{"id":117901,"date":"2015-06-23T10:41:40","date_gmt":"2015-06-23T03:41:40","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=117901"},"modified":"2022-01-04T00:00:06","modified_gmt":"2022-01-03T17:00:06","slug":"bahaya-dalam-digital-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/23\/bahaya-dalam-digital-marketing\/","title":{"rendered":"Bahaya dalam Digital Marketing"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><div class=\"cb-alert cb-white\">Digital marketing memang merupakan bentuk komunikasi yang sangat cost-effective, namun penting untuk menyadari bahwa digital marketing tetap memiliki hambatan-hambatan. <\/div><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Dominate the Market)\u00a0Mungkin Anda\u00a0sudah banyak mendengar tentang betapa &#8220;hebatnya&#8221; <em>digital marketing<\/em> saat ini. <em>Social media<\/em>! YouTube! Instagram! Twitter! Serta\u00a0banyak hal-hal lainnya, namun apakah <em>digital marketing<\/em> merupakan bentuk yang terbaik? Belum tentu. <em>Digital marketing<\/em> memang merupakan\u00a0bentuk komunikasi yang sangat <em>cost-effective<\/em>, namun penting untuk menyadari bahwa <em>digital marketing\u00a0<\/em>tetap memiliki hambatan-hambatan. Untuk menghadapi hambatan-hambatan tersebut, maka Anda perlu mengetahui lebih dalam lagi mengenai <em>digital marketing<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-117953\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/flickr-mkhmarketing.jpg\" alt=\"flickr mkhmarketing\" width=\"2048\" height=\"734\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/flickr-mkhmarketing.jpg 2048w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/flickr-mkhmarketing-300x108.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/flickr-mkhmarketing-1024x367.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 2048px) 100vw, 2048px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam digital marketing :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Anda perlu menghitung <em>conversion rate<\/em>, bukan jumlah <em>hits, likes<\/em>, regrams, <em>subscriptions<\/em>, dan lain-lain.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berapa <em>value hits, likes, re-tweets, re-gram<\/em>? 0 (nil) dollar . Tidak ada artinya. Kalaupun Anda punya jutaan <em>likes,<\/em> tetapi tidak ada yang membeli produk Anda, gunanya apa? Tetapi kalau Anda hanya punya 2 likes, tetapi keduanya membeli produk Anda, maka <em>likes<\/em>\u00a0yang didapat pasti sangat berharga. Ini adalah kesalahan <em>basic<\/em> dari pelaku <em>digital marketing<\/em>, ketika\u00a0pengukuran yang dilakukan berdasarkan berapa <em>hits, likes, subscribers,<\/em> dan semacamnya, tetapi gagal menghitung konversi\/<em>conversion rate<\/em>\u00a0yang dilakukan <em>digital marketing<\/em>. Dari sekian orang yang memberikan <em>like<\/em>\u00a0pada facebook Anda, berapa yang pada akhirnya tertarik lalu membeli produk Anda? Anda perlu menghitungnya. Dari sekian orang yang memberikan <em>like<\/em>\u00a0pada Instagram Anda, berapa yang pada akhirnya membeli produk Anda? Perlu ada pengukuran.<\/p>\n<p><strong>2. Anda perlu memperjelas tujuan <em>digital marketing<\/em> : <em>awareness<\/em> atau <em>action<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Awareness<\/em> berbeda dengan <em>action<\/em>. <em>Awareness<\/em> berarti Anda memiliki tujuan supaya calon <em>customer<\/em>\u00a0Anda mengetahui produk Anda. Ooo, perusahaan A mengeluarkan produk A yang dapat\u00a0melakukan A1, A2, dan A3. Tetapi berbeda dengan <em>action<\/em>, ketika Anda harus &#8220;mendorong&#8221; <em>customer<\/em> Anda untuk melakukan pembelian produk tersebut! Untuk mencapai tujuan yang berbeda ini maka pendekatannya pun berbeda. Untuk <em>awareness<\/em>, Anda mungkin cukup dengan memberitakan kelebihan produk Anda, namun bila Anda ingin agar <em>customer<\/em> sampai pada\u00a0tahap <em>action<\/em>, Anda harus memberikan kelebihan produk Anda, dan juga insentif yang dapat diperoleh bila <em>customer<\/em> membeli produk Anda.<\/p>\n<p><strong>3. Google <em>is crowded already<\/em>.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu banyak orang yang menggunakan Google Adsense, sehingga sangat sulit bagi produk Anda untuk tampil pada\u00a0halaman pertama Google. Pada\u00a0sisi efisiensi, Google Adsense ini memberikan kemudahan dan efisiensi biaya, namun jika\u00a0Anda mengandalkan iklan pada\u00a0Google saja, maka akan sangat sulit untuk menjaga performa Anda secara terus-menerus, karena iklan Anda hanya akan ditampilkan secara acak (tidak terus menerus) sehingga dapat menganggu bisnis Anda. Bila Anda ingin tampil pada\u00a0halaman pertama Google secara terus menerus, Anda perlu bantuan\u00a0pakar SEO atau IT untuk membantu Anda, sehingga Anda dapat\u00a0tampil pada\u00a0<em>organic search<\/em> Google secara terus menerus. Lantas apa? Jangan hanya berharap pada Google! Banyak <em>platform social media<\/em> yang dapat\u00a0Anda pakai. Anda suka membuat video? Populerkan produk Anda di Youtube! Anda suka fotografi? Populerkan produk Anda di Instagram!<\/p>\n<p><strong>4. <em>Double-edged sword.<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Social media<\/em> itu merupakan pedang bermata dua. Anda dapat memperoleh\u00a0banyak komentar positif bila <em>customer<\/em> Anda senang dengan produk Anda. Tetapi perlu diwaspadai, bila ada satu saja komentar negatif, maka banyak komentar positif yang kemudian menjadi &#8220;hilang&#8221;. Oleh karena itu, pastikan selalu untuk memberikan <em>service<\/em> yang terbaik kepada <em>customer<\/em> Anda, dan bila terjadi masalah, segeralah menyelesaikannya dengan baik, sebelum <em>customer<\/em> Anda yang merasa tidak puas menempuh &#8220;jalan <em>online<\/em>&#8221; untuk &#8220;menghukum&#8221; Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-117949 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak.jpg\" alt=\"Daniel Sumbayak\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Daniel-Sumbayak-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Daniel Sumbayak\/VMN\/BL\/Deputy Chairman of Vibiz Consulting Group,\u00a0CEO of Vibiz Research Center<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Image: Flickr user\u00a0<a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/mkhmarketing\/8468788107\/in\/photolist-dUmKE4-45aQPz-8mj1xT-9a4DN7-a3UKPw-rzvp6z-4n5Mjj-8isaHb-devUu6-8mj1yB-dNS12W-dNS1NQ-dNRZR3-dNRZDj-dNS1X1-dNS1em-dNLouK-dNLppH-8gXehx-kQW9xg-a3EVBm-7nXP5P-a3Zaud-riHSgY-rxZAdf-rAboXa-rghLur-igNouC-qCuPs5-mEVWUt-rzukSr-rxcMfC-nRPfrN-r8ykwa-qbURvk-4NXhPr-6B6iPJ-o9dpkG-o9aWAq-o9aXwy-o7fZvN-nRPSgn-nRP5MZ-nRPQCx-ri3orr-p69jR8-r8FL7c-rxZyDJ-7gPA9E-rxjzCW\">mkhmarketing<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Dominate the Market)\u00a0Mungkin Anda\u00a0sudah banyak mendengar tentang betapa &#8220;hebatnya&#8221; digital marketing saat ini. Social media! YouTube! Instagram! Twitter! Serta\u00a0banyak hal-hal lainnya, namun apakah digital marketing merupakan bentuk yang terbaik? Belum tentu. Digital marketing memang merupakan\u00a0bentuk komunikasi yang sangat cost-effective, namun penting untuk menyadari bahwa digital marketing\u00a0tetap memiliki hambatan-hambatan. Untuk menghadapi hambatan-hambatan tersebut, maka Anda perlu mengetahui lebih dalam lagi mengenai digital marketing. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam digital marketing : 1. Anda perlu menghitung conversion [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":109561,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1051,16],"tags":[5058],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117901"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117901"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117972,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117901\/revisions\/117972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}