{"id":118575,"date":"2015-06-26T09:17:28","date_gmt":"2015-06-26T02:17:28","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=118575"},"modified":"2015-06-26T10:40:33","modified_gmt":"2015-06-26T03:40:33","slug":"pentingnya-memiliki-tujuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/26\/pentingnya-memiliki-tujuan\/","title":{"rendered":"Pentingnya Memiliki Tujuan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sparrow-RISK-01.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-118585\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sparrow-RISK-01.jpg\" alt=\"Sparrow RISK-01\" width=\"3125\" height=\"1667\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sparrow-RISK-01.jpg 3125w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sparrow-RISK-01-300x160.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sparrow-RISK-01-1024x546.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Sparrow-RISK-01-750x400.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 3125px) 100vw, 3125px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People)<em>\u00a0Life goal<\/em> dan <em>work goal<\/em> adalah dua hal dalam kehidupan yang ingin dicapai oleh semua orang. <em>Life goal<\/em> atau tujuan hidup dan <em>work goal<\/em> atau tujuan yang ingin dicapai dalam karir atau bisnisnya. Kedua hal tersebut dapat tercapai jika Anda dapat mengatur waktu Anda dengan baik dan meninggalkan aktifitas yang membuang-buang waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda sudah menentukan apa yang menjadi <em>life goal<\/em> dan apa yang menjadi <em>work goal?<\/em><br \/>\nContoh sederhana sebuah <em>life goal<\/em> misalnya Anda inginkan supaya anak Anda berprestasi, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik.\u00a0Contoh sederhana sebuah <em>work goal<\/em> misalnya Anda ingin berkembang dalam karir Anda, atau supaya bisnis Anda berkembang ,dan adanya peningkatan <em>income<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu apa yang harus Anda lakukan supaya <em>goal<\/em> tersebut tercapai?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencapai sebuah tujuan, maka Anda perlu mengukur dan mengevaluasi sudah seberapa jauh Anda mencapainya dengan memperhatikan bahwa pengukuran dan evaluasi haruslah dilakukan secara berkala dan konsisten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya akan coba membagikan 3 <em>tools<\/em> yang dapat Anda pakai untuk menentukan apa yang menjadi <em>goal<\/em> Anda, lalu mengapa \u00a0hal itu yang menjadi <em>goal <\/em>Anda dan bagaimana untuk mencapainya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>\u201cWhat\u201d goals<\/em>: berisi hal-hal apa saja yang ingin Anda penuhi atau Anda capai. Biasanya berupa tujuan\/goal yang ingin Anda capai dalam bisnis, karir, dan keuangan \u00a0<em>(WHAT you want to accomplish in life)<\/em><\/li>\n<li><em>\u201cWhy\u201d goals<\/em>: berisi mengapa Anda ingin memenuhi atau mencapai tujuan bisnis dan karir Anda <em>(these are WHY you want to accomplish your business and career goals)<\/em><\/li>\n<li><em>\u201cHow\u201d goals<\/em>: <em>these are \u2018how\u2019 you achieve the \u2018what\u2019 and enjoy the \u2018why\u2019<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam proses mencapai <em>goal<\/em> atau tujuan yang sudah kita bahas sebelumnya, Anda perlu untuk fokus. Ya, fokus pada apa yang menjadi tujuan Anda. Oleh karena itu\u00a0Anda perlu untuk mengantisipasi bahkan membuang hal-hal yang membuat Anda tidak fokus yang tentunya akan menghambat Anda mencapai tujuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal-hal yang kadangkala menjadi penghambat bagi kita adalah kebiasaan sehari-hari yang tidak kita buang, contohnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Waktu yang sia-sia<br \/>\nDalam keseharian di tempat kerja, kadang kita menemukan hal-hal yang mengganggu waktu kita. Apa yang sudah kita rencanakan pada pagi hari dengan membuat <em>\u201cthings to do\u201d<\/em> bisa buyar karena hal-hal kecil, seperti membaca artikel kiriman teman, menerima telepon rekan kerja tapi tidak membahas pekerjaan, bicara\u00a0santai, dan banyak hal lain lagi yang menghambat produktivitas. Anda perlu untuk\u00a0mengidentifikasi hal-hal apa saja yang dapat menghabiskan waktu dan menurunkan produktivitas Anda dalam bekerja. Hal ini sangat penting sehingga Anda tahu bagaimana untuk dapat menghindarinya. Salah satu caranya Anda dapat menggunakan <em>\u201cThe Eisenhower Box\u201d<\/em> dengan pembagiannya yang dikenal sebagai 4 kuadran sbb:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\u00a0<em>Urgent &#8211; Important<\/em> (mendesak &#8211; \u00a0penting)<br \/>\nBiasanya hal-hal yang kritis, rapat penting, atau laporan yang sudah\u00a0jatuh tempo.<\/li>\n<li><em>Not Urgent &#8211; \u00a0Important<\/em> \u00a0(tidak mendesak \u2013 penting)<br \/>\nMembuat perencanaan, membangun hubungan atau <em>network<\/em>, atau rekreasi.<\/li>\n<li><em>Urgent \u2013 Not Important<\/em> (mendesak \u2013 tidak penting)<br \/>\nEmail yang masuk, telephone, rapat, laporan yang belum jatuh tempo, atau masalah kecil dengan orang lain.<\/li>\n<li><em>Not Urgent \u2013 Not Important<\/em> (tidak mendesak \u2013 tidak penting)<br \/>\nHal-hal kecil, sibuk tidak menentu, email yang tidak relevan dengan pekerjaan, internet, atau relaksasi berlebihan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Belajar untuk katakan &#8216;Tidak&#8217; dengan tegas <em>(Tactfully)<\/em><br \/>\nAnda perlu belajar untuk menolak ajakan atau kegiatan yang dapat menganggu produktivitas Anda.\u00a0Jangan ragu untuk menolak dengan cara <em>tactful<\/em>, berani tetapi tetap sopan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Menghadapi kondisi <em>moody<\/em><br \/>\nSeringkali Anda dan mungkin hampir kebanyakan orang mengalami <em>moody<\/em>, entah karena faktor dari dalam ataupun dari luar yang menyebabkan Anda tidak menentu. Hal ini tentu sangat penting karena kalau Anda mengikuti <em>moody<\/em> Anda, Anda akan menjadi tidak bersemangat dan malas. Sikap moody sangat mempengaruhi produktivitas Anda, mungkin istilah yang sering kita dengar adalah \u201cogah-ogahan\u201d. Belajar untuk katakan &#8216;Tidak&#8217; dengan tegas <em>(Tactfully).\u00a0<\/em>Anda perlu belajar untuk menolak ajakan atau kegiatan yang dapat menganggu produktivitas Anda.<br \/>\nBagaimana cara menghadapinya apabila si \u201c<em>moody\u201d<\/em> itu datang?\u00a0Ingat kembali <em>goal<\/em> Anda, kembali kepada APA yang sudah Anda tuliskan dan ingin capai. Selain itu Anda dapat melakukan hobi atau kegemaran Anda yang dapat membantu mengembalikan semangat Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu sebuah <em>goal<\/em>, baik <em>life goal<\/em> maupun <em>work goal<\/em> harus merupakan sesuatu yang sudah Anda pikirkan dan rancangkan dengan matang dan bagaimana Anda dapat mencapainya. Kematangan dan keseriusan Anda tentu akan menjadi faktor penentu keberhasilan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ria Felissa\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor:\u00a0Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0Life goal dan work goal adalah dua hal dalam kehidupan yang ingin dicapai oleh semua orang. Life goal atau tujuan hidup dan work goal atau tujuan yang ingin dicapai dalam karir atau bisnisnya. Kedua hal tersebut dapat tercapai jika Anda dapat mengatur waktu Anda dengan baik dan meninggalkan aktifitas yang membuang-buang waktu. Apakah Anda sudah menentukan apa yang menjadi life goal dan apa yang menjadi work goal? Contoh sederhana sebuah life goal misalnya Anda inginkan supaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":118585,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118575"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118575"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":118589,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118575\/revisions\/118589"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}