{"id":115989,"date":"2015-06-09T08:36:04","date_gmt":"2015-06-09T01:36:04","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=115989"},"modified":"2015-06-09T11:43:39","modified_gmt":"2015-06-09T04:43:39","slug":"belajar-dari-kesuksesan-uber-taxi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/09\/belajar-dari-kesuksesan-uber-taxi\/","title":{"rendered":"Belajar dari Kesuksesan Uber Taxi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge \u2013 Manage Your Business) Tidak terasa layanan pemesanan taxi melalui aplikasi Uber sudah berusia lima tahun. Layanan yang diluncurkan pertama kali di kota San Fransisco, Amerika Serikat ini kini sudah berkembang menjangkau lebih dari 300 kota di 58 negara di seluruh dunia, dengan jumlah pengemudinya lebih dari 1 juta orang. Travis Kalanick pendiri sekaligus CEO Uber kini telah menjadi miliarder dengan harta sebesar $ 5.3 miliar atau setara dengan 69 triliun rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati menghadapi kontroversi dan acap kali ditolak di berbagai kota karena masalah perizinannya, nyatanya Uber tetap meraih sukses, hal ini salah satunya terlihat dari indikator nilai perusahaan yang terus mengalami kenaikan. Pada\u00a0tahun ketiga nilai perusahaan Uber seharga US$ 3,4 miliar atau setara dengan 44 triliun rupiah dan pada tahun keempat kemudian naik menjadi US$ 40 miliar atau setara dengan 520 triliun rupiah dan kini pada ulang tahunnya yang kelima, nilai perusahaan ini sudah mencapai US$ 50 miliar atau setara dengan 650 triliun rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pidatonya di hadapan karyawan dan supirnya pada perayaan ulang tahun ke lima Uber, Kalanick menyampaikan lima hal yang menjadi kunci sukses Uber, yang pastinya akan berguna bagi Anda yang sedang memulai dan mengembangkan bisnis Anda sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut tips dari Kalanick:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Perusahaan sebesar apapun di mulai dari kecil.<br \/>\nRasanya sulit dipercaya, tapi kenyataannya Uber di mulai dengan hanya sebuah tim yang terdiri dari empat orang. Uber telah melewati masa-masa sulitnya ketika\u00a0perusahaan ini berusaha bertahan hidup, namun\u00a0mereka tidak pernah berhenti. Meluncurkan sebuah perusahaan tidak selalu dimulai dengan hal yang besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Bisnis yang besar adalah bisnis yang menyelesaikan masalah.<br \/>\nMulailah pada sebuah masalah spesifik, dan selesaikanlah masalah itu. Garret Camp, salah satu dari pendiri Uber, misalnya, memiliki cita-cita untuk dapat pergi ke manapun ia mau dengan hanya menekan sebuah tombol. Uber tidak dimulai dengan ambisi besar, tetapi dimulai dengan menjawab sebuah pertanyaan sederhana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Berikan pilihan yang lebih baik dan lebih murah.<br \/>\nSalah satu hal yang membuat layanan Uber bertumbuh pesat adalah kenyamanan dan harganya. Uber menyediakan layanan yang lebih cepat dan lebih terpecaya. Dari segi harga, Uber menyediakan harga yang terjangkau, setengah dari harga taxi, bahkan dibandingkan dengan mengendarai mobil sendiri, Uber lebih murah karena Anda tidak perlu memikirkan harga parkir, asuransi, dan <em>maintenance<\/em> mobil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Akui kesalahan Anda.<br \/>\nKalanick mengakui bahwa ia bukan orang yang sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan, demikian juga dengan perusahaannya. Bahkan pengusaha yang sukses seperti apapun, tetap adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Akan tetapi jangan berpikir bahwa pelanggan Anda tidak melihat kesalahan Anda, akuilah, minta maaf, belajar dari kesalahan Anda, dan lanjutkan bisnis Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Jangan biarkan rintangan menghentikan Anda.<br \/>\nRintangan dapat memperlambat Anda tapi jangan biarkan rintangan menghentikan Anda. Sepanjang perjalanan bisnisnya, Uber menghadapi perlawanan dan rintangan, mengalami penolakan di banyak kota. Terlepas apapun bisnis Anda, pasti akan ada rintangan yang harus Anda hadapi. Jika Anda ingin membangun bisnis yang sukses, jangan biarkan rintangan menghentikan langkah Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-78853 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati.jpg\" alt=\"Rebecca Hayati\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Rebecca Hayati\/VMN\/BL\/Managing Partner E-Commerce Division<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 Manage Your Business) Tidak terasa layanan pemesanan taxi melalui aplikasi Uber sudah berusia lima tahun. Layanan yang diluncurkan pertama kali di kota San Fransisco, Amerika Serikat ini kini sudah berkembang menjangkau lebih dari 300 kota di 58 negara di seluruh dunia, dengan jumlah pengemudinya lebih dari 1 juta orang. Travis Kalanick pendiri sekaligus CEO Uber kini telah menjadi miliarder dengan harta sebesar $ 5.3 miliar atau setara dengan 69 triliun rupiah. Kendati menghadapi kontroversi dan acap kali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":116015,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,17,1051],"tags":[4949],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115989"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115989"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":116017,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115989\/revisions\/116017"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}