{"id":116035,"date":"2015-06-09T14:35:01","date_gmt":"2015-06-09T07:35:01","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=116035"},"modified":"2015-06-09T14:35:01","modified_gmt":"2015-06-09T07:35:01","slug":"mempersiapkan-resume-dan-siap-menghadapi-interview","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/09\/mempersiapkan-resume-dan-siap-menghadapi-interview\/","title":{"rendered":"Mempersiapkan Resume dan Siap Menghadapi\u00a0 Interview"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0<em>Resume<\/em> adalah hal yang sangat dibutuhkan ketika hendak\u00a0melamar pekerjaan. Dalam membuat <em>resume<\/em>\u00a0 pelamar biasanya menulis semua yang terbaik mengenai dirinya sehingga terkesan bahwa Anda seorang yang hebat, tetapi tanpa disadari bagi <em>user<\/em> yang melihatnya dapat saja terkesan terlalu berlebihan. Misalnya Anda seorang kandidat <em>graphic designer,<\/em>\u00a0Anda memenuhi <em>resume<\/em> Anda dengan format yang berlebihan, membuat <em>resume<\/em> dengan berbagai gambar-gambar sebagai bentuk hasil karyanya, alhasil bagi <em>user<\/em> yang melihat terkesan memusingkan, akan lebih baik jika difokuskan pada pengalaman yang dimiliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buatlah <em>resume<\/em> yang mudah untuk dibaca, tidak mempergunakan <em>font<\/em> yang terlalu kecil dan pastikan informasi untuk menghubungi Anda sudah tepat, misalnya: penulisan alamat email atau nomor telepon yang dapat dihubungi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u202aKetika Anda melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan kriteria maka ada hal-hal yang Anda harus perhatikan :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Pastikan bahwa Anda sanggup melaksanakan kriteria yang ditentukan sekalipun Anda hanya sedikit pernah menjalani pengalaman tersebut, tetapi jika Anda memang tidak memiliki kompetensi dalam bidang tersebut maka jangan dicoba karena hasilnya pasti akan percuma dan hanya akan membuang waktu Anda. Misalnya saja lowongan yang dibutuhkan posisi Staf Pajak, jika Anda sendiri belum pernah memiliki pengalaman bekerja pada\u00a0bidang tersebut, sementara\u00a0<em>background<\/em> pendidikan Anda adalah manajemen walaupun\u00a0memang Anda pernah mendapatkan mata kuliah perpajakan semasa Anda kuliah, \u00a0sebaiknya jangan dicoba sebab sudah dapat dipastikan hal itu hanya akan membuang waktu Anda. Atau ingin\u00a0 melamar sebagai seorang penerjemah tetapi kemampuan bahasa Inggris Anda hanya cukup untuk percakapan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Hiraukan yang bukan syarat utama<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak perusahaan mencantumkan kriteria tambahan misalnya &#8220;Lulusan Universitas Ternama&#8221;, jika Anda telah memiliki pengalaman di bidang yang dibutuhkan jangan takut untuk mencobanya, sebab jika sudah merupakan kebutuhan bagi perusahaan tersebut maka dapat dipastikan yang dicari adalah yang telah meiliki pengalaman di bidangnya, sebab proses rekrutmen tidak akan ditunda jika si pelamar\u00a0 dengan\u00a0 kriteria kampus tersebut tidak juga muncul.<\/p>\n<p>Jika tiba proses interview persiapkanlah diri Anda menjawab setiap pertanyaan dengan tidak berlebihan.\u00a0 Salah satu pertanyaan yang biasa ditanyakan adalah, \u201cSebutkan hal yang dapat menggambarkan diri Anda.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika pertanyaan tersebut diajukan hindari jawaban bahwa Anda adalah seorang yang mudah disukai orang lain, jawaban tersebut akan menjebak Anda, jawablah gambaran Anda yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya jika bidang yang Anda lamar adalah bagian Finance Accounting maka gambarkanlah diri Anda sebagai orang yang teliti. Contoh lain Anda memberi gambaran diri Anda sebagai sebagai seorang yang obsesif, kadang hal tersebut dapat berkesan negatif, bahwa Anda akan melakukan apa saja asal tujuan Anda tercapai, tetapi Anda dapat menggantinya dengan berorientasi pada hasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam menjawab pertanyaan jangan menggunakan kata &#8220;tapi&#8221; misalnya jika \u201cSaya ingin untuk\u2026 \u201d\u00a0 \u201ctapi\u2026\u201d.\u00a0 Artinya Anda telah membuat alasan terhadap suatu hasil yang gagal Anda capai. Tunjukkan Anda menikmati setiap proses yang Anda harus jalani untuk mencapai tujuan meskipun menghadapi banyak tantangan dan gambarkan segala potensi yang Anda miliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persiapkan diri Anda menjawab setiap pertanyaan dengan tenang dan tidak seperti robot, setiap pertanyaan terlihat Anda menjawab seperti sebuah hafalan atau Anda hanya menjawab dengan ya atau tidak tanpa deskripsi yang jelas. Jika ada bagian jawaban yang terlewat dan Anda terlihat berpikir dengan keras, hal tersebut akan membuat diri Anda terlihat tegang. Jawablah setiap pertanyaan dengan tenang sekalipun ada bagian yang terlewat Anda dapat menambahkan jika kemudian Anda mengingatnya. Jawablah dengan tenang, santai tetapi sopan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sonya\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0Resume adalah hal yang sangat dibutuhkan ketika hendak\u00a0melamar pekerjaan. Dalam membuat resume\u00a0 pelamar biasanya menulis semua yang terbaik mengenai dirinya sehingga terkesan bahwa Anda seorang yang hebat, tetapi tanpa disadari bagi user yang melihatnya dapat saja terkesan terlalu berlebihan. Misalnya Anda seorang kandidat graphic designer,\u00a0Anda memenuhi resume Anda dengan format yang berlebihan, membuat resume dengan berbagai gambar-gambar sebagai bentuk hasil karyanya, alhasil bagi user yang melihat terkesan memusingkan, akan lebih baik jika difokuskan pada pengalaman yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":76696,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116035"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":116043,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116035\/revisions\/116043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}