{"id":118188,"date":"2015-06-24T13:04:10","date_gmt":"2015-06-24T06:04:10","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=118188"},"modified":"2015-06-24T13:04:41","modified_gmt":"2015-06-24T06:04:41","slug":"gmail-rilis-fitur-undo-send-di-android","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/24\/gmail-rilis-fitur-undo-send-di-android\/","title":{"rendered":"Gmail Rilis Fitur &#8220;Undo Send&#8221; di Android"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Tech &amp; Gadaget)\u00a0Pernahkah Anda punya pengalaman terlanjur mengirimkan sebuah email ke klien atau calon klien Anda? Secara\u00a0tidak sengaja Anda meng-klik tombol kirim padahal email tersebut belum lengkap dan masih ada beberapa kesalahan pada konten di email. Mau tidak mau email tersebut akan terkirimkan dan Anda tidak bisa mencegahnya. Bila hal ini terjadi, tidak ada kesempatan untuk menarik atau membatalkan email tersebut. Saat klien tersebut menerima email dari Anda maka akan memberikan kesan yang kurang baik terhadap Anda.<\/p>\n<p>Namun seiring berjalannya waktu, saat ini ada banyak fasilitas serta fitur-fitur yang diciptakan oleh Google untuk dapat mengatasi kesalahan-kesalahan dalam pengiriman email lewat\u00a0gmail yang tanpa sengaja dapat saja Anda\u00a0lakukan. Salah satunya adalah fitur <em>undo send<\/em>, fitur yang satu ini memang sudah lama diluncurkan oleh Gmail dan sudah banyak diketahui oleh penggunanya. Sekarang fitur tersebut\u00a0 baru saja ditambahkan di \u201c<em>Inbox for<\/em> Gmail\u201d untuk perangkat Android. Mulai hari ini, Google mengatakan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna dapat membatalkan pengiriman email yang dilakukan dalam hitungan detik setelah email dikirim.<\/p>\n<p>\u201d<em>Undo Send<\/em>\u201d memungkinkan setiap pengguna Android dapat melakukan pembatalan pengiriman email ketika Anda menyadari ada kesalahan konten atau hal-hal lainnya, namun Anda sudah terlanjur melakukan pengiriman email. Fitur ini dapat dinonaktifkan secara <em>default<\/em> untuk mereka yang sedang tidak menggunakkan versi Labs dan dapat diaktifkan dari tab umum pada\u00a0pengaturan Gmail.<\/p>\n<p>Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, pilih menu settings pada bagian atas web Gmail dan navigasikan ke <em>General Tab<\/em>. Jika fitur tersebut telah didukung oleh akun Anda, Anda bisa memilih \u201c<em>Enable Undo Send<\/em>\u201d dan pilih jangka waktu pembatalannya. Anda dapat\u00a0memilih 5, 10, 20, atau 30 detik. Seperti \u201c<em>Undo<\/em>\u201d yang ada di fitur Gmail juga, pilihan untuk <em>unsend<\/em> email akan muncul pada bagian atas layar ketika <em>notification pop-up<\/em> \u201cy<em>our message has been sent<\/em>\u201dmuncul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dewi Lajolie\/VMN\/BL\/Operation Head \u2013 Batikweb.co<br \/>\nEditor: Ruth Berliana\u200b<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Tech &amp; Gadaget)\u00a0Pernahkah Anda punya pengalaman terlanjur mengirimkan sebuah email ke klien atau calon klien Anda? Secara\u00a0tidak sengaja Anda meng-klik tombol kirim padahal email tersebut belum lengkap dan masih ada beberapa kesalahan pada konten di email. Mau tidak mau email tersebut akan terkirimkan dan Anda tidak bisa mencegahnya. Bila hal ini terjadi, tidak ada kesempatan untuk menarik atau membatalkan email tersebut. Saat klien tersebut menerima email dari Anda maka akan memberikan kesan yang kurang baik terhadap Anda. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":32735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[7941],"tags":[2245,1058],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118188"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118188"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118188\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":118191,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118188\/revisions\/118191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}