{"id":116799,"date":"2015-06-15T17:21:47","date_gmt":"2015-06-15T10:21:47","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=116799"},"modified":"2015-06-15T17:21:47","modified_gmt":"2015-06-15T10:21:47","slug":"georgia-diterjang-banjir-binatang-buas-berkeliaran-di-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/15\/georgia-diterjang-banjir-binatang-buas-berkeliaran-di-kota\/","title":{"rendered":"Georgia Diterjang Banjir, Binatang Buas Berkeliaran di Kota"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Warga ibukota Georgia telah diperingatkan untuk tinggal di dalam rumah setelah banjir besar menghancurkan kandang-kandang di kebun binatang Tbilisi, sehingga menyebabkan harimau, singa, beruang, serigala, dan hewan lainnya melarikan diri dan masuk ke kota. Bencana banjir ini juga menewaskan tiga pekerja kebun binatang dan 9 orang lainnya demikian dilaporkan oleh kantor berita AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hujan lebat dan angin melanda Tbilisi pada malam hari, mengubah aliran air yang kecil yang mengalir melalui kota berbukit ke sungai menjadi bergelombang dan mendatangkan banjir yang juga merusak puluhan rumah.\u00a0Layanan pers kebun binatang mengatakan pada hari Minggu (14\/6) pagi bahwa kuda nil yang lolos dari kebun binatang terpojok di salah satu lapangan utama Tbilisi dan berhasil ditenangkan dengan pistol tranquiliser.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hewan lain juga telah ditangkap oleh polisi sementara yang lain ditembak mati, menurut kantor walikota. Masih belum jelas berapa banyak yang berkeliaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebun binatang memperkirakan bahwa sekitar setengah dari 600 mamalia, ikan, dan burung telah melarikan diri dari kandangnya di tengah banjir dari hujan lebat yang disertai angin kencang.\u00a0Delapan beruang dan 20 serigala juga termasuk\u00a0di antara hewan yang melarikan diri dari kandangnya serta enam harimau dan singa enam.\u00a0Telah dilaporkan bahwa enam serigala tewas setelah mereka ditemukan dekat ke rumah sakit anak-anak dan video menunjukkan penduduk setempat mencoba menyelamatkan beruang melarikan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Helikopter pun terus berputar di atas kota dan memperingatkan semua warga untuk tinggal di dalam rumah namun pada kenyataannya tidak semua orang menurutinya.\u00a0Bahkan masih saja ada warga yang berkeliaran\u00a0hanya beberapa blok dari tempat serigala ditembak di selatan kota. Sedangkan jaguar dilaporkan di utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak berwenang menembak diberikan wewenang untuk menembak binatang yang mereka anggap akan membahayakan masyarakat.\u00a0Beberapa hewan yang juga telah ditembak mati adalah serigala, harimau putih, harimau, serigala, jaguar. Sedangkan tiga dari 17 penguin berhasil\u00a0diselamatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut data ada sekitar 1,1 juta orang tinggal di ibukota Georgia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<em>Nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : youtube<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News)\u00a0Warga ibukota Georgia telah diperingatkan untuk tinggal di dalam rumah setelah banjir besar menghancurkan kandang-kandang di kebun binatang Tbilisi, sehingga menyebabkan harimau, singa, beruang, serigala, dan hewan lainnya melarikan diri dan masuk ke kota. Bencana banjir ini juga menewaskan tiga pekerja kebun binatang dan 9 orang lainnya demikian dilaporkan oleh kantor berita AFP. Hujan lebat dan angin melanda Tbilisi pada malam hari, mengubah aliran air yang kecil yang mengalir melalui kota berbukit ke sungai menjadi bergelombang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":116801,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044],"tags":[5787],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116799"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116799"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":116803,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116799\/revisions\/116803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}