{"id":118199,"date":"2015-06-24T16:04:25","date_gmt":"2015-06-24T09:04:25","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=118199"},"modified":"2015-06-24T16:04:25","modified_gmt":"2015-06-24T09:04:25","slug":"uber-akan-ipo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/24\/uber-akan-ipo\/","title":{"rendered":"Uber akan IPO?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight)\u00a0Uber Technologies mendapatkan dukungan besar dari Tiongkok maka banyak pendapat mengatakan bahwa ini merupakan pertanda\u00a0akan dilakukannya IPO (<em>initial public offering<\/em>). Benarkah demikian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Uber akan Fokus ke Tiongkok<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manajer investasi Hillhouse Capital Group untuk Tiongkok memimpin untuk mengumpulkan investor untuk Uber. Dikabarkan\u00a0kesepakatan investasi tersebut dapat mencapai sekitar US$ 1 miliar atau setara dengan 13 triliun rupiah seperti dilansir oleh WSJ. Namun angka ini belumlah keputusan akhir sebab masih terjadi diskusi yang diadakan di kalangan investor sehingga bisa saja angka yang dicapai kurang dari angka tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uber telah memilih Tiongkok\u00a0sebagai prioritas utama untuk pertumbuhan dan sudah dianggap perusahaan seperti mesin pencari milik Tiongkok Baidu Inc sebagai mitra.\u00a0Putaran pendanaan Uber dengan Hillhouse adalah sinyal terbaru bahwa ini merupakan dasar perusahaan akan mengadakan IPO. Sementara perusahaan yang berbasis di San Francisco ini belum membahas secara terbuka rencana ini sebab hingga saat ini perusahaan masih mencari CFO yang akan memimpin kesepakatan, demikian seperti dilansir oleh WSJ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Investasi untuk Uber\u00a0Technologies<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bulan Januari, Uber mendapatkan dana sekitar US$ 1,6 miliar atau setara dengan 20 triliun dari divisi wealth-management Goldman Sachs Group Inc mirip dengan investasi yang dilakukan Hillhouse di Tiongkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persyaratan dalam penawaran obligasi adalah dengan memberikan timbal balik kepada\u00a0investor sesuai dengan\u00a0pertumbuhan selama perusahaan belum <em>go public<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya Hillhouse Capital juga melakukan hal yang serupa untuk\u00a0Didi Kuaidi Joint Co, perusahaan app taksi terbesar di Tiongkok yang juga menjadi\u00a0pesaing terbesar Uber di negara itu. Hal ini sedikit banyak dapat menekan kekuatiran para investor. Selain itu kesepakatan Hillhouse meliputi co-investor yaitu investasi pada\u00a0perusahaan induk global dari Uber dan tidak langsung dalam perusahaan Uber yang beroperasi di Tiongkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uber menyediakan dana US$ 1 miliar atau setara dengan 13 triliun rupiah untuk Tiongkok pada\u00a0tahun ini. Perusahaan ini meluncurkan putaran penggalangan dana terpisah khusus untuk operasional di Tiongkok, demikian dikatakan Uber\u00a0Tiongkok pada\u00a0Senin (22\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uber, telah menjadi perusahaan swasta paling sangat dimanfaatkan oleh perusahaan swasta yang upaya penggalangan dananya telah diperluas untuk mengamankan sejumlah besar modal dari investor yang di seluruh dunia dan melintasi segala aset. Hanya dalam satu tahun terakhir, para klien kaya dari Goldman Sachs, konglomerat koran terbesar di India, perusahaan modal ventura terbesar di dunia, dan mesin pencari terbesar di Tiongkok\u00a0menjadi investor pada perusahaan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uber kini sudah tersedia di lebih dari 300 kota dan terus melakukan ekspansi di pasar negara berkembang termasuk Tiongkok\u00a0dan India. Berbagai produk layanannya pun terus bertambah seperti UberPool serta bisnis lain di bidang logistik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hillhouse Capital Group<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perusahaan yang berbasis di Beijing ini merupakan\u00a0salah satu manajer investasi terbesar di Asia, mengawasi aset lebih dari $ 20 miliar. Ini pada awalnya dibiayai oleh Yale University dan dikenal sebagai salah satu penggalang dana\u00a0investor untuk teknologi Tiongkok. Sebagai proyek awalnya\u00a0adalah\u00a0perusahaan game online Tiongkok,\u00a0Tencent Holdings Ltd.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hillhouse menempatkan uang ke berbagai strategi yang berbeda termasuk baik investasi pasar umum dan swasta. Perusahaan ini telah megumpulkan dana sebesar $ 2,2 miliar atau setara dengan 28.6 triliun rupiah untuk berinvestasi khususnya pada\u00a0pasar swasta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hillhouse berinvestasi pada\u00a0Didi Dache sebelum melakukan merger dengan rivalnya Kuaidi Dache pada bulan Februari. Sejak itu, valuasi perusahaan gabungan telah melonjak menjadi sekitar $ 14 miliar didasarkan pada penggalangan dana putaran yang sedang berlangsung oleh perusahaan aplikasi layanan taksi Tiongkok ini. Hillhouse juga telah berinvestasi di GrabTaxi, startup panggilan taksi yang berfokus pada pasar di Asia Tenggara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra<\/em>\/VMN\/BL\/Journalist<br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight)\u00a0Uber Technologies mendapatkan dukungan besar dari Tiongkok maka banyak pendapat mengatakan bahwa ini merupakan pertanda\u00a0akan dilakukannya IPO (initial public offering). Benarkah demikian? Uber akan Fokus ke Tiongkok Manajer investasi Hillhouse Capital Group untuk Tiongkok memimpin untuk mengumpulkan investor untuk Uber. Dikabarkan\u00a0kesepakatan investasi tersebut dapat mencapai sekitar US$ 1 miliar atau setara dengan 13 triliun rupiah seperti dilansir oleh WSJ. Namun angka ini belumlah keputusan akhir sebab masih terjadi diskusi yang diadakan di kalangan investor sehingga bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":115125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[4909,3764],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118199"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118199"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":118231,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118199\/revisions\/118231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}