{"id":116529,"date":"2015-06-12T18:27:45","date_gmt":"2015-06-12T11:27:45","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=116529"},"modified":"2015-06-12T18:27:45","modified_gmt":"2015-06-12T11:27:45","slug":"otak-kanan-vs-otak-kiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/12\/otak-kanan-vs-otak-kiri\/","title":{"rendered":"Otak Kanan vs Otak Kiri"},"content":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cobalah Anda membaca kata-kata di bawah ini dengan cepat.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/left-and-right-brain-conflict.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-116531\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/left-and-right-brain-conflict.jpg\" alt=\"left and right brain conflict\" width=\"637\" height=\"304\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/left-and-right-brain-conflict.jpg 637w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/left-and-right-brain-conflict-300x143.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 637px) 100vw, 637px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentu sangat mudah. Tidak sampai 5 detik, Anda dapat sudah dapat menyelesaikannya. Namun bagaimana jika Anda bukan membaca kata-kata yang tertera namun warna yang terdapat pada setiap kata? Diperkirakan Anda membutuhkan waktu paling tidak dua kali lebih lama dari cara pertama. Mengapa demikian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini disebabkan terjadinya konflik antara otak kanan dan otak kiri. Otak kanan akan berupaya keras untuk mencoba membaca warna yang tampak. Sedangkan orak kiri tetap mengarahkan untuk membaca kata-kata yang tertulis. Sehingga Anda perlu untuk memperlambat bagaimana membacanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Otak Kanan dan Otak Kiri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Otak dibagi menjadi dua bagian (<em>hemispheres<\/em>). Pada umumnya, otak kiri akan\u00a0mengontrol seluruh fungsi tubuh bagian kanan begitu juga sebaliknya, otak kanan akan mengontrol fungsi tubuh bagian kiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai eksperimen telah menunjukkan bahwa dua sisi yang berbeda dari otak\u00a0atau <em>hemispheres<\/em>\u00a0bertanggung jawab untuk perilaku dan pemikiran yang berbeda.\u00a0Sementara setiap orang\u00a0memiliki kecenderungan alami terhadap salah satu cara berpikir, namun dalam\u00a0kehidupan sehari-hari,\u00a0dua sisi otak akan\u00a0bekerja bersama-sama. Otak kanan akan lebih\u00a0fokus pada visual, dan memproses informasi dengan cara yang intuitif dan simultan. Untuk pertama akan melihat secara menyeluruh kemudian akan memperhatikan yang lebih detil. Sedangkan fokus dari otak kiri adalah verbal, memproses informasi dengan cara analitis dan berurutan, pertama-tama akan melihat bagian demi bagian dan\u00a0kemudian akan menempatkan semua informasi secara\u00a0bersama-sama untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Otak kiri akan\u00a0berpikir secara\u00a0verbal dan analitis. Otak kanan akan berpikir secara non-verbal dan intuitif, lebih mudah menggunakan gambar daripada kata-kata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ilustrasi terbaik untuk menggabarkan hal ini adalah untuk mendengarkan orang menunjukkan arah. Bagi orang otak kiri maka instruksi dapat diberikan seperti, &#8220;Dari sini, pergi ke arah barat sejauh 2 mil\u00a0kemudian berbelok ke utara di persimpangan. Kemudian lanjutkan maju tiga atau empat mil dan\u00a0berbelok ke timur&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan mereka yang\u00a0otak kanan akan lebih mengerti bila mendapatkan instruksi seperti, &#8220;Belok kanan (sambil menunjuk kanan), sampai gedung sekolah bertingkat di sana (sambil menunjuk lagi) kemudian belok kiri hingga Anda melewati McDonalds dan Walmart. Tepat pada\u00a0lampu lalu lintas, belok kanan menuju stasiun kereta.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Manakah yang Baik?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun otak kanan atau berpikir non-verbal sering dianggap sebagai lebih &#8216;kreatif&#8217;, maka tidak dapat dikatakan ini benar atau ini salah; hal ini hanyalah dua cara berpikir yang berbeda. Salah satu tidak lebih baik dari yang lain. Hanya penting untuk menyadari bahwa ada cara berpikir yang berbeda, dan dengan mengetahui apa yang menjadi preferensi alami Anda, Anda dapat memperhatikan sisi mana yang kurang dominan untuk meningkatkan sisi lainnya. Banyak cara untuk\u00a0engaktifkan kedua sisi otak salah satunya dipercaya dengan belajar sempoa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan sadar menggunakan sisi kanan otak, kita dapat\u00a0lebih kreatif. Namun pada kenyataannya strategi otak kiri paling sering digunakan di dalam kelas, sehingga mereka yang dengan fungsi otak kanan yang lebih kuat kadang-kadang merasa diabaikan.\u00a0Dengan mengaktifkan kekuatan kedua belahan otak, seorang anak akan mampu mempertahankan pengetahuan yang lebih baik dan menjadi mahir dalam setiap subjek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nancy\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?) Cobalah Anda membaca kata-kata di bawah ini dengan cepat. Tentu sangat mudah. Tidak sampai 5 detik, Anda dapat sudah dapat menyelesaikannya. Namun bagaimana jika Anda bukan membaca kata-kata yang tertera namun warna yang terdapat pada setiap kata? Diperkirakan Anda membutuhkan waktu paling tidak dua kali lebih lama dari cara pertama. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan terjadinya konflik antara otak kanan dan otak kiri. Otak kanan akan berupaya keras untuk mencoba membaca warna yang tampak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":97412,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5845,1044],"tags":[5859],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116529"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":116540,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116529\/revisions\/116540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/97412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}