{"id":116845,"date":"2015-06-16T15:36:44","date_gmt":"2015-06-16T08:36:44","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=116845"},"modified":"2022-01-04T00:00:11","modified_gmt":"2022-01-03T17:00:11","slug":"bergerak-berdasarkan-visi-dan-tetap-memperhatikan-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/16\/bergerak-berdasarkan-visi-dan-tetap-memperhatikan-pasar\/","title":{"rendered":"Bergerak Berdasarkan Visi dan Tetap Memperhatikan Pasar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Bagaimana GAP harus menutup tokonya merupakan tindakan yang sebenarnya disayangkan oleh sang CEO namun mau tidak mau dilakukan demi menyelamatkan perusahaan peritel pakaian tersebut. Pada tahun 1990-an, GAP\u00a0sempat mendominasi pasar\u00a0<em>fashion<\/em> dengan budaya\u00a0denim dan khaki-nya. Namun tiba-tiba merek\u00a0ini mulai menurun ketika pasar menilai\u00a0<em>stlyle<\/em>\u00a0<em>fashion<\/em> yang dikeluarkannya mulai membosankan. Walaupun di lain pihak munculnya pesaing yang meluncurkan produk harga murah dengan model-model yang cantik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhir 2012, GAP merekrut seorang\u00a0<em>fashion designer<\/em> yang lebih menaruh perhatian pada gaya minimalis yang disajikan pesaingnya. Sehingga muncullah warna abu-abu dan hitam yang kemudian mendominasi produk GAP.\u00a0<em>Style\u00a0<\/em>ini sebenarnya bertolak belakang dengan kesan ceria yang semula diusung GAP sehingga menimbulkan kebosanan pada pemakainya. Sebagai akibatnya, GAP pun kehilangan pelanggannya sehingga menurunlah keuntungan yang diperoleh perusahaan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jangan Lupakan Visi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masalah\u00a0<em>style\u00a0<\/em>pada dunia\u00a0<em>fashion<\/em> adalah hal yang tidak dapat dianggap sepele, sebab\u00a0<em>style <\/em>merupakan nyawa dari sebuah industri\u00a0<em>fashion.<\/em>\u00a0Misalnya saja, jika\u00a0sebuah perusahaan industri <i>fashion\u00a0<\/i>memiliki visi sejak awal memberikan warna keceriaan bagi pelanggannya dengan menghasilkan produk <em>fashion<\/em> yang berwarna-warni,\u00a0maka sejak awal mereka yang akan memilihnya adalah mereka yang suka dengan warna warni yang cerah. Ingat\u00a0United Colors of Benetton? Semua iklannya akan penuh dengan berbagai warna serta diperagakan oleh model dari berbagai latar belakang ras. Maka sudah dapat dipastikan bahwa merek ini akan digemari oleh mereka yang senang dengan gaya <em>casual\u00a0<\/em>dengan beragam warna yang memberikan kesan ceria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu bagaimana jika pada suatu hari\u00a0United Colors of Benetton\u00a0mengubah haluannya tidak lagi mengeluarkan pakaian dengan warna-warna yang cerah melainkan hanya mengeluarkan warna coklat saja? Sudah dapat dipastikan bahwa pelanggan yang semula telah menyukai produk-produk dengan warna-warna cerah tersebut akan mencari perusahaan lain yang memiliki produk yang hampir mirip atau malah dengan mudah beralih pada perusahaan kompetitor. Mengubah\u00a0produk dapat\u00a0diartikan hendak mengubah visi juga yang kemudian juga berarti akan mengubah pelanggan juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pentingnya Memperhatikan Pasar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi\u00a0<em>leading company<\/em> maka menentukan arah\u00a0tren\u00a0akan sangat mudah. Misalnya saja Inditex yang memiliki ZARA, Pull &amp; Bear, Stradivarius dan beberapa\u00a0merek terkenal lainnya, mengeluarkan suatu model yang dapat dikatakan berbeda dengan\u00a0tren\u00a0yang saat ini ada di masyarakat maka ada kemungkinan model tersebut dapat ikut\u00a0<em>booming\u00a0<\/em>di pasaran dan membuat sebuah tren yang baru. Namun bagaimana jika sebuah perusahaan\u00a0<em>fashion <\/em>bukanlah perusahaan yang besar? Dapatkah ia bersaing di pasaran dengan mengeluarkan <em>style-<\/em>nya sendiri. Hal ini tentu tidak mudah atau bahkan bisa saja tidak akan berhasil.\u00a0Jadi mengapa menempuh jalan yang sangat sulit jika ternyata tidak akan berhasil? (Baca:\u00a0<a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2014\/07\/11\/the-blue-ocean-and-red-ocean-strategy-part-2-explore-the-red-island\/\">HOW TO SWIM FREELY IN THE BLUE OCEAN AND SURVIVE IN THE RED OCEAN (PART 1)<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Riana Bismarak,\u00a0<em>founder <\/em>BelowCepek.com memiliki strateginya sendiri untuk mengamati pasar. Ketika berbincang dengannya, penyuka warna ungu ini mengatakan, berikan saya waktu beberapa saat untuk duduk di sebuah\u00a0<em>coffee shop<\/em> yang ramai maka jika 10 orang saja pada waktu yang hampir bersamaan mengenakan pakaian dengan\u00a0<em>style\u00a0<\/em>yang sama maka dapat dikatakan bahwa gaya itu pasti sedang digemari sekarang ini. Hal inilah yang menjadi dasar menentukan produk apa yang akan dipasarkan pada e-commerce miliknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap perusahaan memang memiliki visinya masing-masing dan visi inilah yang menentukan arah perusahaan hingga berhasil mencapai tujuannya. Namun demikian di dalam perjalanan sampai ke tujuan sangat penting untuk terus memperhatikan apa yang terjadi di sekeliling sehingga dapat menentukan strategi untuk tetap dapat bersaing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/<\/em><em>Managing Partner Human Capital Development<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Business) Bagaimana GAP harus menutup tokonya merupakan tindakan yang sebenarnya disayangkan oleh sang CEO namun mau tidak mau dilakukan demi menyelamatkan perusahaan peritel pakaian tersebut. Pada tahun 1990-an, GAP\u00a0sempat mendominasi pasar\u00a0fashion dengan budaya\u00a0denim dan khaki-nya. Namun tiba-tiba merek\u00a0ini mulai menurun ketika pasar menilai\u00a0stlyle\u00a0fashion yang dikeluarkannya mulai membosankan. Walaupun di lain pihak munculnya pesaing yang meluncurkan produk harga murah dengan model-model yang cantik. Pada akhir 2012, GAP merekrut seorang\u00a0fashion designer yang lebih menaruh perhatian pada gaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":99763,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,17,1051],"tags":[4949],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116845"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":116861,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116845\/revisions\/116861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}