{"id":117270,"date":"2015-06-18T18:59:55","date_gmt":"2015-06-18T11:59:55","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=117270"},"modified":"2015-06-18T18:59:55","modified_gmt":"2015-06-18T11:59:55","slug":"bagi-uber-pengemudi-adalah-kontraktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/18\/bagi-uber-pengemudi-adalah-kontraktor\/","title":{"rendered":"Bagi Uber Pengemudi adalah Kontraktor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight) Komisi\u00a0tenaga kerja California telah memutuskan bahwa pengemudi\u00a0untuk Uber Technologies Inc harus diklasifikasikan sebagai karyawan perusahaan, keputusan ini dinilai sebagai sebuah kemunduran bagaimana perusahaan jasa panggilan transportasi ini mengklasifikasikan\u00a0tenaga kerjanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan itu tidak menjadi preseden untuk bagaimana Uber mengkompensasi pengemudi\u00a0yang jumlahnya sudah mencapai 200.000, tapi itu adalah salah satu dari meningkatnya jumlah putusan pengadilan yang mungkin memiliki implikasi yang luas bagi perusahaan. Uber mengatakan bahwa pengemudinya adalah kontraktor independen dan bukan pegawai, penunjukkan ini\u00a0berarti perusahaan tidak bertanggung jawab untuk membayar asuransi pengemudinya\u00a0atau biaya yang berhubungan dengan pekerjaan dan memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dan memperluas dengan biaya yang relatif rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Selasa (17\/6) pengadilan negara bagian California memutuskan untuk Uber membayar seorang pengemudinya di San Francisco untuk menggantikan biaya yang yang ditimbulkan karena\u00a0jarak tempuh taxi Uber dan tarif tol mulai\u00a0sejak bulan\u00a0Juli hingga September tahun lalu, dengan total lebih dari $ 4.100 atau setara dengan 53 juta rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Regulator menemukan bahwa Uber haruslah\u00a0&#8220;terlibat dalam setiap aspek operasional,&#8221; dari pemeriksaan pengemudi\u00a0dan kendaraan mereka untuk menetapkan tarif\u00a0perjalanan, sebab\u00a0secara hukum si\u00a0pemberi kerja\u00a0adalah majikan dari si pengemudi. Uber sebenarnya telah mengajukan pendapatnya bahwa perusahaan ini hanyalah layanan jasa\u00a0smartphone yang menyesuaikan\u00a0penumpang dengan kendaraan, sehingga pengemudi seharusnya diklasifikasikan\u00a0sebagai tenaga kontrak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uber pada Rabu (18\/6) memohon agar komisi yang berwenang untuk tidak mengklasifikasikan pengemudinya\u00a0sebagai karyawan sebab pengemudi memilih untuk bekerja pada Uber agar mereka memiliki fleksibilitas dan kontrol atas diri mereka sendiri. Namun pada sisi lain, komisi tenaga kerja membantah bahwa para\u00a0\u00a0pemgemudi mengontrol semua aspek pekerjaan mereka sendiri. Penumpang membayar Uber untuk perjalanan mereka yang pada akhirnya dibayarkan kepada pengemudi seharga yang dinegosiasikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan oleh lembaga negara seperti Komisi Tenaga Kerja California tidak menjadi preseden formal untuk kasus pengadilan atau tindakan lainnya, demikian dikatakan Rehuel Schiller, seorang profesor hukum di University of California Hastings College of Law seperti dilansir oleh WSJ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi, andaikata berbagai entitas federal atau negara memutuskan bahwa pengemudi\u00a0Uber adalah karyawan-baik untuk tujuan mengumpulkan asuransi pengangguran atau penggantian biaya, maka hal ini menjadi sebuah\u00a0membangun momentum untuk memberikan gagasan bahwa para pengemudi itu terlihat lebih seperti karyawan daripada sebagai\u00a0kontraktor independen.\u00a0Perusahaan dapat\u00a0mengubah kontrak dengan pengemudi mungkin itu jalan yang lebih mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan terkait dengan satu perusahaan seperti Uber ini tidak akan diterapkan untuk semua perusahaan dalam berbagai ekonomi. Menentukan apakah seorang pekerja adalah karyawan adalah sebuah penyelidikan atas fakta yang harus dilakukan dengan sangat intensif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uber di California terus berjuang untuk tetap\u00a0mengklasifikasikan pengemudinya\u00a0sebagai kontraktor. Jika penggugat berhasil, kasus ini dapat\u00a0membantu memperjelas area ketenagakerjaan ini dan memaksa Uber untuk membayar biaya baru untuk menutupi imbalan kerja dan biaya mengemudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight) Komisi\u00a0tenaga kerja California telah memutuskan bahwa pengemudi\u00a0untuk Uber Technologies Inc harus diklasifikasikan sebagai karyawan perusahaan, keputusan ini dinilai sebagai sebuah kemunduran bagaimana perusahaan jasa panggilan transportasi ini mengklasifikasikan\u00a0tenaga kerjanya. Keputusan itu tidak menjadi preseden untuk bagaimana Uber mengkompensasi pengemudi\u00a0yang jumlahnya sudah mencapai 200.000, tapi itu adalah salah satu dari meningkatnya jumlah putusan pengadilan yang mungkin memiliki implikasi yang luas bagi perusahaan. Uber mengatakan bahwa pengemudinya adalah kontraktor independen dan bukan pegawai, penunjukkan ini\u00a0berarti perusahaan tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":115125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[4909,3764],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117270"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117309,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117270\/revisions\/117309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}