau reputasi perusahaan Anda? Terkadang pemilik usaha lebih terfokus kepada kesuksesan produknya, namun penting untuk menyadari bahwa reputasi perusahaan tidak kalah penting untuk bisnis manapun juga. Selain reputasi produk, reputasi perusahaan Anda sendiri juga merupakan salah satu faktor penting bagi para pelanggan dalam mengambil keputusan apakah akan\u00a0menggunakan produk atau jasa Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reputasi perusahaan sulit dibangun, namun sangat mudah dihancurkan. Toyota mendapatkan reputasi yang positif ketika meluncurkan produk Toyota Prius yang sangat hemat bahan bakar. Starbucks mendapatkan reputasi yang positif ketika menggunakan metode pembayaran yang sangat bersahabat bagi petani kopi. Air Asia mendapatkan reputasi yang positif ketika menangani kasus jatuhnya Air Asia dengan baik, dan banyak faktor lainnya. Pada\u00a0sisi lain, reputasi dapat dengan mudah dihancurkan. Reputasi Malaysia Airlines hancur ketika banyak melakukan kesalahan sangat menangani jatuhnya Malaysia Airlines di Samudera Hindia. Reputasi Nike hancur ketika Nike ketahuan menggunakan tenaga anak dibawah usia sebagai tenaga murah, dan banyak kejadian lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kotler, ada 4 hal yang penting dalam melihat ataupun mengukur reputasi suatu perusahaan.<\/p>\n<p>1. Kualitas produk perusahaan itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apapun yang terjadi, kualitas produk perusahaan Anda akan mempengaruhi reputasi perusahaan Anda. Hal yang berpengaruh terhadap reputasi Anda ialah kualitas produk Anda, bukan hal-hal lain. Kalaupun Anda mempunyai suatu produk yang sangat menarik, tetapi tidak berfungsi dengan baik, maka reputasi Anda juga akan berkurang. Jika\u00a0kualitas produk Anda buruk, tidak perlu melihat kepada faktor-faktor lain dalam reputasi perusahaan Anda, melainkan perbaiki dulu kualitas produk Anda. Pastikan fitur yang Anda tawarkan kepada pelanggan Anda dapat dipenuhi dengan sempurna oleh produk Anda. Jangan menawarkan fitur yang Anda sendiri tidak bisa penuhi.<\/p>\n<p>2. Keuntungan dari perusahaan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi perusahaan non-publik, hal ini bukan menjadi masalah, karena laporan keuangan Anda tidak dibuka pada\u00a0publik. Namun bagi perusahaan yang publik, hal ini merupakan faktor penting. Bila perusahaan Anda terus menerus mengalami kerugian selama bertahun-tahun, maka pelanggan Anda cenderung menjadi tidak percaya dengan perusahaan Anda.<\/p>\n<p>3. Bagaimana manejemen perusahaan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelanggan Anda mungkin tidak tahu apa yang <em>management team<\/em> Anda lakukan di kantor, tapi pelanggan Anda tahu apa yang <em>management team<\/em> Anda lakukan di luar kantor. Artinya, manajemen perusahaan Anda tidak boleh hanya bersembunyi di kantor sepanjang tahun! Tentu kita semua kenal dengan siapa CEO Yahoo, atau siapa CEO Google, atau siapa CEO Apple, atau siapa CEO Air Asia. Tapi tahukah kita dengan CEO banyak perusahaan lainnya? Sebagai pemimpin dan manajemen, maka sudah seharusnya juga Anda\u00a0mampu untuk &#8220;menyapa&#8221; dan bertemu langsung dengan pelanggan Anda. Seorang pemimpin harus dapat\u00a0terlihat pada publik, dan harus mampu menyampaikan visi dan misinya di depan umum. Steve Jobs, melalui penampilannya pada publik\u00a0untuk mempromosikan Apple, mampu membuat orang sangat tertarik dengan Apple. Begitu juga dengan Google, dan banyak perusahaan lainnya. Dengan tampil di depan umum dan memperkenalkan hal-hal yang baru, maka pelanggan akan melihat perusahaan Anda sebagai perusahaan yang bergerak maju, dan yang mengetahui kemauan dari pelanggan.<\/p>\n<p>4. Bagaimana tanggung jawab sosial Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai perusahaan, sudah sewajarnya ada tanggung jawab sosial bagi perusahaan Anda. Dimulai dari hal yang sederhana, seperti menjaga etika bisnis dan etika moral. Reputasi Nike hancur ketika ingin mengurangi biaya produksi dengan cara menggunakan tenaga anak dibawah umur, yang melanggar etika moral dan etika bisnis. Reputasi Lapindo hancur ketika tidak tanggap dalam menangani bencana dan terkesan lambat dalam melakukan pembayaran ganti rugi, suatu masalah etika bisnis dan moral. Dengan melakukan bisnis Anda dengan jujur, sesuai dengan peraturan yang ada, maka pelanggan Anda pun akan melihat reputasi perusahaan Anda dengan positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-117949 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak.jpg\" alt=\"Daniel Sumbayak\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Daniel Sumbayak\/VMN\/BL\/Deputy Chairman of Vibiz Consulting Group,\u00a0CEO of Vibiz Research Center<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Mana yang lebih penting bagi Anda, nama besar\u00a0produk yang Anda miliki? Atau reputasi perusahaan Anda? Terkadang pemilik usaha lebih terfokus kepada kesuksesan produknya, namun penting untuk menyadari bahwa reputasi perusahaan tidak kalah penting untuk bisnis manapun juga. Selain reputasi produk, reputasi perusahaan Anda sendiri juga merupakan salah satu faktor penting bagi para pelanggan dalam mengambil keputusan apakah akan\u00a0menggunakan produk atau jasa Anda. Reputasi perusahaan sulit dibangun, namun sangat mudah dihancurkan. Toyota mendapatkan reputasi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":112667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,17,1051],"tags":[4949],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119180"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119191,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119180\/revisions\/119191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}