{"id":119055,"date":"2015-06-29T17:44:29","date_gmt":"2015-06-29T10:44:29","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=119055"},"modified":"2015-06-29T17:44:29","modified_gmt":"2015-06-29T10:44:29","slug":"amazon-luncurkan-business-loan-sebagai-sebuah-strategi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/29\/amazon-luncurkan-business-loan-sebagai-sebuah-strategi\/","title":{"rendered":"Amazon Luncurkan Business Loan Sebagai Sebuah Strategi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight)\u00a0Salah satu cara perusahaan untuk merajai pasar dan mendapatkan profit adalah dengan menjajaki lebih banyak kesempatan dari sektor yang berbeda, dengan modal yang ada, serta\u00a0mencoba\u00a0untuk melahirkan sebuah cabang bisnis yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amazon, sebuah perusahaan ritel <em>online<\/em> terbesar di Amerika Serikat berupaya dari hari ke hari untuk semakin berkembang demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Melihat potensi pasar yang besar, maka amazon pun tidak lelah untuk terus berinovasi. Salah satu strateginya adalah dengan\u00a0meluncurkan program <em>business loan\u00a0<\/em>untuk pedagang\u00a0kecil pada akhir tahun ini di\u00a0lebih dari\u00a0delapan negara termasuk Tiongkok dan India. Bagi Amazon pemberian kredit ini dapat menjadi faktor kunci dalam persaingan dengan <em>vendor<\/em> baru untuk\u00a0meraih pangsa pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai sekarang, peritel <em>online<\/em> ini telah menawarkan layanan serupa namun hanya terbatas di Amerika Serikat dan Jepang. Amazon Lending, didirikan pada tahun 2012, dan kini berencana untuk menawarkan pinjaman modal kerja jangka pendek di negara-negara lain tempat Amazon berbisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Meminimalkan Resiko<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memberikan pinjaman kepada usaha kecil bukanlah tanpa resiko namun dapat diminimalisir dengan memberikan persyaratan pinjaman yang sesuai. Amazon akan memberikan pinjaman\u00a0hanya bagi mereka yang sudah terdaftar sebagai pedagang di amazon. Tidak hanya itu,\u00a0amazon juga akan menganalisa <em>feedback<\/em>\u00a0dari pelanggan\u00a0para pedagang tersebut.\u00a0Amazon pun akan memberikan\u00a0penilaian dari mereka apakah usaha tersebut layak atau tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi satu hal yang perlu diketahui bahwa tidak semua pengusaha dapat mengajukan diri untuk megikuti program amazon <em>loan<\/em> ini, hanya yang dipilih oleh amazon saja yang dapat\u00a0mengajukan kredit, tentunya mereka melihat dari database penjualan perusahaan. Hal ini salah satu cara yang baik untuk mengantisipasi adanya\u00a0kredit macet di kemudian hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun pinjaman yang ditawarkan sendiri berkisar dari US $1,000 (setara dengan 13 juta rupiah) hingga US $600,000 (setara dengan 7,8 miliar rupiah) dengan suku bunga yang lebih terjangkau\u00a0dari rata-rata suku bunga kartu kredit yaitu sekitar 14% dengan cicilan\u00a03 sampai 6 bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah yang dilakukan amazon ini merupakan salah satu langkah yang cukup berani karena untuk beberapa negara yang dipilih seperti Tiongkok dan India, memiliki resiko kegagalan yang lebih tinggi untuk usaha kecil,\u00a0hal ini\u00a0dikarenakan sesungguhnya pemberi pinjaman tidak begitu memahami keadaan pasar dari negara tersebut. Namun pada sisi lain, strategi pemberian pinjaman dari amazon ini akan memberikan nilai tambah bagi harga sahamnya serta\u00a0<em>branding<\/em>\u00a0amazon itu sendiri terutama\u00a0di negara seperti Tiongkok\u00a0dan India. Selain itu, amazon juga akan menerapkan strategi ini di\u00a0Kanada, Prancis,\u00a0Jerman, Italia,\u00a0Spanyol, dan\u00a0Inggris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lalu bagaimana jika diterapkan di Indonesia?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sah-sah saja jika hal ini diterapkan oleh amazon di Indonesia mengingat Indonesia memiliki prospek yang sangat baik untuk bisnis <em>online<\/em>. Adanya\u00a0program pemberian pinjaman seperti ini bagi\u00a0banyak pengusaha kecil akan memberikan bantuan melalui penambahan <em>inventory<\/em>, inovasi produk, serta pemasaran, terutama bagi para pebisnis\u00a0<em>online.\u00a0<\/em>Namun pada sisi lain, para pemilik usaha akan semakin\u00a0terikat dengan amazon itu sendiri dan menyebabkan tidak adanya <em>independency<\/em> bagi si penjual, dalam hal ini dari segi promosi dari produk itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia sendiri ada beberapa toko <em>retail online<\/em> yang sedang tenar dan diminati banyak pedagang ritel\u00a0karena jasanya yang memuaskan, seperti olx.com, blibli.com, tokopedia.com, dan sebagainya. Mungkin terobosan amazon ini dapat diadaptasi\u00a0untuk menumbuhkan gairah persaingan di antara produk lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Patriksen Derek\u00a0\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight)\u00a0Salah satu cara perusahaan untuk merajai pasar dan mendapatkan profit adalah dengan menjajaki lebih banyak kesempatan dari sektor yang berbeda, dengan modal yang ada, serta\u00a0mencoba\u00a0untuk melahirkan sebuah cabang bisnis yang baru. Amazon, sebuah perusahaan ritel online terbesar di Amerika Serikat berupaya dari hari ke hari untuk semakin berkembang demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Melihat potensi pasar yang besar, maka amazon pun tidak lelah untuk terus berinovasi. Salah satu strateginya adalah dengan\u00a0meluncurkan program business loan\u00a0untuk pedagang\u00a0kecil pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":102489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[4909],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119055"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119059,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119055\/revisions\/119059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}